<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Vulkanisme dan Pengaaruhnya terhadap kehidupan by 71 Anisa Wulandari</title>
      <link>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2024-09-24 12:16:33 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-10-02 03:31:21 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Vulkanisme</title>
         <author>anisawulandari44976</author>
         <link>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135604264</link>
         <description><![CDATA[<p>Vulkanisme mengacu pada proses magma naik ke permukaan bumi karena suhu magma yang tinggi dan kandungan gas yang cukup banyak didalamnnya. Aktivitas vulanisme berkaitan dengan keberadaan magma didalam bumi. Isi bumi yang berbentuk cair ini mengandung batuan dan gas dengan suhu yang sangat tinggi. Suhu yang sangat panas membuat magma bergejolak hingga mampu meretakkan, menggeser, dan menyusup ke lapisan bumi di atasnya. Gejala vulkanisme terjadi karena penyusupan magma. Aktivitas magma tersebut mampu mengukir wajah muka bumi menjadi berbagai bentuk, sekaligus mempengaruhi kehidupan manusia.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://pixabay.com/get/g72f0b2fc1a485de36234aef8973e7ccd67ca3b8db00be390f75760eacbe93962eee56fba41d58bb7fb0b24670921e882.jpg" />
         <pubDate>2024-09-24 12:39:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135604264</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tempat Pembekuan Magma</title>
         <author>anisawulandari44976</author>
         <link>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135651566</link>
         <description><![CDATA[<p>Berdasarkan tempat pembekuannya, magma dibagi menjadi dua yaitu:</p><ol><li><p><strong>Intrusi Magma</strong></p><p>Intrusi magma adalah proses penerobosan magma melalui retakan dan celah pada lapisan batuan litosfer yang tidak sampai ke permukaan bumi.</p></li><li><p><strong>Ekstrusi Magma atau Erupsi</strong></p><p>Ekstrusi magma adalah pergerakan magma dari perut bumi e permukaan bumi. Biasannya ekstrusi magma dapat dilihat pada letusan gunung api.</p><p>Adapun<strong> jenis erupsi berdasarkan sifat dan kekuatannya</strong>, dibagi menjadi dua yaitu:</p><ol><li><p><strong>Erupsi eksplosif</strong>, yaitu erupsi berupa ledakan yang mengeluarkan benda-benda padat, seperti bom, lapili, kerikil dan debu vulkanik.</p></li><li><p><strong>Erupsi efusif,</strong> adalah erupsi berupa lelehan lava yang keluar melalui rekahan-rekahan gunung api.</p></li></ol><p>Adapun <strong>jenis erupsi berdasarkan lubang kepundan </strong>dibagi menjadi tiga, yaitu:</p><ol><li><p><strong>Erupsi linier</strong>, keluarnya lava melalui celah-celah atau rekahan-rekahan batuan.</p></li><li><p><strong>Erpsi arenal,</strong> ledakan yang terjadi karena letak magma dekat dengan permukaan bumi.</p></li><li><p><strong>Erupsi sentral</strong>, keluarnya magma melalui lubang berbentuk gunung dipermukaan bumi.</p></li></ol><p><br/></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 13:03:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135651566</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tipe Letusan Gunung Api</title>
         <author>anisawulandari44976</author>
         <link>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135665353</link>
         <description><![CDATA[<p>Jenis tipe letusan gunung api antara lain sebagai berikut.</p><ul><li><p><strong>Letusan Plinial<br></strong>Tipe letusan ini dapat menimbulkan kerusakan cukup hebat terhadap wilayah di sekitarnya. Magma kental dan material piroklastika yang terlempar mencapai ketinggian 48 km di udara.</p></li><li><p><strong>Letusan Hawaiian<br></strong>Tipe letusan Hawaiian tidak terlalu eksplosif, juga tidak terlalu merusak. Letusan ini tidak memancarkan banyak material piroklastik ke udara.</p></li><li><p><strong>Letusan Strombolian<br></strong>Tipe letusan Strombolian mengeluarkan sejumlah kecil lava yang menjulang setinggi 15 sampai 90 meter ke udara dengan letupan-letupan pendek.</p></li><li><p><strong>Letusan Vulkanian<br></strong>Tipe letusan Vulkanian sering disertai terjadinya ledakan pendek. Namun, diameter asap yang membumbung<br>ke udara pada Letusan Vulkanian biasanya lebih besar dibanding pada Letusan Strombolian.</p></li><li><p><strong>Letusan Hidrovulkanik<br></strong>Tipe letusan Hidrovulkanik sangat bervariasi. Letusan ini lebih banyak diwarnai oleh letupan-letupan pendek<br>dan diawali munculnya asap.</p></li><li><p><strong>Letusan Rekahan <em>(Fissure Eruption)</em><br></strong>Tipe letusan Rekahan ditandai tirai api, yaitu sebuah tirai yang memuntahkan lava ke atas permukaan tanah.</p></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2757501052/5c0a75a2a11d669d3ad0ef4c3a590193/th.jpeg" />
         <pubDate>2024-09-24 13:10:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135665353</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jenis Gunung Api</title>
         <author>anisawulandari44976</author>
         <link>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135685138</link>
         <description><![CDATA[<p><strong><em>a. Gunung Api Kerucut</em></strong><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Gunung api kerucut atau gunung api strato memiliki bentuk seperti kerucut. Jenis gunung api kerucut paling banyak ada di permukaan bumi. Gunung api ini terbentuk karena adanya erupsi efusif (magma yang meleleh) dan erupsi eksplosif (letusan magma).</p><p><strong><em>b. Gunung Api Perisai</em></strong><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Gunung api perisai memiliki lereng yang landai seperti perisai. Gunung api perisai terbentuk karena adanya lava cair yang membeku melalui erupsi effusif. Magma cair keluar dari perut bumi, dan meleleh ke sekitar pusat erupsi. Lelehan tersebut kemudian membeku dan membentuk badan<br>gunung. Contohnya Gunung Maona Loa, Kilauea di Kepulauan Hawaii.<br><strong><em>c. Gunung Api Corong</em></strong><br>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Gunung api corong atau gunung api maar terbentuk karena letusan yang kuat atau eksplosif yang membentuk timbunan eflata sehingga memiliki bentuk seperti corong. Lereng gunung api corong biasanya tidak terlalu curam seperti gunung api kerucut. Gunung api tipe ini memiliki bagian tengah yang kedap air disebut kepundan atau maar. Kepundan sebenarnya adalah kawah yang bila terisi hujan akan membentuk danau. Contoh danau yang terbentuk di gunung api corong misalnya Danau Klakah di Gunung Lamongan.</p>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/2757501052/c48d44032322822fe9ce5ba3259314f1/3_Bentuk_Gunung_Api.png" />
         <pubDate>2024-09-24 13:19:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135685138</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Ciri-ciri Gunung Api Yang Akan Meletus</title>
         <author>anisawulandari44976</author>
         <link>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135699211</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p>Suhu disekitar gunung api meningkat dari suhu normal</p></li><li><p>Terjadi kekeringan sumber air secara mendadak</p></li><li><p>Pohon-pohon disekitar gunung api menjadi kering</p></li><li><p>Sering terjadi gempa dalam skala kecil atau besar</p></li><li><p>Binatang-binatang liar yang hidup digunung api mengungsi ke wilayah lain</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 13:24:13 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135699211</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Gejala Pascavulkanik</title>
         <author>anisawulandari44976</author>
         <link>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135712055</link>
         <description><![CDATA[<p>Peristiwa vulkanisme menciptakan gejala-gejala yang dapat dilihat setelah terjadinnya gunung menetus yang disebut gejala pascavulkanik. Tanda-tanda yang timbul setelah peristiwa vulkanisme antara lain sebagai berikut:</p><ol><li><p>Munculnya air panas yang mengandung belerang.</p></li><li><p>Munculnya geiser, yaitu semburan air panas dari dalam bumi.</p></li><li><p>Munculnya ekshalasi, berupa gas-gas seperti gas karbon oksida dan belerang.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 13:29:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135712055</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Dampak Vulkanisme Terhadap Kehidupan dibumi</title>
         <author>anisawulandari44976</author>
         <link>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135730761</link>
         <description><![CDATA[<p>A. Dampak positif </p><p>Proses vulkanisme pada gunung api di Indonesia bermanfaat bagi lahan pertanian karena abu vulkanik akibat letusan gunung api membuat tanah menjadi subur.</p><ul><li><p>Gunung api merupakan penghasil bahan galian tambang, seperti emas, intan, timah, serta bahan bangunan lainnya.</p></li><li><p>Bentuk hasil proses vulkanis dapat dijadikan wisata alam yang sangat menarik.</p></li></ul><p>B. Dampak negatif</p><ul><li><p>Lereng-lereng yang terbentuk karena proses vulkanis umumnya terjal sehingga terbatas untuk dijadikan daerah pertanian.</p></li><li><p>Daerah-daerah pegunungan yang terjal juga tidak baik dijadikan daerah permukiman karena rentan terjadi tanah longsor sehingga dapat menimbulkan kerugian, baik material maupun korban jiwa.</p></li><li><p>Proses alam endogen dapat menimbulkan gempa bumi dan letusan gunung api. Gempa bumi dan letusan gunung api dapat menelan korban jiwa, membahayakan kesehatan masyarakat, serta menimbulkan kerugian material bagi penduduk&nbsp;setempat.</p></li><li><p>Pergeseran lapisan bumi mendorong terbentuknya berbagai jenis pegunungan dan cekungan sedimen. Akibat lebih lanjut adalah terjadinya tekanan, regangan, dan deformasi pada kerak bumi (pengangkatan, amblesan, retakan, patahan, serta lipatan). Fenomena tersebut didukung adanya gaya gravitasi bumi yang akan menimbulkan terjadinya erosi, longsoran, dan sedimentasi. Proses tersebut dapat menimbulkan bencana alam yang mengakibatkan kerugian material, harta benda,&nbsp;dan&nbsp;nyawa.</p></li></ul><p><br/></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2024-09-24 13:37:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3135730761</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Video pembelajaran </title>
         <author>anisawulandari44976</author>
         <link>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3149494160</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/1tJCC5dD-os?si=JJstL6EarxLVBqFz" />
         <pubDate>2024-10-02 03:31:21 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/anisawulandari44976/1pt6o2wzv3goln0l/wish/3149494160</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
