<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Kesimpulan Diskusi Metode Pembelajaran by Sriyanto</title>
      <link>https://padlet.com/pakguruian/1m3o6c2a3qmawkav</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2023-05-19 05:22:44 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2023-05-19 09:20:40 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Kelompok 3 (Hendri, Nada, Kartika, Purba, Eviyanti, Yusron, Ahmad, Putri, Aditya, Ira, Nova) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pakguruian/1m3o6c2a3qmawkav/wish/2597411841</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode yang tepat digunakan untuk wawancara adalah metode langsung ataupun metode SAS karena dalam wawancara perlu langsung bertemu dengan narasumber, pewawancara perlu mengamati secara langsung ke lapangan sehingga pewawancara dapat memperoleh informasi yang tepat dan akurat. Selain itu juga dapat menggunakan metode langsung dan metode pengumpulan data. Data adalah bahan keterangan berupa himpunan fakta, angka, huruf, grafik, tabel, lambang, objek, kondisi, situasi. Data merupakan bahan baku informasi. Untuk mencapai tujuan penelitian, peneliti memerlukan data yang benar yang dapat diperoleh di lapangan sesuai dengan Topik dalam penelitiannya.<br><br>Pengumpulan data merupakan kegiatan mencari data di lapangan yang akan digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian. Validitas pengumpulan data serta kualifikasi pengumpul data sangat diperlukan untuk memperoleh data yang berkualitas.<br><br>Saat mengumpulkan data, peneliti harus tekun, sabar, dan tidak putus asa. Peneliti harus sabar untuk berjalan dari rumah ke rumah, atau mendatangi instansi tertentu untuk mengadakan wawancara atau membagi kuesioner. Jika seseorang peneliti tidak memiliki mental yang kuat, ia akan mudah putus ada dan akhirnya gagal.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-05-19 08:50:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pakguruian/1m3o6c2a3qmawkav/wish/2597411841</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1 (Zakya Darojah, Rahma Hofifah, Nurani Nur, Ervina Dwi, Fadilla Shafa, Leni W, Mei Rofidatul, Kartika Ayu, Adamas Hamid, Dwi Astri)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pakguruian/1m3o6c2a3qmawkav/wish/2597425309</link>
         <description><![CDATA[<div><br>membuat puisi cocok menggunakan metode : picture and picture dan nature learning<br><br>*metode picture and picture*<br>metode picture and picture adalah metode yang dilakukan dengan mengamati suatu gambar secara langsung. Teknik pengamatan dilaksanakan di dalam kelas. Pada dasarnya siswa senang dengan sebuah media yang menarik dilihat oleh siswa. Oleh karena itu, siawa akan lebih peka atau lebih termotivasi untuk mengekspresikan sesuatu yang dilihatnya.<br><br>Metode picture and picture juga sangat cocok dalam pembelajaran puisi. karena Hakikat menulis puisi merupakan hasil rekaman dari peristiwa atau gambaran objek menarik yang dituangkan melalui pemikirannya ke dalam bahasa tulis. Metode picture and picture di sini dapat membuat siswa terangsang dalam berekspresi yang dituangkan dalam puisi, dengan cara siswa mengamati suatu gambar yang menarik.<br><br>*metode nature learning*<br>Metode nature learning merupakan metode yang tepat dalam pembelajaran puisi karena Metode ini melibatkan siswa melakukan aktivitas belajar di luar kelas, misal di taman sekolah, halaman atau di lapangan.<br><br>dengan menggunakan alam sekitar&nbsp; sebagai media sehingga metode ini mampu menumbuhkan imajinasi siswa dalam pembuatan puisi</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-05-19 09:08:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pakguruian/1m3o6c2a3qmawkav/wish/2597425309</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4 (Regita, Rico, Dina, Dwi, Pocut, Harris, Femi, Sekar, Aminatul, Rivaldi) </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pakguruian/1m3o6c2a3qmawkav/wish/2597431400</link>
         <description><![CDATA[<div>Melalui metode media audio visual dapat meningkatkan kemampuan 
siswa dalam menyimpulkan isi berita. Dari temuan analisis kebanyakan siswa lebih menyukai metode audio visual dimana siswa mendengarkan berita kemudian di simpulkan. Melalui pembelajaran dengan media audio visual hasil kemampuan menyimpulkan isi berita yang dibacakan siswa sangat baik.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-05-19 09:18:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pakguruian/1m3o6c2a3qmawkav/wish/2597431400</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2 (- vika- dufiana- wahib- furi- septi- reza- nurma- diyah- dili- dian- sofi)</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/pakguruian/1m3o6c2a3qmawkav/wish/2597432482</link>
         <description><![CDATA[<div>Metode menghapal atau memorasi<br>Pidato dengan metode ini biasa digunakan di kalangan pelajar atau orator publik pemula. Di kalangan pelajar, pidato metode menghapal ditujukan untuk proses pembelajaran. Metode menghapal juga diterapkan dalam berbagai lomba pidato. Metode ini tidak perlu membawa naskah atau teks lainnya karena penyampai pidato menghapal seluruh isi pidato. Naskah pidato juga dipersiapkan sebelumnya, tetapi tidak dibawa saat berhadapan dengan publik.<br><br>Metode naskah<br>Metode ini merupakan metode dimana orang yang menyampaikan pidato membaca naskah pidato yang sudah disiapkan sebelumnya. Naskah tersebut disusun, kemudian dibaca lengkap dari awal sampai akhir pidato.<br><br>metode ekstemporan<br>Metode pidato yang penyampaiannya dibantu dengan catatan kecil. Catatan tersebut berisi poin-poin atau garis besar isi pidato. Catatan tersebut membantu penyampai pidato menjabarkan pembahasan pidato dalam uraian yang lebih luas dan detail.<br><br>Metode impromptu Impromptu adalah metode penyampaian pidato tanpa persiapan naskah, catatan kecil, atau menghapal sebelumnya. Penyampaiannya bersifat dadakan. Penyampai pidato langsung berbicara sesuai apa yang ia tahu dan terlintas di benaknya. Metode ini hanya bisa disampaikan oleh orang yang memiliki jam terbang tinggi sebagai orator. Ia terbiasa dan profesional dalam menyampaikan pikiran di hadapan publik. Metode ini biasa dibawakan dalam sambutan dadakan atau ucapan terima kasih dari kepala sekolah, ketua RT, pejabat pemerintahan, atau akademisi.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2023-05-19 09:20:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/pakguruian/1m3o6c2a3qmawkav/wish/2597432482</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
