<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Tes Kepribadian Proyeksi, Tes Intelegensi, dan Tes Minat by Almira Rizka Priandita</title>
      <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi</link>
      <description>Kelompok 1, 3, dan 9 Pengukuran Psikologis Kelas A-1</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-09-08 16:15:13 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2024-07-16 19:15:51 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>Identitas Kelompok 3</title>
         <author>almirapriandita</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1725406970</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pengukuran Psikologis Kelas A-1&nbsp; [Tes Inteligensi Binet]</strong><br><br>o &nbsp; Gabriella Patricia Ruswir&nbsp;(112011133005)</div><div>o &nbsp; Almira Rizka Priandita&nbsp;(112011133010)</div><div>o &nbsp; Diyah Smara Annetta Marjono&nbsp;(112011133012)</div><div>o &nbsp; Habibatul Ainina&nbsp;(112011133027)</div><div>o &nbsp; Chika Melodia Tian Sukmarani&nbsp;(112011133037)<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-08 16:16:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1725406970</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Apa Itu Inteligensi</title>
         <author>chikamelodia</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1730170595</link>
         <description><![CDATA[<div>Inteligensi atau kecerdasan secara umum diketahui sebagai kapasitas multi-segi yang dapat memanifestasikan dirinya dengan cara yang berbeda sepanjang hidup. Inteligensi secara umum mencakup kemampuan untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan, beralasan logis, membuat rencana secara efektif, menyimpulkan secaara perseptif, membuat penilaian yang baik dan dapat memecahkan masalah, dapat memahami dan menvisualisasikan konsep, menaruh perhatian, menjadi intuitif, menemukan kata-kata dadan pikiran yang tepat terkait dengan lingkungannya, dan dapat mengatasi, menyesuaikan, serta membuat sebagian besar situasi baru. Beberapa tokoh psikologi juga menyumbangkan pandangannya terkait arti dari inteligensi, antara lain :<br>a. Francis Galton (1822-1911)<br>Galton merupakan tokoh pertama yang mengusulkan teori adanya pengaruh keturunan dan genetik dalam inteligensi manusia. Inteligensi yang dimiliki oleh individu dipengaruhi oleh orang tua atau nenek moyang. Teori Galton ini, pada akhirnya menciptakan perdebatan mengenai asal-usul inteligensi antara unsur <em>nature </em>yang berarti alami, organik dan keturunan atau <em>nurture</em> yang berarti berasal dari lingkungan atau hal yang dipelajari. Menurut Galton, inteligensi yang dimiliki manusia dapat diukur dari tingkat kemampuan sensorik individu. Galton mengamati bahwa informasi yang didapat dan diterima oleh individu awalnya berasal dari kemampuan sensorik. Hal tersebut menjadikan Galton mengukur inteligensi dengan melihat kemampuan sensomotorik pada individu (Cohen &amp; Swerdlik, 2009).&nbsp;<br>b. Alfred Binet (1857-1911)</div><div>Menurut Binet inteligensi merupakan kesatuan besar yang terdiri dari beberapa komponen. Komponen ini meliputi kemampuan <em>reasoning, </em>kemampuan untuk mempertimbangkan suatu pemikiran, kemampuan mengingat dan kemampuan abstraksi (Cohen &amp; Swerdlik, 2009). Binet menilai bahwa komponen intelegensi ini saling berhubungan satu sama lain. Sebagai contoh, jika peserta tes diberikan nomor secara verbal dan diperintahkan untuk mengulangi maka, kemampuan konsentrasi dan kemampuan ingatan akan sangat berkaitan dalam proses menjawab perintah tersebut (Cohen &amp; Swerdlik, 2009).&nbsp;<br>c. David Wechsler (1896-1981)</div><div>Menurut Wechsler, inteligensi memiliki unsur <em>aggregate </em>atau <em>global </em>yang berarti keseluruhan. Keseluruhan dalam hal ini berarti terdapat unsur-unsur yang bersifat <em>non</em> <em>intellective </em>dalam mengukur inteligensi. Sebagai contoh, unsur tersebut dapat meliputi kemampuan konatif, kemampuan afektif, sifat-sifat kepribadian seperti sifat gigih dan fokus pada tujuan hingga kemampuan sosial seperti dapat beradaptasi dengan lingkungan sosial, mengikuti moral dan nilai-nilai kepercayaan yang bersifat estetika dalam suatu masyarakat (Cohen &amp; Swerdlik, 2009).<br>d. Jean Piaget (1896-1980)</div><div>Menurut Piaget, inteligensi merupakan suatu periode yang bersifat bertahap dalam hidup yang akan dialami oleh semua manusia. Periode ini terdiri dari empat periode, yaitu periode <em>sensorimotor</em>, periode <em>praoperasional</em>, periode <em>concrete operational</em> dan terakhir periode <em>formal operational</em>. Pada periode <em>sensorimotor</em> yang dimulai dari lahir hingga umur dua tahun, individu mulai belajar untuk mengorganisir dan menjalankan fungsi dari kelima indra sensori yang dimiliki serta kemampuan untuk memiliki perilaku yang memiliki tujuan atau maksud tertentu. Setelah tahap ini berlalu, individu akan masuk ke dalam periode <em>praoperasional</em> yang berlangsung mulai umur dua tahun hingga 6 tahun, individu akan mulai mengembangkan kemampuan kognitif dengan mempelajari konsep dasar dari objek, situasi dan peristiwa tertentu yang ada, terjadi dan dialami oleh individu. Periode ketiga yaitu <em>concrete operational</em> yang dimulai dari umur tujuh hingga dua belas tahun,individu sudah mampu untuk memutar balikkan kemampuan berpikir dan dapat mulai berpikir dengan sudut pandang lain. Periode terakhir yaitu<em> formal operational</em> yang dimulai dari umur 12 hingga seterusnya, individu telah mampu berpikir abstrak dan mengembangkannya menjadi ide-ide untuk memecahkan masalah (Cohen &amp; Swerdlik, 2009).</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.cybertembo.com/wp-content/uploads/2021/04/AI-Photo.jpg" />
         <pubDate>2021-09-10 06:02:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1730170595</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Stanford-Binet Intelligence Scales, Fifth Edition (SB-5)</title>
         <author>chikamelodia</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1730171838</link>
         <description><![CDATA[<div>Edisi terbaru dari Stanford-Binet yaitu SB5 oleh Roid pada tahun 2003 dirancang untuk digunakan pada anak usia 2 tahun hingga dewasa usia 85 tahun. Tes ini menghasilkan sejumlah skor gabungan, termasuk <em>Full Scale IQ</em> yang diperoleh dari pemberian 10 subtes. Semua subtes memiliki rata-rata 10 dan standar deviasi 3. Skor gabungan lainnya adalah <em>Abbreviated Battery IQ</em>, <em>Verbal IQ</em>, dan <em>Nonverbal IQ </em>(Cohen &amp; Swerdlik, 2017).<br><br>SB5 didasarkan pada teori Cattel-Horn-Carroll (CHC) yang mengukur 5 faktor CHC dengan berbagai jenis tugas dan dan subtes pada tingkat yang berbeda. <br><br>Untuk mengatasi keberatan atas bias gender, ras, budaya, atau agama maka dikembangkan standardisasi tes. Terdapat 500 penguji dari 50 negara bagian dilatih untuk melaksanakan tes. Peserta tes terdiri dari 4.800 subjek dari usia 2 tahun hingga lebih dari 85 tahun. Menurut data Sensus AS 2000, sampel tersebut mewakili secara nasional yang dikelompokkan berdasar usia, ras/etnis, wilayah geografis, dan tingkat sosial ekonomi.<br><br>Untuk menentukan reliabilitas <em>Full Scale IQ</em> SB5 dengan sampel norma, digunakan rumus reliabilitas konsistensi internal yang dirancang untuk beberapa tes. Koefisien yang dihitung untuk <em>Full Scale IQ</em> secara konsisten cukup tinggi yaitu 0,97 hingga 0,98 di seluruh kelompok usia. Sedangkan untuk <em>Abbreviated Battery IQ</em> memiliki rata-rata 0,91. Koefisien reliabilitas test-retest yang dilaporkan secara manual juga tinggi.<br><br>Bukti validitas mengenai isi untuk item SB5 ditetapkan dengan berbagai cara, mulai dari masukan ahli hingga analisis item empiris. Roid (2003) menyajikan sejumlah studi faktor-analitik untuk mendukung validitas konstruk SB5.<br><br>Berikut merupakan klasifikasi IQ dalam SB5:<br>145–160 Sangat berbakat atau sangat maju<br>130–144 Berbakat atau sangat mahir<br>120–129 Unggul<br>110–119 Rata-rata tinggi<br>90–109 Rata-rata<br>80–89 Rata-rata rendah<br>70–79 Garis batas terganggu atau tertunda<br>55–69 Sedikit terganggu atau tertunda<br>40–54 Cukup terganggu atau tertunda</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/741215690/0b39d615388f0ebd4bb21dfbbe8ac928/IMG_20210912_095617.JPG" />
         <pubDate>2021-09-10 06:03:32 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1730171838</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tes Inteligensi dan Mengukurnya</title>
         <author>chikamelodia</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1730172476</link>
         <description><![CDATA[<div>Tes secara umum dapat didefinisikan sebagai ukuran objektif dan standar dari sampel perilaku. Tes dapat digunakan sebagai bagian dari penilaian psikologis dan digunakan untuk klasifikasi, pemahaman diri, evaluasi program, dan penyelidikan ilmiah. Tes psikologi merupakan sebuah perangkat atau prosedur yang dirancang untuk mengukur variabel yang berkaitan dengan psikologi (kecerdasan, kepribadian, bakat, minat, sikap, dan nilai-nilai). Salah satu jenis tes psikologi adalah tes intelegensi. Pada tahun 1895, Alfred Binet dan rekannya Victor Henri mempublikasikan beberapa artikel yang menyatakan bahwa kemampuan memori dan pemahaman akan hubungan sosial dapat diukur. Artikel tersebut menjadi tonggak awal diciptakannya tes intelegensi.&nbsp;<br>Sepuluh tahun setelah artikel tersebut dipublikasikan, Binet dan rekannya Theodore Simon mempublikasikan skala ukur inteligensi yang dapat disebut 30-Item. Skala ukur 30-Item pada awalnya bertujuan untuk membantu mengidentifikasikan anak-anak yang memiliki mental retardasi di sekolah Paris Schoolchildren, akan tetapi skala ini akhirnya dikembangkan, ditingkatkan kualitasnya, dan diadaptasi ke dalam beberapa bahasa. Sehingga, skala ini dapat digunakan di beberapa bidang lain seperti sekolah, rumah sakit, persidangan hingga penjara (Cohen &amp; Swerdlik, 2009).<br><br>Untuk mengukur intelegensi, ada beberapa item sampel yang digunakan, antara lain :&nbsp;<br>1. Informasi&nbsp;</div><div>Item meliputi pengetahuan umum, proses belajar, dan memori. Minat belajar, latar belakang kultural, dan kemampuan membaca adalah faktor-faktor yang mempengaruhi perolehan skor.</div><div>2. Komprehensif</div><div>Item ini melibatkan kemampuan untuk mengatur dan menerapkan pengetahuan, dan penggunaan bahasa sehari-hari yang merujuk pada "akal sehat".<br>3. Similaritas</div><div>Item ini meliputi pasangan kata-kata adalah yang diberikan pada peserta dan tugasnya adalah untuk menentukan bagaimana mereka sama. Kemampuan yang digunakan adalah untuk menganalisis hubungan dan keterlibatan dalam pemikiran abstrak yang logis adalah dua kemampuan kognitif yang diukur oleh tes ini.</div><div>4. Aritmatika<br>Masalah aritmatika disajikan dan diselesaikan secara lisan. Pada tingkat yang lebih rendah, tugas mungkin melibatkan penghitungan sederhana. Pembelajaran dari aritmatika, kewaspadaan dan konsentrasi, dan memori pendengaran jangka pendek adalah beberapa kemampuan intelektual yang dibutuhkan untuk item ini.</div><div>5. Kosakata<br>Item ini mencakup tugas untuk mendefinisikan kata-kata. Tes ini dianggap sebagai ukuran yang baik dari kecerdasan umum, meskipun pendidikan dan peluang budaya jelas berkontribusi pada kesuksesan di atasnya.</div><div>6. Penerimaan kosakata<br>Item ini mencakup tugas untuk memilih dari empat gambar apa yang dikatakan penguji dengan keras. Tes ini memanfaatkan diskriminasi pendengaran dan pemrosesan, memori pendengaran, dan integrasi persepsi visual dan input pendengaran.</div><div>7. Penamaan gambar<br>Item ini mencakup tugas untuk memberi nama gambar yang ditampilkan dalam buku gambar stimulus. Tes ini melibatkan bahasa dan kemampuan pengambilan kata ekspresif.<br>8. Rentang digit<br>Pemeriksa secara lisan menyajikan serangkaian angka, dan tugas penguji adalah mengulangi angka-angka dalam hal yang berurutan atau mundur. Tes ini mengukur memori jangka pendek pendengaran, pengkodean, dan perhatian.<br>9. Mengurutkan huruf-angka&nbsp;<br>Huruf dan angka secara lisan diberikan secara tidak urut. Tugasnya adalah mengulangi daftar dengan angka dan huruf secara urut. Keberhasilan pada item ini membutuhkan perhatian, kemampuan mengurutkan, manipulasi mental, dan kecepatan pemrosesan.<br>10. Penyelesaian gambar<br>Item ini mengacu pada kemampuan persepsi visual, kewaspadaan, memori, konsentrasi, perhatian terhadap detail, dan kemampuan untuk membedakan penting dari detail yang tidak penting.&nbsp;</div><div>11. Mengurutkan gambar<br>Item mengharuskan peserta tes untuk mengurutkan ulang satu set kartu acak dengan gambar menjadi sebuah cerita yang masuk akal. Subtes ini dianggap memanfaatkan kemampuan untuk memahami atau "mengukur" suatu situasi. Selain itu perhatian, konsentrasi, dan kemampuan untuk melihat hubungan temporal dan sebab-akibat juga digunakan.</div><div>12. Desain blok<br>Item mengacu pada keterampilan perseptual-motor, kecepatan psikomotorik, dan kemampuan untuk menganalisis dan mensintesis. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pada tes ini termasuk visi warna, toleransi frustrasi, dan fleksibilitas atau kekakuan dalam pemecahan masalah&nbsp;</div><div>13. Perakitan objek<br>Tugas di sini adalah untuk merakit secepat mungkin potongan gambar dari objek yang familiar. Kemampuan yang dibutuhkan adalah pengenalan pola, keterampilan perakitan, dan kecepatan psikomotorik.</div><div>14. Koding<br>Tugas pengkodean Wechsler melibatkan penggunaan morse. Tes ini dianggap menarik pada faktor-faktor seperti perhatian, kemampuan belajar, kecepatan psikomotorik, dan kemampuan konsentrasi.<br>15. Pencarian simbol<br>Item ini meliputi tugas untuk secara visual memindai simbol pada dua kelompok, satu kelompok pencarian dan satu kelompok sasaran, dan menentukan apakah simbol target muncul di grup pencarian. Item ini mengukur kecepatan pemrosesan kognitif.<br>16. Penalaran matriks<br>Item ini mencakup tugas seperti analogi nonverbal yang melibatkan matriks yang tidak lengkap yang dirancang untuk memanfaatkan kemampuan dan penalaran pengorganisasian perseptual.<br>17. Penalaran kata<br>Item ini mencakup tugas untuk mengidentifikasi konsep umum yang dijelaskan dengan serangkaian petunjuk. Tes ini mengukur kemampuan abstraksi verbal dan kemampuan untuk menghasilkan konsep alternatif.<br>18. Pengonsepan gambar<br>Item ini mencakup tugas untuk memilih satu gambar dari dua atau tiga baris gambar untuk membentuk grup dengan karakteristik umum. Hal ini dirancang untuk memanfaatkan kemampuan untuk abstrak serta kemampuan penalaran kategoris.</div><div>19. Pembatalan<br>Item ini mencakup tugas untuk memindai baik struktur atau pengaturan tidak terstruktur rangsangan visual dan menandai gambar yang ditargetkan dalam suatu batas waktu yang ditentukan. Subtes ini memanfaatkan perhatian selektif visual.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.teachervision.com/sites/default/files/inline-images/Test-Prep.jpg" />
         <pubDate>2021-09-10 06:03:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1730172476</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Anggota Kelompok 1: </title>
         <author>afifahandin30</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732543045</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Haloo semua, perkenalkan kami dari kelompok 1 akan mempresentasikan tentang&nbsp;Kepribadian dan Alat Ukur Kepribadian Proyeksi. berikut anggota kami :&nbsp;</strong></div><ul><li>Marsa Rahimah Adhyaksari 112011133203</li><li>Hasna Rosyada Fajrin 112011133057</li><li>Afifah Riska Andini 112011133022</li><li>Adikarsa Pratama 112011133202</li><li>Novanka Teresa Putri P. 112011133119<br><br></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-11 12:42:47 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732543045</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah Tes Kepribadian Proyektif</title>
         <author>afifahandin30</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732543937</link>
         <description><![CDATA[<div>Tes Proyektif adalah tes psikologi yang mengukur aspek kepribadian, diantaranya motif, minat, nilai, dan sikap seseorang. Tes kepribadian proyektif didasari pada hipotesis yang menyatakan bahwa ketika orang mencoba untuk memahami stimulus yang ambigu atau tidak jelas, interpretasi mereka terhadap stimulus tersebut mencerminkan kebutuhan, perasaan, pengalaman, pengkondisian yang lampau, dan proses berpikir mereka.<br><br></div><div>Tes proyektif mengklasifikasikan semua jenis respons, misalnya, verbal, menggunakan beragam kategori respons dan mencatat serta menilai semuanya. Dengan kata lain, kategori respons pada tes proyektif secara sengaja didefinisikan dan terdiri dari rangkaian respons yang tak terbatas. Sebuah fitur pembeda utama dari teknik proyektif dapat ditemukan dalam penugasan yang relatif tidak terstruktur, yaitu tugas yang memungkinkan berbagai kemungkinan tanggapan yang hampir tidak terbatas. Agar dapat memberi kebebasan bagi fantasi individu, hanya diberikan petunjuk yang singkat dan umum. Untuk alasan yang sama, stimulus tes biasanya tidak jelas atau ambigu, dengan harapan bahwa bahan tes akan berfungsi sebagai semacam layar di mana responden "memproyeksikan" karakteristik proses berpikir, kebutuhan, kecemasan, dan konflik mereka.<br><br></div><div>Sejarah perkembangan tes proyektif diawali dengan diterbitkannya buku Sigmund Freud berjudul <em>Interpretation of Dream. </em>Terbitnya buku tersebut memicu perkembangan aliran psikologi yang tidak berpaku pada reaksi fisik sebagai pendekatan.&nbsp;<br><br></div><div>Hermann Rorschach adalah orang yang mengembangkan tes kepribadian pertama yang menggunakan teknik proyektif dan terstandardisasi. Karya tulis Rorschach yang berjudul <em>Psychodiagnostik </em>(1921) memberi penjelasan mengenai hasil eksperimennya yang menggunakan bercak tinta. Rorschach berkesperimen dengan reaksi dan jawaban dari para pasien di sebuah <em>asylum </em>terhadap serangkaian kartu yang digambarkan bercak tinta nyaris simetris di atasnya. Dalam karya tulis tersebut juga dilampirkan 10 kartu yang menurut Rorschach paling representative dan dapat dijawab dengan mudah oleh semua orang. 10 kartu tersebut adalah serangkaian kartu yang menjadi tes Rorschach dan digunakan hingga sekarang.<br><br></div><div>Pada masa Perang Dunia 1 dan 2, tes kepribadian digunakan untuk tes masuk militer. Tes yang digunakan pada seleksi militer ini adalah jenis-jenis tes yang memiliki administrasi sederhana dan bisa dilakukan pada banyak orang sekaligus. Tes proyektif seperti Draw-A-Man dan Draw-A-Tree pun mulai bermunculan dan berkembang, dikarenakan instrumennya yang mudah: hanya membutuhkan kertas dan sebuah pensil.<br><br></div><div>Tes yang mirip dengan Tes Rorschach juga bermunculan. Salah satunya adalah TAT (<em>Thematic Apperception Test</em>). Sebuah test yang menggunakan gambar sebagai stimulusnya, dan<em> testee</em> diminta untuk menceritakan peristiwa apa yang terjadi dalam gambar yang ditunjukkan. TAT kini sering digunakan untuk melengkapi data dari tes Rorschach.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/750007527/69405e25e932ecd40b13cac275121a07/65_Figure3_1.png" />
         <pubDate>2021-09-11 12:43:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732543937</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah Pengukuran TAT (Thematic Apperception Test)</title>
         <author>afifahandin30</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732544901</link>
         <description><![CDATA[<div>TAT (Thematic Apperception Test) merupakan salah satu teknik mengungkap dinamika kepribadian yang termanifes dalam 94 interpersonal relationship dan appersepsi seseorang tentang lingkungan dengan menggunakan kartu-kartu bergambar yang masing-masing memiliki tema yang berbeda.&nbsp;<br><br></div><div>TAT (Thematic Apperception Test) adalah tes yang mengappersepsikan tema dari suatu gambar yang ambiguous/mendua arti. Tes ini berdasar pada fakta bahwa ketika seseorang menginterpretasi situasi sosial yang ambigius, maka ia ternyata menjawab dengan mengekspos kepribadiannya sendiri seperti ia menghadapi fenomena itu. Atas dasar appersepsi ini dapat diketahui dan dimengerti bagaimana gambaran kepribadian seseorang. Appersepsi seseorang tentang tema suatu gambar mengandung aspek organisasional dan ekspresif.&nbsp;<br><br>TAT (Thematic Apperception Test) disusun oleh murray dan Morgan pada tahun 1935. Gambar-gambar pada kartu TAT (Thematic Apperception Test) yang ada saat ini adalah seri ke3 yang digunakan sejak tahun 1935.</div><ul><li>Materi&nbsp;</li></ul><div>Tes TAT terdiri dari kartu-kartu bergambar sejumlah 30 kartu bergambar + 1 kartu kosong (blank card). Masing-masing kartu memiliki karakteristik yang dimaksudkan untuk mengungkap tema laten. Respon testee (dalam bentuk cerita) diharapkan mengekspresikan kebutuhan-kebutuhan, harapan-harapan, dan fantasi-fantasi tak sadar (tema laten) testee, misal : kartu 1 berupa gambar anak laki-laki yang termenung, dan di depannya ada biola di atas meja. Tema laten kartu ini : hubungan anak dengan figur orang tua, motivasi prestasi, respon seksual (simbolik), agresi dengan atau tanpa konotasi seksual, kecemasan super ego (pertentangan antara doro-ngan hati dengan kontrol diri, antara kehendak sendiri dengan kekuatan budaya di luar diri), body image / self image, kecenderungan obsesi. Pada tahun 1938. Murray mengadakan penelitian-penelitian kembali terhadap TAT yang pertama, sehingga pada akhirnya material TAT menjadi 20 kartu, yang terdiri dari 19 kartu bergambar + 1 kartu kosong (blank card). Gambar-gambar TAT yang ada saat ini merupakan seri ke-3 yang digunakan sejak tahun 1935. Selain dari penambahan dan penghapusan yang dibuat sejak seri pertama, kartu-kartu seri ke-2 dan ke-3 menjadi istimewa karena dibuat menjadi 2 x ukuran aslinya, dan kenyataan ini mempermudah “testee rapport” dengan gambar-gambar TAT.<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/747122583/a182849cbcafff76c932d8bb9120fb62/download.jpg" />
         <pubDate>2021-09-11 12:45:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732544901</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Etika Pengukuran TAT (Thematic Apperception Test)</title>
         <author>afifahandin30</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732546230</link>
         <description><![CDATA[<div><em>Thematic Apperception Test </em>(TAT) adalah salah satu alat pengukur kebutuhan manusia dan merupakan suatu teknik proyektif yang digunakan untuk menilai motif sosial. McClleland mengidentifikasi kebutuhan tersebut sebagai berikut: (a) kebutuhan berprestasi (b) kebutuhan akan kekuasaan, (c) kebutuhan berafiliasi. Dalam melaksanakan tes TAT, beberapa etika ini harus dipahami oleh baik tester maupun testee.<br><br></div><div>1. Tester ataupun asistennya perlu melakukan pendekatan yang lebih baik dengan menciptakan suasana yang ramah. Testee akan merasa mendapat simpati merasa diterima dan dihargai oleh tester sehingga tes ini dapat mengembangkan kreatifitasnya</div><div>2. Tester menjelaskan petunjuk pelaksanaan tes kepada testee</div><div>3. Testee dipersilahkan duduk pada kursi yang telah disiapkan atau diperbolehkan sambil berbaring. Akan tetapi akan lebih mudah apabila tester dan testee duduk berdampingan atau berhadap-hadapan agar tester dapat melihat muka testee dan instruksi dapat diberikan sejelas-jelasnya</div><div>4. Tester menyajikan gambar satu per satu secara berurutan kepada testee (Hendry Murray menyarankan untuk menyajikan 20 gambar dalam dua kali pertemuan. Sesi satu disajikan 10 gambar 1-10 dan sesi dua disajikan 10 gambar 11-20. Penyajian gambar boleh tidak berurutan, jika ada tujuan tertentu.)</div><div>5. Testee diminta untuk menanggapi secara verbal setiap gambar yang disajikan</div><div>6. Testee diminta mengarang sebuah cerita mengenai latar belakang dari kejadian yang menghasilkan adegan pada setiap gambar, mengenai pikiran dan perasaan yang dialami oleh orang-orang didalam gambar itu, dan bagaimana episode itu akan berakhir</div><div>7. Tester mencatat/merekam semua tanggapan testee terhadap gambar pertama sampai tes berakhir</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-11 12:46:02 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732546230</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Etika Psikologi </title>
         <author>afifahandin30</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732546561</link>
         <description><![CDATA[<div>Istilah etika sangat dekat dengan “moral” yang berasal dari bahasa Latin “Mos” yang artinya kebiasaan atau adat. Menurut etimologi kata etika sama dengan etimologi kata “moral” karena keduanya berasal dari kata yang merupakan adat atau kebiasaan (Dewantara, 2018). Etika dapat didefinisikan sebagai sebuah nilai atau evaluasi tentang baik atau buruknya diri manusia dan menjelaskan tentang tingkah laku manusia yang tidak hanya menentukan kebenarannya sebagaimana adanya tetapi juga menyelidiki tentang suatu kebaikan atau manfaat dari seluruh tingkah laku yang dilakukan oleh manusia (Verhaak &amp; Imam, 1991). Sebuah kehidupan perlu memerlukan suatu etika agar nilai-nilai moralitas dapat terjaga di dalam kehidupan itu sendiri.&nbsp;<br><br>Suatu profesi yang memberikan pelayanan jasa kepada masyarakat harus memiliki kode etik. Dalam Kode Etik Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) pada bab I pedoman umum pasal 1 ayat 1 yang berbunyi sebagai berikut : “ Kode Etik Psikologi adalah seperangkat nilai – nilai untuk ditaati dan dijalankan dengan sebaik – baiknya dalam melaksanakan kegiatan sebagai psikolog dan ilmuwan psikolog Indonesia.”(Kode etik Psikologi Indonesia, 2010). Pada American Psychological Association (APA) Terdapat beberapa prinsip etika psikolog dan kode etik yaitu:<br>1. Kompetensi<br>2. Integritas<br>3. Tanggung jawab professional dan ilmiah<br>4. Penghormatan terhadap hak dan martabat masyarakat<br>5. Kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain<br>6. Tanggung jawab sosial<br><br>Kode etik psikologi memiliki sebuah tujuan untuk memberikan perlindungan terhadap layanan masyarakat terkait praktik layanan psikologi. Seorang psikolog yang menyebarkan informasi atau melakukan suatu hal tanpa persetujuan akan mendapatkan sebuah sanksi dari undang-undang atau peraturan pemerintah kode etik yang telah ditentukan dan ditetapkan (Koocher, 2014).&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-11 12:46:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732546561</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Penggunaan Alat Ukur TAT (Thematic Apperception Test)</title>
         <author>afifahandin30</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732547242</link>
         <description><![CDATA[<div>TAT biasanya diberikan kepada individu di ruangan yang tenang bebas dari interupsi atau gangguan. Subjek duduk di tepi meja atau meja di sebelah penguji. Pemeriksa menunjukkan kepada subjek serangkaian kartu cerita yang diambil dari set lengkap 31 kartu TAT. Jumlah kartu yang biasa ditunjukkan kepada subjek adalah antara 10 dan 14, meskipun Murray merekomendasikan penggunaan 20 kartu, yang diberikan dalam dua sesi terpisah satu jam dengan subjek. 31 kartu asli dibagi menjadi tiga kategori, untuk digunakan dengan pria saja, dengan wanita saja, atau untuk digunakan dengan subjek dari kedua jenis kelamin Mereka kemudian diminta untuk menceritakan kisah sedramatis mungkin untuk setiap gambar yang disajikan, termasuk:&nbsp;</div><ul><li>Apa yang mengarah ke acara yang ditampilkan</li><li>Apa yang terjadi di tempat kejadian</li><li>Pikiran dan perasaan tokoh</li><li>Hasil cerita</li></ul><div>Versi lengkap TAT mencakup 31 kartu. Murray awalnya merekomendasikan untuk menggunakan sekitar 20 kartu dan memilih kartu yang menggambarkan karakter yang mirip dengan subjeknya.</div><div>Saat ini, banyak praktisi hanya menggunakan antara 5 dan 12 kartu, seringkali dipilih karena pemeriksa merasa bahwa adegan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan situasi klien. &nbsp;</div><div>Praktisi menggunakan penilaian terbaik mereka ketika memilih adegan untuk menentukan mana yang paling mungkin untuk memperoleh informasi yang berguna dari responden</div><div>Cerita yang di gambarkan oleh klien disimpan dalam bentuk rekaman agar tidak terdapat kesalahan pada penafsiran.</div><div>Terdapat 2 pendekatan untuk menafsirkan hasil test TAT yaitu nomotetis dan idiografis Interpretasi nomotetis mengacu pada praktik menetapkan norma untuk jawaban dari subjek dalam kelompok usia, jenis kelamin, ras, atau tingkat pendidikan tertentu dan kemudian mengukur respons subjek tertentu terhadap norma-norma tersebut. Interpretasi idiografis mengacu pada evaluasi fitur unik dari pandangan subjek tentang dunia dan hubungan. Kebanyakan psikolog akan mengklasifikasikan TAT sebagai lebih cocok untuk idiografis daripada interpretasi nomotetik.<br><br></div><div>Dalam menafsirkan tanggapan terhadap TAT, pemeriksa biasanya memusatkan perhatian mereka pada salah satu dari tiga bidang: isi cerita yang diceritakan subjek; perasaan atau nada cerita; atau perilaku subjek selain tanggapan. Perilaku ini dapat mencakup ucapan verbal (misalnya, komentar tentang perasaan tertekan oleh situasi atau tidak menjadi pendongeng yang baik) serta tindakan atau tanda nonverbal (memerah, terbata-bata, gelisah di kursi, kesulitan melakukan kontak mata dengan pemeriksa, dll. .) Isi cerita biasanya mengungkapkan sikap subjek, fantasi, keinginan, konflik batin, dan pandangan dunia luar. Struktur cerita biasanya mencerminkan perasaan subjek, asumsi tentang dunia, dan sikap optimisme atau pesimisme yang mendasarinya.<br><br></div><div>Hasil TAT harus ditafsirkan dalam konteks riwayat pribadi subjek, usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, identifikasi ras atau etnis, bahasa pertama, dan karakteristik lain yang mungkin penting&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-11 12:47:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732547242</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kesimpulan</title>
         <author>afifahandin30</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732612871</link>
         <description><![CDATA[<ul><li>Tes Proyektif adalah tes psikologi yang mengukur aspek kepribadian, diantaranya motif, minat, nilai, dan sikap seseorang. Perkembangan tes proyektif diawali dengan diterbitkannya buku Sigmund Freud berjudul <em>Interpretation of Dream. </em>Terbitnya buku tersebut memicu perkembangan aliran psikologi yang tidak berpaku pada reaksi fisik sebagai pendekatan.&nbsp;</li></ul><div><br></div><ul><li>Hermann Rorschach adalah orang yang mengembangkan tes kepribadian pertama yang menggunakan teknik proyektif dan terstandardisasi. Karya tulis Rorschach yang berjudul <em>Psychodiagnostik </em>(1921) memberi penjelasan mengenai hasil eksperimennya yang menggunakan bercak tinta</li></ul><div>&nbsp;</div><ul><li>Tes yang mirip dengan Tes Rorschach juga bermunculan. Salah satunya adalah TAT (<em>Thematic Apperception Test</em>). Sebuah test yang menggunakan gambar sebagai stimulusnya, dan<em> testee</em> diminta untuk menceritakan peristiwa apa yang terjadi dalam gambar yang ditunjukkan.&nbsp;</li></ul><div>&nbsp;</div><ul><li><em>Thematic Apperception Test </em>(TAT) adalah salah satu alat pengukur kebutuhan manusia dan merupakan suatu teknik proyektif yang digunakan untuk menilai motif sosial. Dalam melaksanakan tes TAT, beberapa etika ini harus dipahami oleh baik tester maupun testee yaitu :</li></ul><ol><li>Tester ataupun asistennya perlu melakukan pendekatan yang lebih baik dengan menciptakan suasana yang ramah. Testee akan merasa mendapat simpati merasa diterima dan dihargai oleh tester sehingga tes ini dapat mengembangkan kreatifitasnya</li><li>Tester menjelaskan petunjuk pelaksanaan tes kepada testee</li><li>Testee dipersilahkan duduk pada kursi yang telah disiapkan atau diperbolehkan sambil berbaring. Akan tetapi akan lebih mudah apabila tester dan testee duduk berdampingan atau berhadap-hadapan agar tester dapat melihat muka testee dan instruksi dapat diberikan sejelas-jelasnya</li><li>Tester menyajikan gambar satu per satu secara berurutan kepada testee (Hendry Murray menyarankan untuk menyajikan 20 gambar dalam dua kali pertemuan. Sesi satu disajikan 10 gambar 1-10 dan sesi dua disajikan 10 gambar 11-20. Penyajian gambar boleh tidak berurutan, jika ada tujuan tertentu.)</li><li>Testee diminta untuk menanggapi secara verbal setiap gambar yang disajikan</li><li>Testee diminta mengarang sebuah cerita mengenai latar belakang dari kejadian yang menghasilkan adegan pada setiap gambar, mengenai pikiran dan perasaan yang dialami oleh orang-orang didalam gambar itu, dan bagaimana episode itu akan berakhir</li><li>Tester mencatat/merekam semua tanggapan testee terhadap gambar pertama sampai tes berakhir</li></ol><div>&nbsp;</div><ul><li>&nbsp;“ Kode Etik Psikologi adalah seperangkat nilai – nilai untuk ditaati dan dijalankan dengan sebaik – baiknya dalam melaksanakan kegiatan sebagai psikolog dan ilmuwan psikolog Indonesia.”(Kode etik Psikologi Indonesia, 2010). Kode etik psikologi memiliki sebuah tujuan untuk memberikan perlindungan terhadap layanan masyarakat terkait praktik layanan psikologi.</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-11 13:56:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732612871</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Referensi </title>
         <author>afifahandin30</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732613038</link>
         <description><![CDATA[<div>Anastasi,A. &amp; Urbina, S., 2007. Tes Psikologi. Psychological Testing. Edisi Ketujuh. Edisi Indonesia, Penerbit PT Indeks, Jakarta. <br><br>Erni, D. (2002). Diktat Thematic Apperception Test (TAT). Fakultas Psikologi Universitas Medan Area<br><br>Schweighofer, A., &amp; Coles, E. M. (1994). <em>Note on the Definition and Ethics of Projective Tests. Perceptual and Motor Skills</em>, 79(1), 51–54.<br><br>Setiyawan, S. (2017). Kepribadian Atlet dan Non Atlet. Universitas PGRI Semarang<br><br>Subandi, M. A., &amp; Wulan, Ratna. 2015. <em>Tes Rorschach: Administrasi dan Skoring</em>. Cetakan Kesebelas. Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.<br><br>Nastiti, D. 2005. ”Handout Psikologi Proyektif. Pengantar Pemahaman Dasar Tes Kepribadian dan Pengenalan Tes-tes Kepribadian”. Surabaya.<br><br>Ningsih, W., &amp; Urbayatun, S. (2021). Etika Psikolog dalam Pengumpulan dan Penyampaian Hasil Pemeriksaan Psikologis (Tinjauan Aksiologi). <em>Jurnal Filsafat Indonesia,Vol 4 no 2 tahun 2021</em>.</div><div>&nbsp;</div><div>Kode Etik Psikologi Indonesia.(2010). <em>Kode Etik Psikologi Indonesia:Himpunan</em> <em>Psikologi Indonesia</em>. Jakarta:Pengurus Pusat Himpunan Psikologi Indonesia.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-11 13:56:56 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732613038</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perkembangan Tes Binet</title>
         <author>habibaainina</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732775384</link>
         <description><![CDATA[<div>1905: Binet-Simon Scale</div><ul><li>Merupakan tes kecerdasan pertama.</li><li>Terdiri dari 30 item soal disusun dari yang termudah hingga tersulit, ditentukan oleh kinerja 50 anak normal usia 3-11 tahun dan beberapa anak tunagrahita.</li><li>Mencerminkan pandangan Binet bahwa kemampuan tertentu, seperti pemahaman dan penalaran merupakan aspek dasar dalam kecerdasan.<br><br></li></ul><div>1908: Binet-Simon Scale</div><ul><li>Revisi 1908 berisi lebih banyak item, dikelompokkan ke dalam tingkat usia berdasarkan kinerja sekitar 300 anak normal yang berusia 3-13 tahun sesuai dengan taraf kesukarannya.</li><li>Menggunakan konsep Mental Age.<br><br></li></ul><div>1911: Binet-Simon Scale</div><ul><li>Revisi di tahun yang sama ketika Binet meninggal.</li><li>Revisi ini hanya memiliki perubahan yang sangat kecil, termasuk perluasan ke tingkat usia 15 dan lima tes dewasa yang tidak dinilai.</li><li>Binet-Simon scale menarik minat banyak psikolog Amerika. Salah satunya yaitu Terman di Universitas Stanford yang merevisinya menjadi Stanford-Binet.<br><br></li></ul><div>1916: Stanford-Binet</div><ul><li>&nbsp;Distandarisasi pada sampel Amerika sekitar 1.000 anak-anak dan 400 orang dewasa.&nbsp;</li><li>Terman memasukkan istilah "IQ" dalam tes.&nbsp;<br><br></li></ul><div>1937: Stanford-Binet</div><ul><li>Revisi ini terdiri dari dua bentuk paralel, bentuk L dan M, standarisasi ulang lengkap pada sampel baru lebih dari 3.000 anak.</li><li>Namun tes ini dikritik karena sampelnya yang tidak benar-benar representatif.<br><br></li></ul><div>1960: Stanford-Binet</div><ul><li>Menggunakan tabel IQ deviasi sebagai pengganti rasio IQ.</li><li>Item tes dikelompokkan ke dalam 20 tingkat usia, mulai dari 2 hingga “dewasa unggul”.</li><li>Soal tes representatif terdiri dari mendefinisikan kata dengan benar, menunjukkan bagian tubuh pada boneka kertas, menghitung jumlah balok dalam berbagai tumpukan, mengulang angka, dan menemukan jalur terpendek dalam labirin.</li></ul><div><br>1972: Stanford-Binet</div><ul><li>Revisi 1972 hanya membuat perubahan kecil yang distandarisasi ulang pada 2.100 orang.</li></ul><div><br>1986: Stanford-Binet</div><ul><li>Restrukturisasi lengkap hingga 15 subtes.</li><li>Merevisi bentuk age scales menjadi point scale.</li><li>Berisi item memori jangka pendek, spasial, dan kuantitatif.</li><li>Revisi ini dirancang untuk digunakan oleh usia 2 tahun hingga dewasa. Standarisasi sampel terdiri dari lebih dari 5.000 orang, dari usia 2 hingga 23 tahun, dikelompokkan menurut Sensus AS 1980 pada variabel demografis seperti jenis kelamin, etnis, dan wilayah tempat tinggal.&nbsp;</li><li>Teori yang memasukkan Stanford-Binet 1986 adalah teori hierarkis, dengan g di puncak hierarki, yang didefinisikan sebagai mencakup kemampuan pemrosesan informasi, kemampuan perencanaan dan pengorganisasian, serta keterampilan penalaran dan adaptasi (Domino &amp; Domino, 2006).</li></ul>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1313507260/97f24ad0d815d8954a70e07f37e02ffa/image.png" />
         <pubDate>2021-09-11 16:44:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732775384</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perkembangan Kuder General Interest Survey</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732824209</link>
         <description><![CDATA[<div>KGIS dikembangkan pada tahun 1953 sebagai revisi dan perluasan ke bawah dari <em>Kuder Vocational Preference Record </em>(KVPR) (Chaplin, 2000). KGIS diperuntukkan bagi anak usia 6-12 tahun, sehingga menggunakan bahasa yang sederhana dan dapat diselesaikan dalam waktu yang relatif cepat, yakni 45-60 menit (Chaplin, 2000). Terjadi penambahan item untuk mendukung realibilitas skala KGIS, sehingga terdiri atas 168 kelompok pernyataan yang menjelaskan beraneka ragam aktivitas untuk dipilih anak mana yang paling disukai dan mana yang paling tidak disukai (Zytowski, 2015). Dalam pengembangannya, KGIS telah memperhatikan norma gender agar tidak terjadi bias antara hasil tes laki-laki dengan perempuan (Chaplin, 2000). KGIS juga telah menggunakan norma pemisahan, dimana kategori anak-anak dipisah menjadi 4, yaitu:<br>a) kelompok anak laki-laki usia 6-8 tahun; b) kelompok anak perempuan usia 6-8 tahun;<br>c) kelompok anak laki-laki usia 9-12 tahun; serta<br>d) kelompok anak perempuan usia 9-12 tahun (Chaplin, 2000).<br>Adanya peran norma gender dalam KGIS dapat membantu dalam menjelaskan perbedaan minat yang jelas antara anak laki-laki dengan anak perempuan.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1340026161/20506b3600a0ac046bd420b695908073/KGIS.jpg" />
         <pubDate>2021-09-11 17:49:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732824209</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Referensi</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732824781</link>
         <description><![CDATA[<div>Chaplin, J. P. (2000). <em>Kamus Lengkap Psikologi.</em> Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.<br><br></div><div>Dewi, E. M. P., &amp; Permatasari, N. (2020). <em>Pengantar Psikodiagnostik</em>. Makassar: UPT Unhas Press.<br><br>Harrington, Thomas, dan Jennifer Long. (2013). The History of Interest Inventories and Career Assessments in Career Counseling. The Career Development Quarterly: March 2013, Vol. 61, pp. 84-87<br><br>Jepsen, D. P. (2018) Kuder Occupational Interest Survey, Form DD. <em>Measurement and Evaluation in Counseling and Development,</em> 17(4), 217-219.<br><br>Zytowski, D. G. (2015). The Origins and Development of Frederic Kuder's Preference Record. <em>Journal of Career Assessment, 23 (4)</em>, 686-692.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-11 17:50:24 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732824781</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Identitas Penulis Review</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732829563</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Pengukuran Psikologi A-1<br>Kelompok 9 - Minat: Kuder's Interest Survey</strong></div><ol><li>Anastasia_112011133094</li><li>Akiraka Vijnanamaya_112011133113</li><li>Alyaa Saniyyah Imtiyaaz_112011133130</li><li>Siska Novita Gozaly_112011133133</li><li>Cut Natasya Syabilla_112011133156</li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-11 17:56:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732829563</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah dan Perkembangan Tes Minat dalam Psikologi: Kuder&#39;s Interest Survey</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732830517</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-11 17:57:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732830517</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah dan Perkembangan Tes Minat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732831946</link>
         <description><![CDATA[<div>Tes minat adalah salah satu tes psikologi yang digunakan untuk mengukur minat seseorang. Tes ini biasanya digunakan di dalam konseling pekerjaan atau karir, penjurusan siswa dan perencanaan bacaan pendidikan. <br><br>Sejarah tes ini diawali oleh Jesse Davis (1914) yang menerbitkan <em>Student Vocational Self Analysis</em> (Analisis Diri Kejuruan) untuk semua siswa kelas 10 di sekolah negeri. Tiga tahun kemudian, James Miner, salah satu psikolog pertama di bidang tes minat, mempelajari apakah preferensi siswa adalah milik mereka sendiri atau dipengaruhi oleh guru mereka.&nbsp;<br><br></div><div>Tes minat yang terstandarisasi pertama, Carnegie Interest Inventory, diterbitkan pada tahun 1920 oleh Carnegie Institute of Technology’s Bureau of Personnel Research in Pittsburgh, Pennsylvania. Tes ini tidak memiliki penulis dan hanya menggunakan petunjuk, pertanyaan, arahan, dan interpretasi dari penelitian dan inventaris yang ada sebelumnya.&nbsp;<br><br></div><div>Beberapa tahun setelahnya, banyak peneliti yang memeperluas inventaris tes minat dengan menggunakan Carnegie Interest Inventory sebagai panduannya. Para peneliti tersebut di antaranya, Bruce Moore (membedakan pekerjaan atau minat insinyur penjualan dan insinyur desain), Max Freyd (mengenali perbedaan gender dan mengembangkan instrumen terpisah bagi pria), dan Karl Crowdery (menjadi orang pertama yang memisahkan kelompok pekerjaan berdasarkan minat dan menggunakan format pertanyaan yang berbeda dan tujuh klasifikasi item).&nbsp;<br><br></div><div>Pada tahun 1927, E.K. Strong mempublikasikan The Strong Vocational Interest Blank (SVIB). Tes ini sekarang terkenal dengan nama Strong-Campbell Interest Inventory (SCII). Selain SCII, pada tahun 1939, Science Research Associates, anak perusahaan IBM di Chicago, Illinois menerbitkan Kuder Preference Record karya Frederic Kuder.&nbsp;<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1340490276/23ed790f91cc0f17b130873b3a2a0297/Minat_dan_Bakat.png" />
         <pubDate>2021-09-11 17:59:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732831946</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jenis-Jenis Tes Minat</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732832129</link>
         <description><![CDATA[<div>Dalam sejarah yang dijelaskan sebelumnya, terdapat 3 jenis tes minat bakat. yaitu :&nbsp;</div><div>a.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Kuder Preference Record - Vocational</div><div>Test ini diciptakan oleh Professor Universitas Duke sekaligus editor dari “<em>Educational and Psychological Measurement” </em>&nbsp;yaitu G.Frederic Kuder.&nbsp; Tes ini bertujuan untuk memperoleh pengertian tentang kecenderungan minat seseorang, bukan dengan mengetahui benar/salah jawaban tersebut. Tes “Kuder” memiliki banyak kegunaan, diantaranya yaitu :&nbsp;</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Untuk menaikan jabatan bagi studi lebih lanjut&nbsp;</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Untuk membantu menentukan penempatan yang cocok bagi pelajar/pegawai</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Seleksi pegawai</div><div>b.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Rothwell-Miller Interest Blank&nbsp;</div><div>Tes ini disusun oleh Rothwell pertama kali pada tahun 1947, saat itu tes ini hanya memiliki 9 jenis kategori yang kemudian diperluas pada tahun 1958 menjadi 12 kategori oleh Kenneth Miller. Hingga akhirnya, pembaruan tes ini diberi nama <em>Rothwell-Miller Interest Blank</em>. Tes ini bertujuan untuk mengungkap minat atau kecenderungan rasa suka atau tidak akan suatu kegiatan yang dimiliki individu. Selain itu, tes ini juga menggambarkan berapa besar komitmen dan kemungkinan terlibat dan kemampuan kontribusi suatu individu pada suatu aktivitas. Prinsip dari tes ini sendiri yaitu, memberikan gambaran mengenai persepsi, penilaian, rasa suka/tidak akan suatu aktivitas maupun mengenai pekerjaan tertentu.&nbsp;</div><div>c.&nbsp; &nbsp; &nbsp;Self-Directed Search&nbsp;</div><div>Self-Directed Search atau yang biasa disebut SDS merupakan tes yang ditemukan oleh J.L Holand. Self-Directed Search memiliki 6 tipe kepribadian individu didalamnya yang disebut RIASEC. Yaitu Realistis, Investigasi, Artistik, Social, Enterprising, Konvensional. Menurut Holland, setiap orangnya digolongkan dalam satu tipe dari 6 jenis kepribadian. Kelebihan dari tes ini sendiri yaitu :&nbsp;</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Alat tes jelas hanya terfokus mengukur minat seseorang&nbsp;</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;dengan alat tes ini dapat mengetahui karakteristik dari individu&nbsp;</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;menunjuk pada taraf intelegensi yang memungkinkan tingkat Pendidikan sekolah tertentu&nbsp;</div><div>-&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;pandangan Holland sangat relevan bagi bimbingan karir dan konseling karir di Institusi Pendidikan untuk jenjang Pendidikan menengah dan awal Pendidikan tinggi.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-11 18:00:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732832129</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Perkembangan Kuder Vocational Preferences Record</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732832481</link>
         <description><![CDATA[<div>Kuder Preference Record Vocational Test diciptakan oleh G. Frederic Kuder, profesor Universitas Duke dan editor dari “Educational and Psychological Measurement”. Tes ini dimaksudkan untuk memperoleh pengetian tentang kecenderungan minat seseorang, bukan dengan mengetahui benar/salah dari jawaban tersebut. Jawaban yang diharapkan adalah benar jika ia tepat benar dianggap oleh testee.&nbsp; Dalam tes ini akan disediakan beberapa macam pekerjaan yang dikumpulkan dalam golngan tertentu dan terdiri atas tiga pekerjaan masing-masing.&nbsp;<br><br>Perkembangan Tes Kuder Preference Record Vocational dimulai pada tahun 1934-1935 pada bidang pendidikan. Form A diterbitkan pada tahun 1939, dengan 7 daerah minat. Form B diterbitkan pada 1942 dengan 9 daerah minat. Di sisi lain, Form C terbit pada tahun 1948 dengan 10 daerah minat (outdoor, mechanical, computational, scientific, persuasice, artistic, literary, mudical, social service, clerical). &nbsp;<br><br>Ada beberapa kegunaan khusus dari Kuder Preference Record Vocational dalam program bimbingan. Tes ini mampu menunjukkan jabatan studi lebih lanjut, menguji sesorang yang telah memilih jabatan tertentu, menggali potensi jenis karir, seleksi pegawai, membuktikan kecocokkan penempatan pegawai atas posisi saat ini, dan mengembangkan motivasi kemampuan membaca.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-11 18:00:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732832481</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kuder Occupational Interest Survey</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732833111</link>
         <description><![CDATA[<div>Kuder Occupational Interest Survey atau yang dikenal dengan KOIS merupakan salah satu dari tiga format Tes minat Kuder. KOIS merupakan perkembangan dari KPRV yang dipublikasikan pada tahun 1939 dengan form A. Dalam pengembangannya, tes ini menggunakan perbandingan antara individu yang puas dengan pekerjaan mereka dengan individu lainnya yang tidak. Secara garis besar, KOIS didesain untuk orang dewasa untuk mengetahui minat pekerjaan mereka termasuk juga para mahasiswa atau calon mahasiswa dalam menentukan jurusan yang akan mereka ambil dalam perkuliahan.<br><br>Kuder (1965) memperkenalkan Occupational Interest Survey dengan form D. Form D ini masih merepresentasikan form C namun perbedaannya di form D telah diberi skor seperti Vocational Interest Blank milik Strong. Berbeda dengan Strong yang menggunakan kelompok referensi umum, form D memberi skala norma laki-laki dan perempuan pada laporan yang sama terlepas dari gender pengambil inventaris. Pemberian skor pada tes ini hanya dilakukan oleh mesin. Skor para mahasiswa dilaporkan dalam urutan pada norma laki-laki dan perempuan untuk 119 skala pekerjaan dan 18 skala perguruan tinggi. Skor numerik itu merupakan koefisien lambda yang mewakili tingkat yang mana tanggapan mahasiswa itu mirip dengan tanggapan dari setiap kelompok kriteria.<br><br>Pada tahun 1966, KOIS dengan form DD pertama kali diluncurkan. Form DD ini merupakan gabungan dari form C dan form D. KOIS-DD didesain untuk para siswa SMA dan mahasiswa dengan dua tujuan yaitu: <br>a. Membantu mengidentifikasi pilihan pekerjaan yang konsisten dengan pola minat siswa.<br>b. Membantu siswa memilih masuk pekerjaan karena eksplorasi atau berkomitmen.<br>Kedua tujuan itu dibuat dari buku <em>General Manual </em>(Kuder &amp; Diamond, 1979) dan<em> Interpretive Leaflet</em> (1979).<br><br>Terdapat tiga pengembangan baru KOIS-DD di tahun 1979. Pertama, lima skala pekerjaan baru yang menekankan pada pekerjaan nontradisional pada pria dan wanita. Kedua, <em>Report of Score Form </em>baru yang berisi peringkat skor untuk semua skala. Ketiga, adanya revisi dari <em>General Manual</em>.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-11 18:01:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1732833111</guid>
      </item>
      <item>
         <title>The Binet Tests</title>
         <author>chikamelodia</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1733061002</link>
         <description><![CDATA[<div>Pada tahun 1904, Menteri Instruksi Umum untuk sekolah-sekolah Paris meminta Alfred Binet melakukan studi untuk mengidentifikasi anak-anak tunagrahita di dalam kelas. Binet adalah seorang psikolog terkenal dan telah bekerja pada sifat dan penilaian kecerdasan selama beberapa waktu. Binet dan Theodore Simon menjawab tantangan ini dengan mengembangkan tes 30-item, yang kemudian dikenal sebagai <em>The 1905 Binet-Simon Scale</em> (Binet &amp; Simon, 1905 dalam Domino &amp; Domino, 2006).<br><br></div><div><em>The 1905 Binet-Simon Scale</em> adalah tes intelegensi praktis pertama. Skala ini merupakan instrumen yang sangat awal, lebih seperti wawancara terstruktur, yang tidak menghasilkan skor total. Tes ini dirancang untuk menghasilkan ukuran yang mewakili tingkat perkembangan kognitif umum seseorang. Penggunaan skala tersebut sederhana dan dimaksudkan untuk digunakan oleh guru kelas. Tujuan dari skala pada dasarnya adalah untuk mengidentifikasi anak-anak yang terbelakang. Skala Binet-Simon direvisi dua kali. Versi tahun 1908 berisi lebih banyak item, dikelompokkan ke dalam tingkat usia berdasarkan kinerja pada sekitar 300 anak normal, dan skor dapat dinyatakan sebagai <em>mental level</em> atau <em>mental age</em>, sebuah konsep yang membantu mempopulerkan tes intelegensi. Versi tahun 1911 hanya memiliki sedikit perubahan dari versi sebelumnya; perpanjangan ke <em>age level</em> atau tingkat usia 15 dan lima <em>ungraded adult tests</em>. (Domino &amp; Domino, 2006)<br><br></div><div><em>The Binet-Simon Scale</em> membangkitkan minat banyak psikolog Amerika yang menerjemahkan dan/atau mengadopsi skala tersebut. Salah satunya adalah Lewis Terman di <em>Stanford University</em>, yang pertama kali menerbitkan terjemahan dan "perluasan" dari Binet-Simon pada tahun 1916. Publikasi Terman menampilkan item-item tes yang baru dikembangkan dan pendekatan metodologis baru yang mencakup studi normatif, sehingga pada dasarnya ini adalah tes baru. Revisi Stanford dari Binet-Simon kemudian menjadi Stanford-Binet. Publikasi Stanford-Binet memberikan dampak dan merangsang minat kepada tes intelegensi di seluruh dunia (Minton, 1988 dalam Cohen &amp; Swerdlik, 2017). Stanford-Binet melalui beberapa kali revisi. Terkadang perubahannya cukup signifikan dan terkadang kecil. Terkadang perubahan lebih pada aspek keilmiahan dan terkadang pada aspek sosial. <em>The Stanford–Binet Intelligence Scale</em> memiliki 5 edisi hingga saat ini.<br><br></div><div>Tes Stanford-Binet termasuk tes yang diterbitkan secara komersial. Alat tes dapat dibeli oleh pengguna yang memenuhi syarat melalui perusahaan komersial, yang umumnya mengiklankan melalui katalog. Berisikan berbagai macam tes, satu set spesimen, buklet tes dan lembar jawaban, kunci penilaian untuk menilai tes, dan manual tes yang berisi informasi tentang tes. Stanford-Binet termasuk jenis tes individual (dilakukan pada satu orang dalam satu waktu).<br><br></div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1334735815/64d33cb89e042a39428bed9bf3a6d3be/Pengantar_Binet.png" />
         <pubDate>2021-09-12 00:43:27 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1733061002</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sejarah Perkembangan Tes Inteligensi</title>
         <author>almirapriandita</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1733063449</link>
         <description><![CDATA[<div>Tes inteligensi awalnya dimulai oleh Alfred Binet (1875-1911) yang memiliki suatu usaha pengukuran inteligensi dengan mengambil contoh dari metoda Paul Broca. Metoda ini sangat terkenal di kalangan ilmuwan pada saat itu. Pengukuran inteligensi yang dimaksud adalah mengukur kaliber tempurung kepala anak-anak atau yang biasa disebut dengan kraniometri.<br><br>Sejarah menggariskan bahwa Alfred Binet adalah seseorang yang memengang tonggak awal perkembangan tes-tes inteligensi modern di seluruh dunia. Pada tahun 1904, Alfred Binet mulai meninggalkan pendekatan kraniometri dan berganti ke metoda yang lebih psikologis. Alfred Binet menciptakan sebuah alat baru yang berfungsi untuk mengukur katajaman bayangan ketahanan dan kualitas perhatian, ingatan, kualitas penilaian moral dan estetika, serta keahlian mendeteksi kesalahan memahami kalimat-kalimat dan logika. <br><br>Pada bulan Oktober tahun 1904, Binet diamanahi oleh menteri pengajaran Prancis untuk mengkaji permasalahan anak-anak yang bermental lemah di sekolah-sekolah Prancis. Maka dari itu, diperlukan sebuah alat ukur yang dapat membedakan mana anak yang bermental lemah dan mana yang tidak. Theodore Simon, seorang dokter yang bekerja sama dengan Binet menciptakan skala intelegensi yang dikenal dengan nama Skala Binet-Simon dan juga Skala 1905. Skala ini terdiri dari 30 soal yang tersusun berdasarkan tingkat kesulitan yang semakin meningkat. Dalam skala 1905 ini, tidak ditemui panduan yang jelas mengenai bagaimana cara menghitung skor yang telah didapatkan oleh seorang anak.<br><br>Skala 1908 atau yang juga dikenal dengan skala kedua hadir setelah kemunculan skala 1905. Dalam skala 1908 ini, jumlah tes diperbanyak dan beberapa tes pada skala pertama yang terbukti tidak terlalu baik akhirnya dihapuskan. Setelah itu, hadir Skala Binet-Simon yang terakhir pada tahun 1911. Skala ini memiliki beberapa tes baru yang ditambahkan di level usia tertentu dan terdapat perluasan soal sampai melingkupi level usia mental dewasa. Kemudian, Lewis Madison Terman di Stanford University melakukan revisi pada skala tersebut di tahun 1916. Sejak saat itu, Skala Stanford-Binet menjadi skala standar dalam psikiatri, psikologi klinis, dan juga konseling pendidikan.<br><br>Setelah itu, pada tahun 1960 skala tersebut mengalami beberapa revisi yang penting, diantaranya yaitu konsep IQ deviasi dari Wechsler mulai dipakai dengan rentang angka mulai 30 sampai 170, Skala Stanford-Binet menjadi satu Form L-M, tabel konservsi IQ diperluas hingga mencakup usia 18, dan versi paling <em>update </em>dari skala ini yang terbit pada 1986 mengandung empat kelompok penalaran serta memuat beberapa macam tes baron.<br><br>Awalnya telah dipraktekkan oleh negara China sebelum dinasti Han yang bertujuan untuk menguji pendaftaran rakyat sipil di legislatif ligensi berdasarkan pengetahuan menulis klasik, persoalan administratif, serta menejerial. Setelah itu, dilanjutkan pada masa dinasti Han (200SM-200M) yang meluas pada seleksi bidang militer, pertanian, geografi, dan perpajakan. Seleksi ini merupakan seleksi yang keras karena dilakukan sehari semalam dalam kabin untuk menulis sebuah artikel atau puisi, kemudian hanya satu hingga tujuh persen yang lolos dan diizinkan untuk ikut ambil bagian pada ujian tahap kedua yang berakhir dalam tiga hari tiga malam (Nuraeni, 2012).</div>]]></description>
         <enclosure url="https://www.riohondo.edu/behavioral-and-social-sciences/wp-content/uploads/sites/39/2014/02/history-wordle.jpg" />
         <pubDate>2021-09-12 00:48:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1733063449</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kritik</title>
         <author>smaraannetta</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1733165098</link>
         <description><![CDATA[<div>Tes Binet awal menerima banyak kritik seperti, standardisasi yang tidak memadai, penekanan yang berat pada keterampilan verbal, item yang terlalu mencerminkan pengalaman sekolah, kesulitan yang tidak sesuai pada item (item terlalu mudah di level rendah dan item terlalu sulit di level atas). Namun, revisi-revisi Tes Binet di kemudian hari mengatasi keterbatasan yang ada pada versi sebelumnya (Domino &amp; Domino, 2006).<br><br>Meskipun menerima banyak kritik, Tes Binet tetap memiliki banyak kelebihan. Itu adalah tes kecerdasan pertama yang diterbitkan untuk memberikan instruksi penilaian yang terperinci dan terorganisir. Juga merupakan tes pertama di Amerika yang menggunakan konsep IQ. Tes Binet merupakan tes adaptif yang memberikan keuntungan yaitu, membantu memastikan bahwa subtes tidak terlalu sulit untuk membuat peserta frustasi dan tidak terlalu mudah supaya peserta tidak menganggap bahwa itu bukan tes yang serius (Cohen &amp; Swerdlik, 2017).</div>]]></description>
         <enclosure url="https://smgco-images.s3.amazonaws.com/media/S/O/O/medium_1996_0277_0118.jpg" />
         <pubDate>2021-09-12 03:51:44 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1733165098</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Referensi</title>
         <author>smaraannetta</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1733165902</link>
         <description><![CDATA[<div>Cohen R, Swerdlik, M. (2017) <em>Psychological Testing and Assessment</em>. Boston: McGraw-Hill Higher Education.<br><br>Domino, G &amp; Domino, M.L. (2006).<em> Psychological Testing an Introduction</em>. Cambridge University Press.<br><br>Nur'aeni. (2012). T<em>es Psikologi: Tes Intelegensi dan Tes Bakat</em>. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-12 03:52:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1733165902</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Materi Video tentang Inteligensi</title>
         <author>almirapriandita</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1734865845</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/W2bKaw2AJxs" />
         <pubDate>2021-09-13 03:43:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1734865845</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>almirapriandita</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1734889099</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/9xTz3QjcloI?t=426" />
         <pubDate>2021-09-13 03:54:39 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1734889099</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>almirapriandita</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1734890390</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/17T3fZIpT8I" />
         <pubDate>2021-09-13 03:55:19 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1734890390</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>almirapriandita</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1734891417</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/w7-rYp-BQJQ" />
         <pubDate>2021-09-13 03:55:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1734891417</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>almirapriandita</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1734892437</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://youtu.be/yQ1rDEPUZ1M" />
         <pubDate>2021-09-13 03:56:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1734892437</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan untuk Kelompok 3 (Tes Inteligensi)</title>
         <author>smaraannetta</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735384614</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 08:05:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735384614</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban dari Kelompok 3 (Tes Inteligensi)</title>
         <author>smaraannetta</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735385382</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 08:05:26 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735385382</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan untuk Kelompok 1 (Tes Kepribadian Proyeksi)</title>
         <author>smaraannetta</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735415248</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 08:20:08 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735415248</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban dari Kelompok 1 (Tes Kepribadian Proyeksi)</title>
         <author>smaraannetta</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735416294</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 08:20:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735416294</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Pertanyaan untuk Kelompok 9 (Tes Minat)</title>
         <author>smaraannetta</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735418181</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 08:21:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735418181</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Jawaban dari Kelompok 9 (Tes Minat)</title>
         <author>smaraannetta</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735418978</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-09-13 08:22:03 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735418978</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Manual</title>
         <author>alyaasaniyyahimtiyaaz2020</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735667443</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1335639040/03fcc46d7126d3163e9da19853236b8a/WhatsApp_Image_2021_09_13_at_10_03_26.jpeg" />
         <pubDate>2021-09-13 10:46:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735667443</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Lampiran</title>
         <author>alyaasaniyyahimtiyaaz2020</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735668141</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1335639040/cac8d85c2963c9ab4eab3c7259323244/WhatsApp_Image_2021_09_13_at_10_03_35.jpeg" />
         <pubDate>2021-09-13 10:46:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735668141</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Contoh:</title>
         <author>alyaasaniyyahimtiyaaz2020</author>
         <link>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735668903</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1335639040/7d5393be6fb59cbb4d2409984183cf9c/WhatsApp_Image_2021_09_13_at_10_03_19.jpeg" />
         <pubDate>2021-09-13 10:47:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/almirapriandita/pengukuranpsikologi/wish/1735668903</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
