<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>SASTRA DAN SOSIOLOGI by Puji Karyanto</title>
      <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-03-20 01:55:44 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-03-20 05:13:44 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Sampaikan impresi atau kesan Anda setelah membaca cerpen yang saya sebutkan judulnya. Jangan lupa sebelum menjawab, tulis dulu nama dan NIM Anda. Kesan yang Anda dapatkan setidaknya tersampaikan dalam 100 kata, boleh dalam bentuk poin-poin</title>
         <author>karyantopuji</author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374043941</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 01:57:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374043941</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesan </title>
         <author>akley308</author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374145649</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Agita Putri Zuleyka </p><p>Nim: 125241008 </p><p><br/></p><p> Cerpen menggunakan kalimat tersirat untuk menggambarkan keadaan, yang dimana agak kurang familiar bagi saya, yang membaca cerpen di era sekarang. 2 Paragraf cerpen membuat lebih banyak berpikir tentang artinya. Penulis membuat cerpen yang awalnya menurut saya itu tentang kezoliman atau kekafiran di era itu terutama di Indonesia. Tapi ternyata itu untuk menceritakan di Era dekat² insinden G30SPKI, seperti itulah adanya. Penulis juga mendeskripsikan Gundik dan lain lain cukup mendetail, sehingga saya bisa membayangkan peristiwa nya. </p><p><br/></p><p> Disini saya sedikit merasa bahwa perempuan dijakarta disitu, di era edarnya nasakom. Seperti tidak ada harga diri. Saya juga merasa bahwa penulis membuat ini, agar sadar bahwa nasakom bukanlah idealis yang cocok untuk kita. Penulis juga memberikan sudut pandang dari Muhammad, Tagog dari China serta Rakyat bawah. Tapi saya juga merasa, saya belum mendapatkan inti arti dari cerpen tersebut karena pada Paragraf 2 terakhir menggunakan kalimat tersirat yang tidak saya pahami. Oh, ada kalimat menggunakan bahasa yang tidak saya mengerti.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 02:55:49 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374145649</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374166102</link>
         <description><![CDATA[<p>Hum Bahwana Langgeng</p><p>125241034</p><p><br></p><p>Cerpen ini menceritakan dan menyindir situasi yang terjadi dalam politik pemerintahan jakarta. Dengan menggunakan sosok nabi dan unsur islami, alur cerita mengambil sisi pandang agama dalam melihat situasi politik tersebut. Impresi yang saya dapatkan adalah bahwa cerpen ini membahas berbahai isu isu yang “sensitif” terutama dalam hal politik, kecabulan, dan keagamaan. Ketiga hal tersebut yang terdapat dalam keadaan sosial terasa saling berkaitan, seperti bagaimana mayoritas masyarakat merupakan muslim, namun kelakuan mereka sangat jauh dari yang disebut muslim. Tidaklah aneh jika beberapa orang menganggap cerpen ini adalah cerpen kontroversial, karena cerpen ini mengandung unsur agama yang bagi beberapa orang sangat sensitif. Namun kesan yang saya dapatkan, dengan menggunakan perspektif agama dalam cerpen ini, sangat membantu dan membawa naratifnya kepada tingkat yang berbeda.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:07:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374166102</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374167918</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Siti Ainiyatur Rizkiyah </p><p>NIM: 125241004</p><p><br/></p><p>Menurut saya, cerpen yang berjudul Langit Mendung karya Kipandjikusmin ini membahas tentang isu-isu politik pada masa pemerintahan pak Soekarno, salah satunya yaitu ajaran Nasakom dan upaya penggulingan Soekarno oleh Soeharto.</p><p>Cerpen ini mungkin sedikit terdengar vulgar karena  mengambil nama tokoh penting dari agama Islam, tetapi jika saya lihat dari sudut pandang penulis, tokoh agama Islam ini hanya mewakili dari bentuk kekecewaan penulis akan kebijakan pemerintahan di saat itu.</p><p>Kemudian pemahaman yang saya dapat adalah cerpen ini diciptakan penulis dengan mengatasnamakan ajaran agama Islam (mayoritas agama yang dianut rakyat Indonesia) sebagai kecaman kebijakan pemerintahan saat itu serta alur negara Indonesia yang masih dikendalikan oleh negara Asing dan justru menyengsarakan rakyatnya sendiri. Sedangkan rakyat Indonesia sendiri juga tak mampu melawan pemerintahan Soekarno dan mau tidak mau harus tunduk pada kebijakan-kebijakan yang katanya "Baik untuk Rakyat"</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:08:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374167918</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nathaniela Kristianti Limbong_125241005</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374169219</link>
         <description><![CDATA[<p>Cerita pendek “Langit Makin Mendung” karya Kipandjikusmin menceritakan sebuah gambaran dari kehidupan manusia yang semakin menjauh dari perbuatan baik. Dari karya ini, manusia digambarkan menjadi penuh akan rasa keserakahan, hawa nafsu, dan ketidakadilan. Gambaran tatanan pemerintah yang sungguh mewah, bahkan hewan peliharaan yang dirawat oleh pemerintahan memiliki nasib lebih baik dibanding rakyat biasa. Nasib yang bertolak belakang, seakan-akan roda kehidupan tidak nyata. </p><p><br/></p><p>Orang-orang yang memiliki jabatan akan semakin kaya, sedangkan orang-orang yang tidak memiliki jabatan akan semakin miskin. Rakyat yang ditindas digambarkan seperti kucing liar yang menerima makanan sisa dari orang di jalan. Berlapang dada dan menerima keadaan. Menerima bahwa tatanan keserakahan pemerintah yang tidak bisa diubah. Hawa nafsu merambat seperti oksigen yang manusia hirup, tidak ada batasan dan mempengaruhi sesama. Umur bukan menjadi halangan, siapapun bisa melakukan zina. </p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:08:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374169219</guid>
      </item>
      <item>
         <title>nama: lady scketzy vlane | nim: 125241016</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374169924</link>
         <description><![CDATA[<p>pesan dan kesan saya dari membaca "langit makin mendung" yaitu cerita ini adalah cerita yang sangat sarkas dan lucu karena saya suka sarkasme. cerita ini menyindir banyak sekali pihak. yaitu umat islam, jakarta, hingga cina. yang dimana ada letak persetujuan saya di tema cerita ini, yaitu walaupun pemeluk agama islam di indonesia sangat besar, namun angka maksiat juga besar pula. banyak sekali orang-orang yang bermaksiat entah masih mengingat agama atau tidak. cerpen ini cocok untuk menyadarkan dan menyindir entitas-entitas tersebut. namun, kesulitan yang saya hadapi ketika membaca cerita ini yaitu alur yang sangat meloncat-loncat dan penggunaan kosakata yang kurang umum sehingga agak sulit diikuti dan harus dicermati. namun secara konsep, cerita ini adalah cerita yang bagus.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:09:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374169924</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Impresi terhadap cerpen &quot;Langit makin mendung&quot; karya Kipandjikusmin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374170884</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Alya Soraya </p><p>NIM : 125241025</p><p><br/></p><p>Impresi saya terhadap cerpen ini adalah bagaimana keunikan gaya menulis si penulis menyampaikan isi pikirannya mengenai kondisi sosial politik indonesia, khususnya di era Soekarno. Di cerpen ini, menggambarkan perbandingan antara kemuliaan Surga dan kebobrokan bumi, khususnya Jakarta, kota  yang penuh dengan kemesuman, kemunafikan, keserakahan, dan kebejatan. </p><p>Penulis menggambarkan bahwa kemerosotan moral yang merajarela, manusia hina yang menutup mata akan perbuatan bejat Mereka, berlindung dan membenarkannya dibalik 'topeng agama'.</p><p><br/></p><p>Cerpen ini mengingatkan kita, bahwa manusia tidak boleh terlena kedalam kenikmatan duniawi, kita harus menguatkan iman dan akhlak, serta teguh pada pendirian dan tidak serta merta mengikuti tren saja.  </p><p> </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:09:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374170884</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KESAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374171464</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Andre Ahmad Dani</p><p>NIM: 125241020</p><p><br/></p><p>Dari awal saya membaca cerpen tersebut sampai akhir, saya selalu dibuat tercengang/terheran-heran dengan cara pemyampaian penulis. Dari awal cerita yang menggambarkan situasi di surga, bahkan sampai perjalanan nabi Muhammad dan malaikat Jibril ke bumi menabrak satelit sputnik dan mendarat di atas Indonesia dan Malaysia. "Damn, wtf" selalu melintas di otak saya, benar-benar di luar bacaan biasa saya.</p><p><br/></p><p>Reaksi nabi Muhammad dan juga malaikat Jibril terhadap negara yang 90 persen penduduknya beragama islam, namun perilaku mereka yang biadab sering membuat saya tertawa. Selain karena realitasnya memang seperti itu, membayangkan reaksi nabi Muhammad yang di luar gambaran saya tentang nabi Muhammad membuat saya tertawa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:10:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374171464</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374171835</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Nathaya fika rahamadia/ 125241043</strong></p><p><br/></p><p>Setelah membaca cerpen yang berjudul “Langit Makin Mendung” menurut saya merupakan salah satu cerpen yang tidak mudah dipahami oleh semua kalangan/pembaca, dikarenakan penggunaan metafora, pemilihan diksi, dan pemahaman yang rumit. Menurut saya cerpen ini memiliki alur yang berbeda di setiap section nya. Pada awal cerpen membahas kehidupan di langit atau alam lain tentang ketuhanan dan bagaimana manusia yang tidak pernah puas pada apa yang dimilikinya. Penggunaan kata tuhan dan nabi yang terlalu vulgar pun cukup mengejutkan saya bahwa suatu karya sastrapun dapat mengambil/menggunakan hal yang tabu di khalayak umum menjadi hal yang sangat sepele baginya. Lalu ada section selanjutnya dimana tuhan dan nabi men-survey bumi dan keburukan atau maksiat yang dilakukan di bumi terutama negara indonesia lebih tepatnya kota jakarta. Di section ini menjabarkan kebejatan yang di lakukan di bumi mulai dari per-zinaan, kominisme, penyalahgunaan kekuasaan dll. Bahkan tak segan membawa sebuah golongan agama dan menyebutkannya secara gamblang.</p><p>Lalu section selanjutnya membahas masalah amerika cina dan indonesia dimana kehidupan tuhan disini sudah tidak di bahasa namun tetap menjabarkan ketamakan manusia-manusia dan bagaimana mereka tega membunuh satu sama lain untuk kesenangan atau kemenangan pribadi. Namun dari keseluruhan tersebut yang dapat saya simpulkan adalah bahwa sastra ini yang dibuat pada tahun 2004 namun masih sangat relevan dengan apa yang terjadi dari tahun ketahun hingga tahun ini yaitu 2025. Dan isi cerpen ini hanyalah sebuah satir-an untuk apa yang sebenarnya terjadi di pemerintahan / politik, kehidupan bermasyarakat yang menutup mata atas apa yang terjadi. Memang terdengar cukup kontroversial saat dibaca dengan mata telanjang, namun sebenarnya agama tidak selalu dapat disangkut pautkan dengan semua hal.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:10:31 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374171835</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Electra Asiloningtyas Gayatri</title>
         <author>electragayatri</author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374172432</link>
         <description><![CDATA[<p>NIM: 125241053</p><p>Cerpen ini berisi kritikan terhadap kondisi kehidupan di Indonesia, mulai dari agama, ekonomi, sosial, dst. Keberdosaan terlihat ketika nabi mengunjungi Jakarta, Orang-orang disana haus akan perang dan kekayaan. Pejabat-pejabat menikmati kekayaan dan hidup dalam kebejatan bersama pelacur, sementara banyak rakyat yang menderita dalam kemiskinan. </p><p><br/></p><p>Kritikan pedas yang diberikan dapat mengajak pembaca untuk merefleksi diri. Apakah kita sudah menjalankan nilai-nilai agama dengan taat dan patuh,ataukah sekedar topeng untuk menyembunyikan kejelekan kita. Tuhan dan Nabi pun geleng-geleng melihat keburukan dari Indonesia, mungkin saja Tuhan kita sebenarnya juga sudah lelah dengan kelalaian dan dosa yang terus kita ulangi tanpa meminta ampun. </p><p><br/></p><p>Oleh karena itu, cerpen ini baik sebagai objek untuk membuka pikiran untuk refleksi diri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:10:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374172432</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesan terhadap cerpen &quot;Langit makin mendung&quot;</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374172789</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Fadia Ammara </p><p>NIM: 125241035</p><p><br/></p><p>Cerpen "Langit Makin Mendung" karya Ki Pandji Kusmin ini, jujur, membuat saya berfikir keras. Awalnya, saya kira ini cuma cerita biasa, tapi ternyata isinya penuh satir, bahkan bisa dibilang kontroversial. Sebagai mahasiswa tahun pertama, saya merasa cerpen ini menantang banget untuk dipahami. Gaya bahasanya yang lugas dan penuh sindiran, yang membuat saya terus penasaran untuk membaca sampai akhir.</p><p><br/></p><p>Yang paling saya sukai, cerpen ini sangat berani mengkritik kondisi sosial dan politik pada masanya. Ki Pandji Kusmin sepertinya sangat ingin untuk menyampaikan pesan-pesan penting, tetapi dengan cara yang berbeda.</p><p><br/></p><p>Meskipun beberapa bagiannya mungkin terasa agak berat untuk saya, tapi saya merasa dapat banyak pelajaran dari cerpen ini.</p><p><br/></p><p>Cerpen ini mengajak saya untuk lebih kritis dan berani mempertanyakan hal-hal yang ada di sekitar kita.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:11:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374172789</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Mesya Dinda Maulidia (12(125241022)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374173180</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Mesya Dinda Maulidia<br>NIM: 125241022</p><p>Impresi yang saya dapat dari cerpen Langit Makin Mendung adalah sebagai berikut:</p><p>1. Cerpen Langit Makin Mendung memberikan kesan yang kuat antara percampuran unsur agama dan politik yang dikemas dalam bahasa sarkas dan pesan tersirat. Meskipun beberapa kalimat harus dibaca berulang kali untuk menangkap maksudnya, namun setiap kata yang dijabarkan mengandung pesan yang kuat.</p><p><br></p><p>2. Pada pertengahan cerpen digambarkan kontras kehidupan rakyat kelas bawah yang hidup sengsara dan rakyat kelas atas yang penuh kemewahan. Namun terdapat satu kesamaan yang diungkapkan penulis dalam pandangan Nabi dan Jibril yakni ketamakan dan kepicikan. Baik di kalangan atas maupun bawah tak terhindar dari zinah dan dosa. Poin ini cukup menohok melihat kenyataan yang saya lihat maupun alami di dunia nyata.</p><p><br></p><p>3. Utusan-utusan pembawa pesan nabi (tokoh agama) yang menyimpang. Kemungkinan besarnya, penulis mengambil ide tersebut dari dunia nyata. Seperti halnya banyak kiyai maupun petinggi agama yang tak terhindar dari zinah maupun orang-orang yang mengaku sebagai nabi palsu.</p><p><br></p><p>4. Namun kesan yang tertinggal paling kuat adalah meskipun Nabi dan Jibril telah melihat segala kebusukan umat muslimin dan muslimah, meski nabi ingin menolong dan mengasihani umatnya, pada akhirnya mereka tak bertindak apapun, tak menghukum umat yang telah jauh melangkahi Islam, tak dihukum semestinya maupun memberi pencerahan secara nyata dan cerpen diakhiri dengan kebusukan yang tak akan pernah sirna dan kepicikan manusia yang menuntun diri mereka sendiri. Hal ini digambarkan dengan paragraf terakhir dimana meski rakyat telah berkali-kali tahu telah ditipu oleh petinggi sendiri, mereka tetap berbaik hati seperti halnya rakyat yang masih tak bisa memutuskan masa depannya sendiri.</p><p><br></p><p>5. Lalu makna yang saya tangkap dari cerpen itu sendiri ada dua, yang pertama adalah meskipun nabi merasa marah dan gundah, ia masih memiliki rasa kasihan pada umatnya. Lalu makna kedua adalah seperti halnya yang disampaikan pada paragraf terakhir, rakyat bawah yang tak berdaya, meskipun ditindas dan dibohongi oleh pemimpinnya, mereka masih percaya bahwa akan ada yang memimpin mereka menuju jalan yang lebih baik di lain hari</p><p>.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:11:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374173180</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374173608</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Rifqi Namiroh Ash Sholihah</p><p>NIM: 125241075</p><p><br/></p><p><br/></p><p>Waktu pertama kali baca cerpen ini, jujur saya terkejut. Ceritanya terasa berat dan sepertinya mengandung makna tersembunyi. Tapi semakin dibaca, saya mulai paham kalau cerpen ini sebenarnya kritik sosial tentang kondisi masyarakat Indonesia waktu itu.</p><p>Yang bikin menarik, cerpen ini tidak cuma cerita biasa, tapi pakai tokoh-tokoh yang bisa dibilang cukup berani untuk dimasukkan dalam cerita seperti nama-nama Nabi dan malaikat. Bahasa yang dipakai juga cukup terkesan satir, jadi kesannya memang ingin menegur atau menyindir keadaan yang ada.</p><p>Tapi di sisi lain, Topiknya cukup sensitif, terutama karena berkaitan dengan agama. </p><p>Secara keseluruhan, cerpen ini cukup menarik, tapi memang butuh sedikit usaha buat memahami maksudnya karna banyak kalimat yang saya tidak pahami. Kalau dibaca sekali mungkin belum terlalu paham, tapi kalau direnungkan lagi, ada banyak hal yang bisa diambil dari cerita ini. Selain itu, cerpen ini juga menunjukkan bahwa cerpen bisa jadi alat untuk menyuarakan keresahan sosial dan politik pada zamannya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:11:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374173608</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374174072</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Rr. Raisah Masyithah Bilqis Hermawan</p><p>NIM: 125241031</p><p><br/></p><p>Sejak membaca huruf pertama, Saya terkejut dengan penyebutan tokoh agama asli dalam sebuah cerpen fiksi. Namun, menurut saya cerpen ini berhasil menceritakan dan mengritik seberapa bobroknya kondisi moral dan sosial politik indonesia pada periode orde lama (yaitu Sukarno, NASAKOM, PKI dsb.) melalui sudut pandang yang menarik.</p><p><br/></p><p>Sejujur nya dengan segala istilah dan metafora yang ada membuat saya kesulitan membaca dan memahami keseluruhan cerita melalui pemikiran saya yang dangkal, tetapi ada bagian menarik yang saya ingat yaitu: </p><p><br/></p><blockquote><p>"Rakyat Indonesia rata-rata memang pemaaf dan baik hati. Kebohongan dan kesalahan pemimpin selalu disambut dengan dada lapang.</p><p>Hati mereka bagai mencari, betapa pun langit makin mendung, sinarnya tetap ingin menyentuh bumi."</p></blockquote><p><br/></p><p>Hal ini ditulis dengan sederhana, tetapi masih bisa kita rasakan kebenaran maknanya di masa sekarang.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:12:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374174072</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesan terhadap cerpen berjudul Langit Makin Mendung</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374176090</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Siti Aisyah Sirojuddin </p><p>NIM:     125241050 </p><p><br/></p><p>Kesan saya adalah</p><p>1. Aneh, mungkin karena saya agak tidak paham dengan bahasanya yang juga menyebabkan saya agak tidak paham dengan alur ceritanya. Saya juga agak bingung dengan tokoh-tokohnya meskipun saya memahaminya.</p><p>2. Takut, saya takut kalau saya memang membayangkan kalau Allah akan berfirman seperti itu. Seperti, memang boleh saya berfikir seperti ini? Bukankah kita tidak boleh membayangkan yang seperti itu?</p><p>Tentu saja, terhadap para Nabi juga.</p><p>3. Tercengang, seperti WOW. Apa benar dulu Indonesia seperti ini? Bukankah di sejarah diperlihatkan bahwa para Kyai tidak terlibat politik? Ataukah saya yang kurang mendalami sejarah?. Saya tahu bahwa pak Soekarno memiliki banyak gadis, tapi tidak saya sangka tidak semuanya akan dinikahi pak Soekarno (Haram paaakkk! 😔☹️🥲).</p><p>4. Bingung. Kemarin, saya membaca novel Kenanga bahasanya masih saya pahami. Dan sekarang, saya cuma memahami bahasanya sedikit saja. Apakah Sastra pun ada tingkatan bahasanya?</p><p>5. Bagus, ceritanya mudah dipahami tetapi saya tetap saja tidak memahami alurnya. Saya tidak paham, awalnya para Nabi ingin pergi ke bumi karena kebahagiaan ini (surga) melimpah ruah dan khawatir akan umatnya karena sedikit yang masuk surga. Lalu, Nabi Muhammad diizinkan dan beliau jadinya mendarat di atas kota Jakarta. Kemudian, beliau menjadi mengawasi Indonesia, bukan Medinah. Ternyata ada wabah flu yang menular, kemudian Pak Soekarno juga terjangkit wabah itu, kemudian memanggil tabib China lalu bekerjasama dengan mereka. Apa benar Indonesia mau menyerang Malaysia? Lalu, kita minta bom atom dari Amerika? Ataukah dari China? Lalu, Inggris bekerja sama dengan Malaysia? Begi</p><p>tukah?.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:13:20 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374176090</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Alifella Farah Abidah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374178047</link>
         <description><![CDATA[<p>NIM : 125241037</p><p><br/></p><p>Kesan yang saya dapat dari cerpen ini adalah menceritakan mirisnya kondisi bumi dan  menyinggung situasi pada dunia nyata. Sudut pandang yang diambil dari cerpen ini juga unik, karena mengambil sudut pandang Nabi yang sedih melihat umatnya berbuat melenceng. Misalnya sempat disebutkan bahwa umat yang beragama Islam 90% dari suatu negara, namun Islam disana hanyalah status seseorang, bukan berarti menjalankan kewajibannya sebagai Muslim. Beberapa hal lainnya seperti kondisi Jakarta yang kacau, polusi, pelacur, pencopetan yang banyak terjadi dan sudah menjadi hal yang biasa. Kondisi ini membuktikan bahwa jakarta sedang tidak baik baik saja. Belum lagi kondisi pemimpin yang hidup mewah sedangkan rakyatnya yang kelaparan. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:14:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374178047</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesan Cerpen</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374178800</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Faiz Syihab</p><p>NIM: 125241046</p><p><br/></p><p>Cerpen ini menggambarkan dunia yang semakin jauh dari nilai-nilai ketuhanan. Langit Jakarta tak lagi cerah; ia dipenuhi mendung yang menggantung berat, seolah menahan amarah yang siap meledak. Langit Jakarta yang menjadi metafora dari negeri yang jauh dari hati Nurani.</p><p><br/></p><p>Di tengah hiruk-pikuk kota, seorang makhluk langit turun, menapaki bumi yang dulu suci. Ia menyaksikan betapa manusia tak lagi mengenal Tuhan selain nafsu mereka sendiri. Masjid-masjid sunyi, doa-doa hanya menjadi ritual tanpa makna, sementara dosa dirayakan tanpa rasa takut. Ia melihat kezaliman merajalela, orang-orang suci dipermainkan, dan kebenaran menjadi barang dagangan.</p><p><br/></p><p>Cerpen ini juga berkisah mengenai kritik sosial oleh rakyat-rakyat Indonesia. Dalam politik, pemimpin tak lagi menjadi pengayom rakyat, melainkan dalang di panggung kepentingan. Cerpen tersebut juga menggambarkan Demokrasi yang "hanya slogan."</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:15:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374178800</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374178827</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Muhammad Rafael Ardiansyah</p><p>NIM : 125221079</p><p><br/></p><p>Setelah membaca cerpen berjudul Langit Makin Mendung karya Ki Panji Kusmin, saya merasa takjub sekaligus terheran-heran dengan makna tersirat yang ingin disampaikan oleh penulis. Cerpen ini menggunakan sudut pandang Nabi Muhammad S.A.W. untuk mengkritik kondisi negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tetapi tidak mencerminkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Banyak penyimpangan dan kemerosotan moral terjadi di Jakarta. Kemudian, cerita beralih ke sudut pandang Pak Togog, Menteri Hubungan Luar, yang menyinggung kepemimpinan Presiden Sukarno dalam kebijakan politik luar negeri, khususnya terkait konfrontasi dengan Malaysia. Kritik sosialnya terasa tajam dan berani.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:15:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374178827</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arvina Sinta Anggraeni/125241087</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374179437</link>
         <description><![CDATA[<p>Kondisi Kota Jakarta yang disebut "neraka" oleh Jibril adalah kondisi yang sangat memprihatinkan bagi kaum muslim. Memang banyak orang muslim yang terdapat di wilayah itu, namun hanya sedikit orang yang benar-benar muslim. Menurut Jibril, Soekarno adalah nabi palsu yang ada di bumi. Semua orang mengikuti soekarno yang di mana dia adalah seorang pemimpin sehingga masyarakat melupakan ajaran yang telah diajarkan oleh Rasulullah, nabi mereka. Harusnya masyarakat menggunakan agama untuk berpolitik.</p><p>Saya rasa, tokoh yang ada dalam cerpen memiliki rasa untuk "mengikuti" sesuatu yang dikatakan benar bagi kebanyakan orang atau fomo. Di sini, cara berpikir sosialis muncul dalam masyarakat sehingga ketika dihadapkan dengan suatu permasalahan, tidak tahu secara real nya benar atau tidak, masyarakat akan berpikir bahwa yang disetujui oleh banyak orang merupakan kebenaran.</p><p>Dalam cerpen tersebut, wanita diposisikan sebagai pelacur dan simpanan menteri. Saya rasa, hal itu terjadi karena dalam cerpen tersebut seorang perempuan tidak diberikan posisi sebagai pemimpin. Pada masa itu juga, wanita direbut haknya untuk berpendapat dan berbicara sehingga wanita tidak memiliki keleluasaan untuk melakukan sesuatu daripada kaum lelaki</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:15:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374179437</guid>
      </item>
      <item>
         <title>KESAN</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374179661</link>
         <description><![CDATA[<p>NAMA  : Krisna Wirayuda Putra Andita </p><p>NIM     : 125241071</p><p>KELAS : A</p><p><br/></p><p>cerpen yang menceritakan tentang memburuknya kondisi dunia di tangan manusia akibat adanya nasakom, cerpen langit makin mendung adalah refleksi tajam terhadap kondisi sosial dan moral di masyarakat.</p><p><br/></p><p>1. cerpen ini menyampaikan kritik terhadap penurunan moral masyarakat, terutama yang berkaitan dengan agama.</p><p><br/></p><p>2. cerpen ini mengungkapkan bagaimana agama yang sering kali disalahgunakan oleh masyarakat.</p><p><br/></p><p>3. cerpen ini merupakan penggambaran yang dianggap menyinggung nilai-nilai agama di lingkungan masyarakat.</p><p><br/></p><p>4. saya juga dapat merasakan kondisi sosial dan moral yang ada di masyarakat.</p><p><br/></p><p>5.  seperti judulnya, cerpen ini memberikan kesan suram tentang kondisi dunia yang semakin memburuk akibat perilaku manusia.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:15:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374179661</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Devina Zahra Paramitha_125241089</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374180499</link>
         <description><![CDATA[<p>Setelah membaca cerpen "Langit makin mendung" , saya merasakan bahwa cerpen ini sangat berbeda jauh dengan cerpen-cerpen yang sudah pernah saya baca sebelumnya. Saat membacanya, saya sedikit tidak paham dengan arti beberapa kalimat karena bahasanya terasa asing bagi saya. Selain itu, gaya penulisan cerpen ini yang sangat berani dan kontroversial menimbulkan perasaan tidak nyaman, bahkan marah bagi sebagian pembaca. Hal ini disebabkan oleh adanya sindiran dan kritik tajam terhadap kondisi sosial dan religius. Meskipun demikian, cerpen ini tetap memberikan refleksi mendalam, memaksa pembaca untuk berpikir kritis dan memahami pesan tersembunyi di dalamnya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:16:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374180499</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374182277</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama = Latifa Khoerur Rahma<br>NIM = 125241080<br>Setelah saya membaca cerpen "Langit makin mendung" ada banyak kosa kata asing yang sulit untuk dipahami dan dimengerti. Hal tersebut membuat saya kurang paham dengan alur cerpennya. Berulang kali saya mencoba untuk membacanya dengan pelan-pelan namun masih sulit untuk dicerna dengan baik. Jadi yang saya tangkap dari apa yang saya pahami cerpen tersebut menceritakan tentang nabi muhammad yang datang ke bumi bersama malaikat jibril untuk menyelidiki sebab sedikitnya muslim yang tidak masuk surga. Lalu ada di Jakarta sedang ada wabah flu dan dari cepen tersebut&nbsp; presiden soekarno terkena penyakit tersebut. Berdasarkan hal tersebut cerpen sebagai upaya untuk membuat muslim semakin dekat dengan Allah.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:17:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374182277</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Arkana Raisa Nayaka (125241013)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374183412</link>
         <description><![CDATA[<p>Cerpen yang sudah disebutkan judulnya oleh Pak Puji menceritakan tentang mirisnya keadaan di negara Indonesia. Dimana banyaknya rakyat yang begitu sengsara sedangkan pemerintahnya hanya berleha-leha menikmati harta dan wanita, adanya pengkhianatan dibalik hubungan kerjasama, banyaknya perzinahan, dan lain sebagainya. Menurut saya cerita dalam cerpen ini sangat menarik dan sangat detail dalam menggambarkan kemirisan negara Indonesia. Saya juga suka tentang bagaimana sang penulis menyampaikan cerita tentang kondisi Indonesia tersebut dengan menggunakan tokoh nabi terdahulu yang sudah di surga dalam ceritanya. Dalam cerpen tersebut terdapat beberapa istilah yang tidak saya pahami. Mengesampingkan itu, cerpen tersebut menurut saya adalah cerpen yang bagus dan menarik walaupun kontroversial karena menggunakan tokoh Nabi dari agama Islam.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:18:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374183412</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374183831</link>
         <description><![CDATA[<p>Brama Alifio Gusnanda</p><p>125241057</p><p><br/></p><p>Cerpen ini menunjukkan bagaimana Nabi-Nabi dan Tuhan melihat dunia yang sangat buruk keadaannya mulai dari segi politik, ekonomi bahkan moralitas rakyat. Nabi Muhammad dan Nabi Jibril melihat negara Amerika dan Rusia yang suka mengacaukan isi dunia dimana Amerika sangat haus harta sedangkan Rusia sebagai negara kafir terbesar di bumi, dan mereka juga melihat wujud asli Indonesia yang dianggap oleh orang bumi sebagai negara islam terbesar tetapi hanya 10% merupakan orang islam secara syariat menurut pandangan Nabi Muhammad dan Nabi Jibril. </p><p>Tuhan sudah menyiapkan surga untuk manusia tetapi manusia tidak mau masuk ke surga karena perbuatan mereka di bumi. Cerpen ini juga menggambarkan kepemerintahan yang buruk oleh Soekarno di Indonesia dimana Soekarno seolah olah menjadi Nabi dan memanfaatkan rakyat yang lemah untuk mempertahankan kepemimpinannya. Kekurangan cerpen ini untuk saya adalah penggunaan bahasa yang cukup susah dimengerti bagi orang awam karena menggunakan bahasa Indonesia lama serta penggunaan majas yang cocok untuk menggambarkan ekspresi cerita yang membuat pembaca dapat merasakan apa yang disampaikan. </p><p>Secara keseluruhan cerpen ini menunjukkan kerusakan dunia dan mengkritiknya dari segi agama, politik, pemimpin, manusia, dan seluruh hal yang merusak bumi. Sesuai judul "Langit Makin Mendung" dimana di bumi langit makin mendung menunjukkan rusaknya bumi secara bertahap hingga akhirnya turun hujan. Dan terdapat kutipan yang mengatakan "sinarnya tetap menyentuh bumi" para Nabi di surga tetap menyinari bumi dan berharap manusia masuk ke surga.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:18:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374183831</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Derwinsyah Gibbar </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374184043</link>
         <description><![CDATA[<p>Muhammad Derwinsyah Gibbar </p><p>125241032</p><p><br/></p><p>Impresi saya mengenai cerpen Langit Makin Mendung ini ialah, betapa menggambarkan cerpen ini dengan kondisi bangsa kita dengan kasus - kasus nya yang begitu banyak, dengan menggunakan penggambaran tokoh - tokoh seperti Muhammad. saw, Jibril, Presiden Soekarno, Togog, dan lainnya. Menggunakan tokoh diatas tentu semata mata bukan tanpa tujuan, untuk menggambarkan keadaan bangsa ini, penulis menafsirkan alur, tokoh, dan hal - hal lainnya secara tersirat.</p><p><br></p><p>Cerpen ini dapat kita sadari secara tidak langsung sedang melakukan kritik sosial mengenai isu - isu yang terjadi pada bangsa ini, seperti ketidakadilan, kemiskinan, seks bebas, pelecehan seksual, penindasan. Dan disini menurut saya penulis ingin menyampailan bahwasannya semua manusia bisa menjadi pelaku juga bisa menjadi korban. Disini menurut saya penulis memfokuskan bahwa bangsa ini banyak yang melenceng atau tidak sejalan dengan pegangan hidup kita yaitu Pancasila. Dan seperti teks terakhir pada cerpen ini</p><p><br></p><p>"Hati mereka bagai mencari, betapa pun langit makin mendung, sinarnya tetap ingin menyentuh bumi."</p><p><br></p><p>Ini menurut saya, penulis ingin menjelaskan bahwa rakyat ini ditindas oleh pemerintah, tetapi pemerintah membungkam perasaan rakyat ini. Tetapi tetap rakyat mengharapkan secercah harapan ataupun mukjizat yang datang "menyelamatkan".</p><p><br/></p><p>Penulis sukses membuat saya untuk bisa membayangkan isu atau konflik sosial yang dituliskan secara tersirat dalam cerpen itu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:18:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374184043</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Matahun Nayla Armiajanti / 125241006</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374184583</link>
         <description><![CDATA[<p>Kesan yang kontroversial terhadap kehidupan sosial dan keagaaman di Indonesia juga meninggalkan kesan yang mengguncang pada diri saya akan moralitas, agama, dan kemunafikan. Bagi saya memang kontroversial tapi cerpen ini berhasil meninggalkan kesan mendalam tentang kemunafikan, cerpen ini merupakan refleksi pahit realitas bagi saya, cerpen yang kontroversial dan meninggalkan kesan mendalam bagi saya, terutama dalam menggambarkan kemunafikan dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Indonesia. Bagi saya, ini bukan sekadar cerita, tetapi cerminan keras tentang keadaan yang sering diabaikan. Bahasa satirnya tajam, bahkan di beberapa bagian terasa vulgar, terutama dalam penggambaran adegan cabul yang menyinggung tokoh religius. Bagian ini semakin memperkuat kritiknya terhadap kemunafikan, meskipun bagi sebagian orang hal ini terasa berlebihan. Jadi, cerpen ini memancing emosi dan pemikiran saya, menghadirkan nuansa getir tentang bagaimana nilai-nilai luhur sering kali terdistorsi oleh kepentingan tertentu. Meskipun penuh kontroversi, cerita ini justru mengajak pembaca untuk tidak hanya melihat permukaannya. Dan membuat saya bertanya-tanya sejauh mana kita berani menghadapi kebenaran yang pahit?</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:18:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374184583</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374185280</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Naira Mumtaz Senjani</p><p>Nim : 125241076</p><p>cerpen ini menurut saya adalah suatu sindiran untuk pemimpin dan rakyat indonesia. sejujurnya banyak kata kata yang tidak saya mengerti, tetapi menurut saya cerpen ini menggambarkan keadaan indonesia dari era proklamasi bahkan sampai sekarang.</p><p>dimana rakyat indonesia terlalu mengagungkan “manusia” “kemajuan” “perubahan” “takhayul” tanpa memandang mana yang benar dan mana yang salah, kita dibodoh bodohi dengan cerita dongeng bahwa negara ini adalah negara yang berdaulat. banyak yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan yang tidak kekal dan sementara, menggunakan agama sebagai tameng untuk menutupi keburukan negara. cerpen ini menggambarkan kepemerintahan kita yang kotor, melakukan “kerjasama” dengan negara luar bukan untuk memperbaiki negara tetapi untuk diri seorang, keegoisan yang menutup mata mereka sampai mereka rela menjadi ahli neraka untuk surga dunia, “untuk negara” padahal di sisi lain dunia rakyat dari negara “beragama” ini hancur bahkan lebih melarat di bandingkan dengan anjing jalanan, hidup ditempat tak layak, menjual diri, melakukan tindakan kriminal, segala dilakukan untuk bertahan hidup tidak memandang moral etika dan agama. sayang nya rakyat indonesia selalu percaya dan mau dibodoh bodohi yang katanya penguasa negara. perasaan saya membaca cerpen ini campur aduk, malu, prihatin dan marah bukan karena negara nya tapi isu sosial nya…tapi itu menjadi pelajaran untuk saya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. yaa semoga indonesia menjadi lebih baik. menurut saya cerpen ini juga lucu, kata kata yang digunakan banyak yang vulgar, menyinggung tetapi fakta jadi yaa, bagus. saya sedikit mengerutkan jidat sih sedikit saat melihat nama rasul, Muhammad SAW…mungkin penulis benar” ingin mengingatkan ke negara mayoritas beragama islam ini bahwa yang terjadi sekarang sudah sangat jauh dari agama. yaa saya kurang mengerti kaitan dengan agama, tetapi sejauh ini saya enjoy baca cerpen ini. sekian pendapat dari saya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:19:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374185280</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Muhammad Galang Raya Sabilillah </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374186028</link>
         <description><![CDATA[<p>125241049/A</p><p>Kesan saya pada cerita ini adalah ada banyak makna-makna tersembunyi pada kalimatnya yang saya tidak mengerti maksudnya. Berawal dari pembawaan Nabi muhammad yang kesal melihat perilaku manusia dibumi yang dianggap sebagai iblis-iblis dari neraka. Perilaku mereka sungguh mencerminkan perilaku iblis dimana mereka melakukan kemesuman, kemunafikan, kelaparan, dan lain-lain. Melihat para makhluk-makhluk ini saling merusak benar-benar sesuai dengan keadaan dunia sekarang. Berlanjut ke Indonesia dimana Nabi Muhammad tidak sengaja terdampar disana. 90% dari rakyatnya adalah pemeluk agama islam, tetapi tidak sampai 10% yang benar-benar memahami agama islam. Banyak dari rakyatnya yang melakukan kejahatan seperti mencopet/maling. Di sisi lain, pemerintahnya juga tidak jauh dari kata kejahatan. Para menteri menggayang istri orang atau perawan, mengadakan pesta dengan membawa alkohol dan daging babi. Mereka juga semena-mena terhadap rakyatnya sendiri, menambahkan bumbu kebohongan pada setiap ucapannya. Meski begitu para rakyat tetap memaafkannya karena rakyat bagaikan mentari yang selalu berusaha menyinari walaupun langit makin mendung.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:19:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374186028</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374186468</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Amira Sakinah</p><p>Nim : 125241062</p><p><br/></p><p>Cerpen Langit Makin Mendung karya Kipandjikusmin menyajikan kritik tajam terhadap kemunafikan dalam beragama. Cerita ini menggambarkan bagaimana agama sering kali hanya dijadikan simbol atau formalitas tanpa benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang tampak rajin beribadah, tetapi sikap dan perbuatannya justru bertentangan dengan nilai-nilai agama itu sendiri.</p><p>Melalui cerpen ini, kita diajak untuk merenungkan bahwa keimanan bukan hanya diukur dari seberapa sering seseorang menjalankan ritual ibadah, tetapi lebih dari itu, harus tercermin dalam perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kasih sayang. Kritik sosial yang disampaikan dalam cerita ini hendaknya tidak dilihat sebagai penghinaan terhadap agama, melainkan sebagai cermin untuk introspeksi diri agar tidak terjebak dalam kepalsuan iman.</p><p>Selain itu, cerpen ini juga mengingatkan bahwa agama bukan sekadar aturan yang harus diikuti secara kaku, melainkan pedoman hidup yang seharusnya membentuk karakter seseorang menjadi lebih baik. Keimanan sejati harus dibuktikan melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sosial, bukan hanya dalam ruang ibadah. Dengan demikian, pesan moral dari cerpen ini sangat relevan, yaitu bahwa keyakinan yang tulus harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, bukan sekadar dalam kata-kata atau ritual belaka.Cerpen Langit Makin Mendung karya Kipandjikusmin menyajikan kritik tajam terhadap kemunafikan dalam beragama. Cerita ini menggambarkan bagaimana agama sering kali hanya dijadikan simbol atau formalitas tanpa benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang tampak rajin beribadah, tetapi sikap dan perbuatannya justru bertentangan dengan nilai-nilai agama itu sendiri.  Melalui cerpen ini, kita diajak untuk merenungkan bahwa keimanan bukan hanya diukur dari seberapa sering seseorang menjalankan ritual ibadah, tetapi lebih dari itu, harus tercermin dalam perilaku yang mencerminkan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kasih sayang. Kritik sosial yang disampaikan dalam cerita ini hendaknya tidak dilihat sebagai penghinaan terhadap agama, melainkan sebagai cermin untuk introspeksi diri agar tidak terjebak dalam kepalsuan iman.  Selain itu, cerpen ini juga mengingatkan bahwa agama bukan sekadar aturan yang harus diikuti secara kaku, melainkan pedoman hidup yang seharusnya membentuk karakter seseorang menjadi lebih baik. Keimanan sejati harus dibuktikan melalui sikap dan tindakan dalam kehidupan sosial, bukan hanya dalam ruang ibadah. Dengan demikian, pesan moral dari cerpen ini sangat relevan, yaitu bahwa keyakinan yang tulus harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, bukan sekadar dalam kata-kata atau ritual belaka.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:20:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374186468</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesan</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374187518</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Naila Azzahra Nur Pranggono </p><p>NIM: 125241042</p><p><br/></p><p>Kesan pertama yang saya dapatkan setelah membaca cerpen Langit Makin Mendung karya Kipandjikusmin adalah berani. Penggambaran Tuhan dan Nabi pada paruh awal cerpen dibuat seakan-akan seperti manusia sekarang yang membuat cerpen tersebut begitu kontroversial, terutama oleh kaum Islam. Indonesia yang umat Muslim nya berjumlah sekitar 90% (seperti yang disebutkan dalam cerpen) merasa tersinggung pada penggambaran dalam cerpen, padahal sesungguhnya  cerpen tersebut tidak bisa diketahui maknanya secara dangkal. Diperlukan berbagai pandangan untuk menginterpretasikan makna di dalamnya yang sebetulnya menyinggung keadaan Indonesia pada saat itu yang begitu kacau balau. Deskripsi kehidupan Indonesia pada saat itu dalam cerpen membuat saya merasakan bahwa memang begitu “semrawut”, apalagi pemerintahnya benar-benar tidak bisa dipercaya dan diandalkan. Satu kata dari saya adalah miris.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:20:42 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374187518</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374192635</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Zahra Faradilla Deva </p><p>NIM: 125241054</p><p><br/></p><p>Saat membaca cerpen Langit Sudah Mendung, saya merasakan perasaan yang campur aduk. Bahasa yang digunakan terasa tegas tetapi menyimpan makna yang dalam, seakan mengajak pembaca untuk merenungkan tema yang diangkat. Cerpen ini memberikan kesan kuat tentang pertentangan batin dan kritik sosial yang tajam, membuat saya bertanya-tanya tentang batasan dalam berekspresi dan bagaimana suatu karya dapat memicu perdebatan luas. Di satu sisi, saya mengapresiasi keberanian cerpen ini dalam mengangkat isu sensitif, tetapi di sisi lain, saya juga memahami mengapa cerita ini menuai kontroversi. Kesannya tidak hanya sekadar cerita fiksi, tetapi juga sebagai pengingat bahwa sastra memiliki kekuatan untuk menggugah, memprovokasi, dan bahkan menantang norma yang ada.</p><p><br/></p><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:24:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374192635</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374193079</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Kaldea Qalby K. A</p><p>Nim: 125221078</p><p><br/></p><p>Menurut saya cerpen ini mampu menjelaskan keadaan dalam negeri ini saat dipimpin oleh presiden sukarno dengan jelas karena dapat menjelaskan keadaan negeri indonesia yang buruk pada kepemimpinan sukarno karena banyak penguasa yang korup dengan penulisannya yang jelas apa adanya.  </p><p>Karya ini juga mengkritik tentang kezaliman kezaliman yang dilakukan oleh para penguasa pada saat itu </p><p>Namun saya tidak setuju dengan penulis yang mempersonifikasikan Nabi besar umat islam Nabi Muhammad SAW. </p><p>Dalam cerpen ini juga memberitahu bahwa mayoritas agama yang dipeluk oleh masyarakat Indonesia adalah islam, namun banyak dari mereka hanya memeluk agama islam dan mencantumkannya dalam KTP, namun tidak benar benar menjalankan syariat islam dengan benar</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:24:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374193079</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Natasya Ayu Wulandari/125241030</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374193515</link>
         <description><![CDATA[<p>Dari cerpen ini, saya melihat bahwa adanya perbedaan signifikan antara agama Islam di zaman nabi dengan Islam di zaman sekarang. Indonesia pernah menjadi negara dengan pemeluk agama Islam terbesar di dunia. Namun pada kenyataannya, hanya sebagian kecil orang yang benar-benar menganut ajaran Islam, sebagian besar hanya menjadikan Islam sebagai status dan bukan kepercayaan. Bahkan, pemeluk agama Islam saat ini banyak yang menyimpang dari ajaran agama tersebut. </p><p>Cerpen tersebut juga menunjukkan kebiasaan buruk warga negara Indonesia yang ternyata sudah ada sejak awal. Pemerintah tidak pernah transparan dalam membuat kebijakan dan masyarakat memiliki sikap pemaaf dan pelupa yang terbentuk dari kebiasaan dibohongi.</p><p>Cerpen dikemas dengan bahasa kiasan dan mempertahankan estetika. Meskipun begitu, penulis berhasil menambahkan unsur komedi yang tetap relevan dengan jalan cerita cerpen.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:24:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374193515</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374195935</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Muh Alv Nuhung Aslam</p><p>NIM : 125241066</p><p>Kelas : A</p><p><br/></p><p>Kesan pertama saya saat membaca cerita pendek ini adalah ceritanya menurut saya sangat unik dalam segi pemilihan kata dan penyampaian pesannya, walaupun masih agak sulit untuk saya pahami apa yang disampaikan pada cerita ini. Mungkin dalam cerita ini banyak ditemukan sindiran terhadap kondisi sosial pada masa cerita pendek ini diterbitkan.</p><p><br/></p><p>Seperti :</p><ol><li><p>Rakyat Jakarta yang berdasarkan statistik terdapat 90Juta umat Muslim, namun ternyata tidak ada sejuta yang betul-betul Islam.</p></li><li><p>Gambaran kondisi Jakarta yang sangat buruk pada zamannya</p></li><li><p>Polisi Indonesia yang mudah disogok dan Menteri-menteri yang tidak becus dalam menangani masalah dalam negeri. </p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:26:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374195935</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Devin Andi Firman Syah   NIM : 125241029</title>
         <author>devinandi28</author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374196519</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Setelah saya membaca cerpen "Langit Makin Mendung" Karya Ki Panji Kusmin, saya tertarik dengan konsep yang dimana nabi muhammad dan malaikat Jibril dengan izin allah pergi Mikraj lagi untuk melihat keadaan yang ada di dunia terutama di Jakarta karena kebetulan nabi muhammad terdampar setelah tertabrak satelit, disitu keadaan digambarkan sangat buruk, nabi muhammad terheran adanya nabi palsu dan keadaan jakarta yang umatnya ada disitu 90 juta sedang berperang dengan sesama negara yang terdapat kebanyakan umatnya juga (Malaysia) , pemerintah - pemerintah mendapati banyak yang bermain dengan pelacur, masyarakat kecil yang marah dengan pemerintahannya tetapi cuma bisa dipendam dalam hati, mereka tahu kalau pemerintahannya salah atau melenceng tetapi mereka hanya masyarakat yang mudah dibodohi hanya bisa bergantung dengan pemerintahan yang ada. Mungkin yang jadi kontroversi itu tokoh dalam agama islam digambarkan kurang baik seperti nabi muhammad yang memerlukan tontonan asyik seperti keadaan jakarta dengan bukti percakapan beliau untuk memohon di siarkan di sorga nanti, untuk mengisi waktu luang. </p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:27:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374196519</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Annisa Nahdia Nurul Azizah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374196586</link>
         <description><![CDATA[<p>NIM : 125241096</p><p><br/></p><p>Impresi cerpen Langit Mulai  Mendung</p><p><br/></p><p>- Saya tertarik dengan konsep tokoh pengamat yg digambarkan sebagai sosok Nabi Muhammad saw dan Malaikat Jibril. Karakterisasi keduanya kontradiktif tapi saling mengisi. Tokoh Nabi Muhammad saw yg digambarkan sebagai sosok berhati lembut sehingga denial dan tak ingin melihat kenyataan yg terjadi pada ummatnya, serta tokoh jibril yg terlihat menikmati pemandangan tersebut nampak meyakinkan Nabi untuk terus melakukan pengamatan tanpa bisa berbuat apapun dalam wujud burung elang. </p><p>- mengenai isu kebusukan di masa pasca kemerdekaan, penulis menggambarkannya secara gamblang dengan bahasa yg terlihat muak pada apa yg terjadi. Terdapat dualitas antara si miskin dan si kaya yang mana semakin menambah ironi dalam cerpen tersebut.</p><p>- menurut saya, letak kontroversi cerpen ini adalah pada kegamblangan kondisi nyata di periode tersebut. Namun yang menuntut pemboikotan karya ini adalah oknum mabuk agama yg tak terima dikata islam KTP. Hal ini semakin menguatkan kenyataan yg diangkat, mereka yg memboikot itu menggunakan topeng agama untuk menutupi keikutsertaan mereka terhadap dosa.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:27:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374196586</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374198926</link>
         <description><![CDATA[<p>kaylif ramadhani - 125241012</p><p><br/></p><p>Cerpen "Langit Masih Mendung" menceritakan tentang Muhammad SAW yang awalnya berada di surga memutuskan untuk turun ke bumi untuk menyelidiki alasan mengapa banyak umatnya yang di jebloskan ke neraka, dan bukannya di jebloskan ke dalam surga. </p><p>impresi saya pada saat membaca cerpen ini, pada awalnya bingung karena di awal membahas tentang Muhammad dan Jibril lalu menjalar ke keadaan politik di Indonesia pada era 90 an. Lambat laun saya mencoba untuk memahami bahwasannya cerpen ini menyiratkan suasana kondisi di era 90 an yang dimana di cerpen tsb dikatakan, 90% orang beragama islam tapi tidak benar-benar islam, orang biasa menyebutnya sebagai "islam KTP". Kemudian di paragraf berikutnya, menceritakan tentang rakyat-rakyat yang mengumbar nafsu birahinya tanpa memikirkan resiko penyakit kelamin. Selanjutnya, gaya hedonisme para pemerintah yg membual di depan rakyat nya yg sedang menahan kelaparan. Dan yg menarik perhatian saya adalah yg dimana rakyat selalu memaafkan kesalahan pemerintah.</p><p>cerpen yang saya baca ini menurut saya cukup berat untuk dipahami untuk saya yang masih awam. Sempat merasa tabu ketika membaca bagian rakyat yang mengumbar nafsu birahinya, namun dg saya membaca cerpen ini saya dapat menjadi lebih terbuka tentang cara pandang dan cara berpikir orang lain</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:28:51 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374198926</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374200438</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Nasywa Arifah Aliyah</p><p>NIM: 125241094</p><p><br/></p><p>Setelah membaca cerpen ini, saya mendapatkan kesan sosial yang menceritakan tentang kritik terhadap masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam namun mengerjakan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai Islam seperti berhubungan seksual secara bebas. Cerpen ini diawali dengan penokohan Islam yang membuat saya cukup kaget. Tidak heran banyak kontroversi di kalangan masyarakat mengenai cerpen ini. </p><p><br/></p><p>Melalui cerpen ini, saya bisa mendapatkan gambaran situasi rezim orde lama. Dari apa yang saya tangkap, cerpen ini mencakup kritik politik terhadap supremasi hukum di Indonesia yang tidak dipercaya masyarakat sehingga membuat masyarakat jadi main hakim sendiri (tukang becak menghajar tukang copet). Selain itu, cerpen ini juga memberikan kritik terhadap pemerintahan Indonesia dimana rakyat diceritakan hidup sengsara namun pejabat-pejabatnya hidup dengan kenyamanan. Saya mendapatkan gambaran bentuk kritik terhadap pemerintahan ini salah satunya ada pada bagian terakhir. Diceritakan bahwa koran memuat daftar menteri yang makan jagung agar rakyat mengetahui bahwa menteri tidak selamanya makan enak. Namun, hal ini dapat dikatakan sebagai salah satu bentuk 'pencitraan' karena hal yang sebenarnya terjadi tidak seperti itu. Bagi saya yang tidak hidup di zaman orde lama, cerpen ini cukup memberikan gambaran nyata terhadap kekacauan apa yang telah terjadi melalui contoh-contoh sosial langsung di masyarakat.</p><p><br/></p><p>Gaya kepenulisan dari cerpen ini menggunakan gaya bahasa kesusastraan yang membuat beberapa kata agak sulit untuk saya mengerti. Namun, hal ini tidak menjadi masalah sebab saya masih dapat menemukan inti dari cerita ini.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:29:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374200438</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jaka Nur Fuad</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374207948</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama : Jaka Nur Fuad</p><p>NIM : 125241085</p><p><br/></p><p>Kesan saya saat membaca cerpen Langit Makin Mendung ini menggunakan kalimat yang cukup berat, sehingga membutuhkan waktu untuk memahami cerpen tersebut, namun cerpen tersebut dapat mengilustrasikan keadaan yang dialami pada saat itu. Menurut saya cerpen Langit Makin Mendung ini menceritakan keadaan Indonesia saat ini. Cerpen ini sukses membuat pembaca mengetahui hal hal negatif pada indonesia, seperti kebobrokan rakyat, korupsi dimana mana, bahkan negara ini kehilangan nilai nilai moral dan keagamaan. Cerpen ini menurut saya ingin menyindir negara Indonesia pada saat ini sehingga sangat sensitif sekali karena juga menggunakan tokoh muhammad dan jibril.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:35:50 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374207948</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374208622</link>
         <description><![CDATA[<p>Nama: Louisa Marian A.J</p><p>NIM: 125241018</p><p><br/></p><p>Setelah saya membaca cerpen "Langit Makin Mendung" di awal sempat kesulitan untuk memahami kalimatnya. Kalimat dalam cerpen ini ada yang ditulis menggunakan kata-kata yang tidak terlalu saya pahami dan ada juga yang berbentuk metafora, namun mengena dan sesuai dengan realita. Di awal pembahasannya cenderung bersifat satir. Kemudian pembahasan selanjutnya mulai mengangkat isu sosial, politik, agama di tahun cerpen tersebut dibuat. </p><p>Tergambar sekali bagaimana seberapa carut marutnya keadaan Indonesia pada masa Orde Lama. Tidak hanya tingkah laku rakyat saja namun juga pihak pemerintah pun dibuat geleng-geleng. Dalam cerpen ini dibahas kondisi ekonomi masyarakat antara yang kaya dan punya jabatan dengan yang miskin (contoh: bahan pangan dasar pengganti untuk dimakan rakyat. Yang sempat dibahas di cerpen, sedangkan orang-orang yang duduk di pemerintahan, memliki jabatan tertentu bisa makan dengan mewah dan enak). Kemudian disinggung juga mengenai Indonesia dengan penduduk 90% beragama Islam, namun perilaku pemeluknya tidak mencerminkan perilaku yang sesuai dalam agama Islam. Disinggung juga isu politik saat itu yakni di masa orde lama dimana saat itu masih dipimpin oleh Soekarno, pengimplementasian ideologi NASAKOM, NEOKOLIM, menteri-menteri yang menjabat saat itu serta menyinggung tentang gerakan G30S/PKI.Ideologi NASAKOM yang bisa dibilang tidak tepat diimplementasikan di negara ini. Rakyat menjadi korban janji-jani manis pemerintah, kesalahan-kesalahan pemerintah ditutupi seenak jidat, tanpa rakyat tahu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:36:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374208622</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Raina sirvi falihah NIM: 125241055</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374209126</link>
         <description><![CDATA[<p>Impresi saya terhadap cerpen ini merupakan cerpen yang kontroversial. Karena mengangkat tema-tema yang berani dan termasuk cerpen yang sarkastik terhadap warga dan pemerintah Indonesia sendiri yang tidak menyadari kebejatan mereka dan agar mereka sadar terhadap itu. Tapi itulah yang membuat cerpen ini menarik, karena berani mengangkat tema agama dan politik yang kemungkinan menyinggung pihak-pihak yang bersangkutan. Dari saya sendiri agak merasa aneh karena saya membaca muhammad, jibril, dan Tuhan yang di personifikasikan didalam cerpen ini. Namun saya lebih berusaha memandangnya secara positif bahwa ini merupakan salah satu contoh karya sastra yang lebih condong memandangnya sebagai metafora karya sastra. Di metaforakan dengan muhammad yang turun ke bumi melihat kebejatan manusia-manusia yang ada di Jakarta meski kebanyakan dari mereka merupakan umatnya. Lalu membahas tentang politik yaitu pemerintah Indonesia yang berhubungan dengan berbagai macam topik seperti pki, penyerangan malaysia, kudeta, dll. Dari yang saya baca juga beliau sarkas terhadap pemerintah terlebih kepada soekarno yang banyak disinggung seperti berkomplot dengan dukun, &nbsp;pki, dll. Disinggung juga pemerintah yang katanya hidup sederhana namun aslinya makanan yang mereka makan pun meski sederhana merupakan makanan impor yang tentu saja memakan uang lebih besar, namun rakyat Indonesia tetap memaklumi hal itu.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:36:55 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374209126</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374216979</link>
         <description><![CDATA[<p>Nabila Khoirunnisa Rizali</p><p>125241041</p><p><br/></p><p>Hal pertama yang saya rasakan ketika saya membaca cerpen ini adalah kaget. Karena penggunaan tokohnya adalah tokohnya menggunakan sosok-sosok yang besar dalam suatu agama. Cara penulisan cerpen ini juga berbeda dengan cerpen yang biasa saya baca, hingga saya harus membacanya lebih seksama untuk memahami ceritanya. Cerpen ini menuliskan betapa bobroknya suasana sosial kala itu. Dalam cerpen, dikatakan bahwa 90% masyarakat adalah islam, namun hanya segelintir saja yang benar-benar menjalankan syariat sebagai seseorang beragama. Disini, seorang presiden dan orang-orang dianggap paham agama seakan telah melupakan agamanya sendiri hanya untuk kesenangan belaka yang menggambarkan betapa mirisnya hal tersebut.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 03:43:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374216979</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama: Megumi Nadya Setiyawan NIM: 125241052</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374237300</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>"Langit Makin Mendung” karya Ki Pandji Kusmin merupakan cerpen yang mengkritik agama juga pemerintahan Indonesia pada masa itu. Sebagai permulaan cerpen ini menggambarkan Nabi Muhammad yang turun ke bumi melihat bagaimana bobroknya kehidupan manusia di dunia. Dalam cerpen diceritakan bagaimana perzinaan terjadi dimana-mana, penyimpangan agama, juga kebohongan pemerintah. Keagamaan pada masa itu hanya berfungsi sebagai simbolis tanpa menjalankan nilai-nilai keagamaannya. Dalam pemerintah pun turut melakukan banyak perbuatan-perbuatan kotor seperti pengganyangan sampai kebohongan yang disebarkan dalam masyarakat. Bahasa yang digunakan indah juga dilengkapi dengan penggunaan satir. Mudah untuk dipahami meskipun ada beberapa kosakata asing yang masih perlu didalami maknanya.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 04:00:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374237300</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nama : Azzahra Melica Marzie NIM : 125241040</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374239617</link>
         <description><![CDATA[<p><br/></p><p>Menurut saya, cerpen ini secara kesuluruhan sangat menarik. Dari segi alur maupun kebahasaannya sangat mengesankan. Penulis banyak sekali mengungkit aspek aspek politik yang sering kali terjadi di dunia nyata. Banyak sekali digambarkannya kondisi masyarakat yang makin hari nilai moralnya semakin berkurang.</p><p>Cara penulis mengungkit fenomena fenomena tersebut sangat jarang ditemui pada karya sastra lainnya. Ki Panji Kusmin menggunakan tokoh tokoh agama islam sebagai sosok yang menilai kondisi politik yang terjadi, sehingga konflik tersebut dinilai melalui sudut pandang islam. Diawali dengan Muhammad yang ingin tau atas alasan jumlah umat yang masuk surga sangat sedikit yang menjadikannya ingin kembali ke bumi. Dalam perjalanan Muhammad dan Jibril menuju bumi, mereka bertabrakan dengan pesawat luar angkasa Rusia (Sputnik) yang menyebabkan mereka jatuh ke Jakarta. Dari situ banyak sekali dijelaskan situasi Indonesia yang penuh dengan korupsi, ketimpangan sosial serta perilaku pemerintah yang egois.</p><p>Cerpen ini mengajak pembaca untuk merenungkan kondisi sosial rakyat. Sangat penting untuk masyarakat agar dapat meningkatkan kesadarannya atas tindakan tindakan buruk yang sering terjadi. Diharapkan pembaca dapat semakin bijak dalam berperilaku supaya dapat menciptakan lingkungan yang sejahtera. Selain hal tersebut, cerpen ini menjadi bukti adanya bentuk kebebasan ekspresi dalam sastra.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 04:02:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374239617</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Naufal Adli Muqaffa 125241097</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374307455</link>
         <description><![CDATA[<p>Cerpen "Langit Makin Mendung" karya Ki Panji Kusmin memberikan kesan awal yang sedikit membingungkan menurut saya, karena cerpen ini menggunakan beberapa bahasa-bahasa yang kurang saya mengerti dan juga sudut pandang yang tidak biasa sehingga saya membutuhkan waktu untuk memahami cerpen ini. Cerpen ini menceritakan kejadian pada masa itu yang menjelaskan bahwa masyarakat Indonesia mayoritas beragama Islam akan tetapi banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan ajaran agama Islam. Yang membuat saya agak saya agak membingungkan karena pada awal cerpen tersebut menggunakan sudut pandang tokoh-tokoh dalam Islam. Inti dari cerpen ini adalah tentang mengkritik penurunan moral, agama, dan sosial di Indonesia melalui satir, menyoroti kemunafikan, dan pengaruh negatif modernisasi.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-03-20 04:56:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/karyantopuji/1qawbm9j0xm3yqvz/wish/3374307455</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
