<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tugas 1 - Ekonomika Keuangan Islam (Kelas F) by RACHMALILA DESHERINDA</title>
      <link>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k</link>
      <description>Kelompok 5:
1. Rachmalila Desherinda (20313241)
2. Faza Ilham Ahmad (20313243)
3. Delphinia Fayikhoirunisa (20313244)</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-03-10 10:05:14 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-03-13 04:06:12 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>1. Dampak krisis ekonomi terhadap kinerja keuangan dan perbankan dalam system keuangan di Indonesia!</title>
         <author>20313241</author>
         <link>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2088026679</link>
         <description><![CDATA[<div>- Krisis ekonomi yang terjadi memberikan dampak kepada Indonesia terutama pada sistem bunga yang ditetapkan pada konvensional terhadap inflasi, investasi, produksi, pengangguran, dan kemiskinan. Sedangkan, krisis keuangan dapat menyebabkan dana yang direpatriasi berjumlah besar, sehingga menimbulkan penjualan saham dan surat berharga utang dalam jumlah yang besar.</div><div>- Dampak krisis ekonomi terhadap kinerja keuangan dan perbankan dalam system keuangan di Indonesia yaitu menurunnya nilai aktiva produktif atau earning assests dalam bentuk kredit dan surat berharga yang dibeli bank. Selain itu, menurunnya kecukupan modal (CAR) juga diakibatkan oleh krisis ini karena kerugian berasal dari pencadangan atas penurunan kualitas aktiva produktif dan gagal bayar bunga kredit. Pada tahun 1998-2003, Indonesia pernah mengalami krisis keuangan, sehingga pada krisis di tahun 2008 indonesia mampu bertahan karena pada tahun 1998 indonesia telah memperbaiki beberapa aspek, misalnya aspek dari segi transparansi yang memenuhi akuntabilitas dan efektifitas, profesionalisme dan kompetensi, pemenuhan ketentuan perbankan dan prinsip kehati-hatian. Terpeliharanya posisi eksposur valuta asing tanpa resiko yang terkandung pada neraca bank dapat mengakibatkan bank tidak lagi berperan sebagai kasir di sejumlah perusahaan dan grup perusahaan tertentu. Suasana persaingan antar bank sehat baik yang bercirikan oligopoli untuk antar bank besar dan monopolistic competition bagi bank menengah ke bawah.</div><div>- Dampak dari permasalahan yang terjadi ditandai dengan adanya penarikan dana dalam valuta asing, khususnya dollar AS oleh lembaga-lembaga keuangan kreditor dan investor di AS. Hal ini dilakukan dengan cara menjual sekuritas saham dan surat berharga utang yang dibeli sebelumnya dalam rupiah kemudian ditempatkan pada bank-bank di Indonesia dan langsung dalam dollar. Dampak lainnya adalah dijualnya saham dan surat berharga utang dalam jumlah yang besar. Tidak hanya itu, krisis ini juga mengakibatkan perlambatan ekonomi terutama di negara maju, dan menurunnya permintaan di dalam negeri atau luar negeri. Permintaan ekspor berkurang, sehingga berdampak pada proses produksi. Kegiatan re-ekspor juga terjadi pengurangan karena menggeser turun perdagangan jasa yang berhubungan dengan aktivitas ini. Pariwisata juga terdampak dalam krisis ini yang mengakibatnya penurunan terhadap PDB. Kondisi perekonomian yang tidak kondusif dan adanya pengurangan belanja investasi akan mendorong perusahaan untuk melakukan pemotongan upah, pengurangan jam kerja, serta memutuskan hubungan kerja. Pertumbuhan konsumsi juga ikut terlibat karena turunnya akses pembiayaan dan upah.&nbsp;<br>- Dampak langsung dari krisis keuangan bagi Indonesia yaitu kerugian dari beberapa perusahaan di Indonesia yang berinvestasi. Selain itu, dampak tidak langsung dari krisis keuangan yaitu turunnya likuiditas, turunnya harga komoditas, melonjaknya tingkat suku bunga, melemahnya pertumbuhan sumber dana, dan melemahnya nilai tukar rupiah.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-10 10:10:05 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2088026679</guid>
      </item>
      <item>
         <title>20313244_DELPHINIA FAYIKHOIRUNISA </title>
         <author>20313244</author>
         <link>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091711299</link>
         <description><![CDATA[<div>Krisis ekonomi yang terjadi memberikan dampak kepada Indonesia terutama pada sistem bunga yang ditetapkan pada konvensional terhadap inflasi, investasi, produksi, pengangguran, dan kemiskinan. Dampak krisis ekonomi terhadap kinerja keuangan dan perbankan dalam sistem keuangan di Indonesia yaitu menurunnya nilai aktiva produktif atau earning assests dalam bentuk kredit dan surat berharga yang dibeli bank. Selain itu, menurunnya kecukupan modal (CAR) juga diakibatkan oleh krisis ini karena kerugian berasal dari pencadangan atas penurunan kualitas aktiva produktif dan gagal bayar bunga kredit. Pada tahun 1998-2003, Indonesia pernah mengalami krisis keuangan, sehingga pada krisis di tahun 2008 indonesia mampu bertahan karena pada tahun 1998 indonesia telah memperbaiki beberapa aspek, misalnya aspek dari segi transparansi yang memenuhi akuntabilitas dan efektifitas, profesionalisme dan kompetensi, pemenuhan ketentuan perbankan dan prinsip kehati-hatian. Terpeliharanya posisi eksposur valuta asing tanpa resiko yang terkandung pada neraca bank dapat mengakibatkan bank tidak lagi berperan sebagai kasir di sejumlah perusahaan dan grup perusahaan tertentu. Suasana persaingan antar bank sehat baik yang bercirikan oligopoli untuk antar bank besar dan monopolistic competition bagi bank menengah ke bawah.</div><ul><li>Dampak dari permasalahan yang terjadi ditandai dengan adanya penarikan dana dalam valuta asing, khususnya dollar AS oleh lembaga-lembaga keuangan kreditor dan investor di AS. Hal ini dilakukan dengan cara menjual sekuritas saham dan surat berharga utang yang dibeli sebelumnya dalam rupiah kemudian ditempatkan pada bank-bank di Indonesia dan langsung dalam dollar. Dampak lainnya adalah dijualnya saham dan surat berharga utang dalam jumlah yang besar. Tidak hanya itu, krisis ini juga mengakibatkan perlambatan ekonomi terutama di negara maju, dan menurunnya permintaan di dalam negeri atau luar negeri. Permintaan ekspor berkurang, sehingga berdampak pada proses produksi. Kegiatan re-ekspor juga terjadi pengurangan karena menggeser turun perdagangan jasa yang berhubungan dengan aktivitas ini. Pariwisata juga terdampak dalam krisis ini yang mengakibatnya penurunan terhadap PDB. Kondisi perekonomian yang tidak kondusif dan adanya pengurangan belanja investasi akan mendorong perusahaan untuk melakukan pemotongan upah, pengurangan jam kerja, serta memutuskan hubungan kerja. Pertumbuhan konsumsi juga ikut terlibat karena turunnya akses pembiayaan dan upah.</li></ul><div><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-12 15:46:34 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091711299</guid>
      </item>
      <item>
         <title>20313243 FAZA ILHAM AHMAD</title>
         <author>20313243</author>
         <link>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091973491</link>
         <description><![CDATA[<div>Indonesia mengalami krisis keuangan global yang memberikan dampak sangat buruk bagi perekonomian, tidak hanya berpengaruh dalam bank konvensional saja tetapi juga berdampak pada bank syariah. Dampak yang diakibatkan karena krisis ini adalah turunnya nilai aktiva produktif atau earing assests dalam bentuk kredit dan surat berharga yang dibeli bank. Menurunnya kecukupan modal (CAR) juga diakibatkan oleh krisis ini, kerugiannya bermula dari pencadangan atas penurunnya kualitas aktiva produktif dan gagal bayar bunya kredit. Sebelumnya indonesia sudah terbiasa dengan krisis ini, karena pada tahun 1998 telah memperbaiki berberapa aspek, diantaranya adalah aspek dari segi transparansi yang memenuhi akuntabilitas dan efektifitas, profesionalisme, dan kompetensi, pemenuhan ketentuan perbankan dan prinsip kehati hatian. Bank tidak lagi berperan sebagai kasir di sejumlah perusahaan dan grup perushaan tertentu, karena terpeliharanya posisi eksposur valuta asing tanpa resiko yang terkandung pada neraca bank. Suasana persaingan antar bank sehat baik yang bercirikan oligopoli untuk antar bank besar dan monopolistic competition bagi bank menengah ke bawah. Dampak krisis keuangan yang menyebabkan kenaikan tingkat bunga mempengaruhi likuiditas bank konvensional. sementara itu, tingkatmargin dan bagi hasil bank syariah tidak terpengaruh langsung dengan adanya kenaikan BI rate karena tidak akan berubah selama waktu kontrak belum selesai dan untuk mengubahnya harus melalui kontrak baru yang disepakati kedua belah pihak. Bukan hanya bank konvesional saja yang mengalami kenaikan tingkat bunga simpanan dan pinjaman, bank syariah pun terdampak. tingkat rata rata bunga dari bank konvensional lebih tinggi dari pada bank syariah. Kinerja kedua bank ini berbeda, krisi keuangan bank 2008 menjadikan tingkat pendapatan yang diperoleh berkurang. secara umum kenaikan pendapatan bank syariah lebih tinggi dibandingkan dengan bank konvensional. sebaliknya, nilai pendapatan dibandingkan aset menunjukkan bak konvensional lebih tinggi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-13 01:45:37 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091973491</guid>
      </item>
      <item>
         <title>2. Bagaimana dengan dampak krisis ekonomi terhadap kinerja keuangan dan perbankan Islam?</title>
         <author>20313241</author>
         <link>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091976720</link>
         <description><![CDATA[<div>- Perkembangan perbankan syariah di Indonesia telah menjadi tolak ukur dalam keberhasilan eksistensi ekonomi syariah. Krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998 telah menenggelamkan bank-bank konvensional dan banyak yang di likuidasi karena kegagalan sistem bunga. Sementara perbankan yang menerapkan sistem syariah mampu bertahan dan tetap eksis. Selain itu, di tengah krisis keuangan global yang melanda dunia pada penghujung akhir tahun 2008, lembaga keuangan syariah kembali membuktikan daya tahannya dari terpaan krisis. Lembaga-lembaga keuangan syariah masih tetap stabil dan memberikan keuntungan, kenyamanan, dan keamanan bagi para pemegang saham, pemegang surat berharga, peminjam dan para penyimpan dana di bank-bank syariah. Bank syariah tetap berdiri kokoh dan tidak terpengaruh krisis yang terjadi disebabkan oleh sistem yang digunakan yaitu bagi hasil pada saat akhir tahun. Return yang diberikan kepada nasabah pemilik dana ternyata lebih tinggi, jika dibandingkan dengan bunga deposito yang diberikan oleh bank konvensional. Metode bagi hasil yang ditetapkan oleh bank syariah dirasakan lebih logis dan adil bagi investor, sehingga keberadaan bank syariah dapat lebih berkembang. Perkembangan bank syariah memberikan suatu alternatif baru bagi konsumen pengguna jasa perbankan dalam menikmati produk-produk perbankan dengan metode nonbunga.<br>- Berdasarkan nilai CAR yang diperoleh Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Mega Syariah periode 2006-2010 menunjukkan di atas 8% merupakan standar minimum dari Bank Indonesia, sehingga dapat dikatakan bahwa ketiga bank tersebut memiliki kinerja yang baik dan telah memenuhi kriteria CAR yang sehat. Perkembangan CAR sebelum krisis global lebih baik, jika dibandingkan dengan sesudah krisis global karena nilai CAR sebelum krisis global lebih tinggi daripada nilai CAR sesudah krisis global, meskipun telah mengalami penurunan. Penurunan tersebut terjadi karena adanya peningkatan modal bank yang tidak berimbang dengan peningkatan ATMR.<br>- Berdasarkan nilai NPF yang diperoleh Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, dan Bank Mega Syariah memiliki kinerja yang kurang baik. Artinya, tidak mampu dalam mengendalikan pembiayaannya karena tidak dapat meminimalkan pembiayaan yang bermasalah. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa sesudah krisis global relatif lebih besar, jika dibandingkan dengan sebelum krisis global. Selain itu, perkembangan NPF mengalami fluktuasi yang tidak stabil.<br>- Berdasarkan nilai NOM menunjukkan bahwa kemampuan bank dalam menghasilkan operasional bersih dengan menggunakan aktiva produktifnya kurang baik. Pertumbuhan NOM dari periode sebelum dan sesudah krisis global mengalami perubahan. Perkembangan NOM Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah menunjukkan penurunan pada periode sebelum dan sesudah krisis global. Penurunan yang terjadi disebabkan oleh rata-rata aktiva produktif meningkat dan beban bunga yang tinggi mengindikasikan bahwa investasi aset yang kurang tepat dalam menghasilkan laba. Sedangkan, dalam perkembangan NOM pada Bank Muamalat Indonesia mengalami peningkatan yang disebabkan oleh peningkatan aktiva produktif berimbang dengan peningkatan pendapatan operasional bersih.<br>- Berdasarkan nilai ROA yang diperoleh Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah sebelum dan sesudah krisis global menunjukkan bank mampu dalam menghasilkan laba dengan menggunakan aktivanya kurang baik. Perkembangan ROA dari periode sebelum dan sesudah krisis global menunjukkan bahwa Bank Muamalat Indonesia memiliki kinerja lebih baik karena mengalami peningkatan dalam menghasilkan keuntungan dan aktiva yang dimilikinya. Hal tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan total aset yang dimiliki. Sedangkan, nilai ROA pada Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah mengalami penurunan karena terjadi peningkatan laba sebelum pajak.<br>- Berdasarkan likuiditas yang diperoleh Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah periode sebelum dan sesudah krisis global mengalami perubahan. Pada Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah mengalami penurunan karena terjadi penurunan pada aktiva likuid yang dipengaruhi penurunan penempatan pada Bank Indonesia. Hal ini mengakibatkan tingkat kepercayaan dan keamanan bank menjadi berkurang, sehingga pinjaman menjadi sulit untuk diperoleh. Kedua bank tersebut kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan likuiditas dan kewajiban jangka pendeknya, seperti dalam memenuhi pembiayaan, kewajiban membayar, dan membayar kembali deposito nasabah. Sedangkan, pada Bank Muamalat Indonesia mengalami peningkatan karena pos giro, tabungan dan kewajiban segera lainnya mengalami peningkatan.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-13 01:55:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091976720</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Referensi:</title>
         <author>20313241</author>
         <link>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091977426</link>
         <description><![CDATA[<div>→	Cholila, Diah Rahmawati dan Agung Budi Sulistiyo. 2015. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah Sebelum dan Sesudah Krisis Ekonomi Global Studi Kasus Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah Periode 2006-2010. Jember.</div><div>→	Euphrasia Dandung, Maria, Paulina Y. Amtiran, dan Marselina Ratu. 2020. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Konvensional dan Perbankan Syariah. Kupang.</div><div>→	Hadi Santoso, Ismanto. 2012. Dampak Krisis Ekonomi terhadap Kinerja Ekonomi Nasional dan Kemiskinan. Surabaya.</div><div>→	Sabbina, Anggi. 2014. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syariah Selama dan Setelah Krisis Ekonomi Global 2008: Studi pada Bank Muamalat Indonesia dan Bank Syariah Mandiri Tbk. Jakarta.</div><div>→	Sudarsono, Heri. 2009. Dampak Krisis Keuangan Global terhadap Perbankan di Indonesia: Perbandingan antara Bank Konvensional dan Bank Syariah. Yogyakarta.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-03-13 01:57:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091977426</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>20313241</author>
         <link>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091981983</link>
         <description><![CDATA[<div>Cholila, Diah Rahmawati dan Agung Budi Sulistiyo. 2015. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Syariah Sebelum dan Sesudah Krisis Ekonomi Global Studi Kasus Bank Muamalat Indonesia, Bank Syariah Mandiri, Bank Mega Syariah Periode 2006-2010. Jember.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1616282767/1b7f9d222808a66a0bd349ec47abf203/CHOLILA_DIAH_RAHMAWATI.pdf" />
         <pubDate>2022-03-13 02:09:07 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091981983</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>20313241</author>
         <link>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091982801</link>
         <description><![CDATA[<div>Euphrasia Dandung, Maria, Paulina Y. Amtiran, dan Marselina Ratu. 2020. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Perbankan Konvensional dan Perbankan Syariah. Kupang.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1616282767/406ed22244ae9f956856d4cd1b0fec0d/332910_analisis_perbandingan_kinerja_keuangan_p_432dca44.pdf" />
         <pubDate>2022-03-13 02:11:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091982801</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>20313241</author>
         <link>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091983243</link>
         <description><![CDATA[<div>Hadi Santoso, Ismanto. 2012. Dampak Krisis Ekonomi terhadap Kinerja Ekonomi Nasional dan Kemiskinan. Surabaya.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1616282767/62ec858adb8879a7cabbf714735e14e6/127_302_1_SM.pdf" />
         <pubDate>2022-03-13 02:12:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091983243</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>20313241</author>
         <link>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091983614</link>
         <description><![CDATA[<div>Sabbina, Anggi. 2014. Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan Bank Syariah Selama dan Setelah Krisis Ekonomi Global 2008: Studi pada Bank Muamalat Indonesia dan Bank Syariah Mandiri Tbk. Jakarta.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1616282767/e3897f95d85a7ef232e191d0f82c1df0/Anggi_Sabbina_FSH.pdf" />
         <pubDate>2022-03-13 02:14:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091983614</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>20313241</author>
         <link>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091983951</link>
         <description><![CDATA[<div>Sudarsono, Heri. 2009. Dampak Krisis Keuangan Global terhadap Perbankan di Indonesia: Perbandingan antara Bank Konvensional dan Bank Syariah. Yogyakarta.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1616282767/e3fdad2b35c8cd72dbdd99d2ff07364a/2551_2692_1_PB.pdf" />
         <pubDate>2022-03-13 02:15:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/20313241/1q8bccd3akp68b2k/wish/2091983951</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
