<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Perlawanan Rakyat Maluku by Chusnul Sya&#39;adah</title>
      <link>https://padlet.com/csyaadah/1bm6b9yaf0hhcgyk</link>
      <description></description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2022-09-17 16:11:18 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2022-09-17 16:26:35 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>SEKILAS PEDANG</title>
         <author>csyaadah</author>
         <link>https://padlet.com/csyaadah/1bm6b9yaf0hhcgyk/wish/2301076782</link>
         <description><![CDATA[<div>Maluku merupakan salah satu daerah yang pernah dijajah oleh Belanda karena hasil rempah-rempahnya yang berkualitas dan melimpah. Selama diduduki oleh Belanda, rakyat Maluku mengalami banyak penindasan. Kapitan Pattimura atau Pattimura lahir pada 8 Juni 1783 di Haria, Saparua, Maluku Tengah. Beliau lahir di keluarga Matulessy, dengan nama asli Thomas Matulessy. Ayahnya bernama Frans Matulessy dan ibunya bernama Fransina Silahoi.<br>Sebelum maju dalam peperangan melawan Vereenigde Oost Indische Compagnie atau VOC, Pattimura pernah berkarir di militer sebagai mantan sersan Militer Inggris.&nbsp;<br>Nama beliau semakin dikenal karena memimpin perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda di perang Pattimura.</div>]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads.storage.googleapis.com/1810423942/47a081aa9a1375fc327edcb37bce0515/IMG_20220917_WA0111.jpg" />
         <pubDate>2022-09-17 16:19:48 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/csyaadah/1bm6b9yaf0hhcgyk/wish/2301076782</guid>
      </item>
      <item>
         <title>LATAR BELAKANG </title>
         <author>csyaadah</author>
         <link>https://padlet.com/csyaadah/1bm6b9yaf0hhcgyk/wish/2301077694</link>
         <description><![CDATA[<div>Sebenarnya, perlawanan-perlawanan rakyat Indonesia kepada para penjajah yakni Bangsa Belanda ini disebabkan karena semata-mata adanya VOC. Yap, kongsi dagang Hindia-Timur ini dianggap sebagai upaya bangsa Belanda untuk memonopoli kekayaan Indonesia dan membuat rakyat semakin sengsara. Nah, berikut ini adalah beberapa latar belakang penyebab terjadinya Perlawanan Rakyat Maluku yang kala itu dipimpin oleh Kapitan Pattimura.<br><br>Rakyat Maluku sejatinya memang telah menolak kehadiran Belanda di wilayah mereka, sebab pengalaman mereka yang sebelumnya tertindas di bawah VOC.<br>Pemerintah Belanda menindas rakyat Maluku melalui pemberlakuan kembali adanya penyerahan wajib dan kerja wajib.<br>Benteng Duurstede dikuasai kembali oleh tentara Belanda.<br>Rakyat Maluku diwajibkan kerja paksa untuk kepentingan Belanda, mulai dari mengurus perkebunan hingga membuat garam.<br>Adanya peraturan mengenai penyerahan wajib kepada rakyat Maluku, berupa kopi, dendeng, dan ikan asin.<br>Kebanyakan guru dan pegawai pemerintah diberhentikan begitu saja dan sekolah hanya dibuka di kota-kota besar.<br>Jumlah pendeta dikurangi, sehingga menyebabkan kegiatan ibadah menjadi terhalang.<br>Pihak Belanda melakukan monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku.<br>Penolakan oleh Residen Van den Berg terhadap tuntutan rakyat untuk membayar harga perahu yang dipisah sesuai dengan harga sebenarnya.<br>Pihak Belanda semakin memperkuat posisinya di Maluku dengan mendirikan benteng-benteng.<br>Sementara itu, menurut M. Sapija, latar belakang penyebab terjadinya perlawanan rakyat Maluku ini dibagi menjadi empat bagian, yakni:<br><br>Penindasan dan pemerasan terhadap rakyat maluku yang dilakukan oleh para petinggi Belanda, terutama pada masa Residen Van den Berg yang kala itu mendapat perlindungan dari upaya monopoli VOC.<br>Ketidakpuasan rakyat Maluku terhadap peraturan-peraturan yang digagas oleh gubernur Van Middelkoop. Peraturan tersebut antara lain adalah mewajibkan penduduk Maluku untuk menyediakan perahu-perahu yang digunakan untuk keperluan pemerintahan Belanda. Padahal peraturan tersebut telah dihapuskan sebelumnya pada masa kekuasaan Inggris.<br>Pemerintah Belanda tengah kekurangan uang sehingga memeras para rakyat Maluku.<br>Sifat kritis dari rakyat maluku yang membandingkan peraturan-peraturan pada pemerintahan yang dulu dengan pemerintahan yang sekarang</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-17 16:21:25 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/csyaadah/1bm6b9yaf0hhcgyk/wish/2301077694</guid>
      </item>
      <item>
         <title>JALANNYA PERISTIWA </title>
         <author>csyaadah</author>
         <link>https://padlet.com/csyaadah/1bm6b9yaf0hhcgyk/wish/2301078712</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat Maluku muncul pada tahun 1635 di bawah pimpinan Kakiali, Kapitan Hitu. Saat Kakiali tewas terbunuh, perjuangannya dilanjutkan Kapitan Tulukabessy. Perlawanan ini baru dapat dipadamkan pada tahun 1646. Sampai akhir abad ke-18 tak terdengar lagi perlawanan pada VOC.<br><br>Baru kemudian muncul nama Sultan Jamaluddin, dan Sultan Nuku dari Tidore. Namun VOC dengan cepat bisa memadamkan perlawanan itu. Lalu pada 1817 muncul tokoh dari di Pulau Saparua bernama Pattimura. Dalam aksi Pattimura itu, Benteng Duurstede berhasil dihancurkan oleh rakyat Maluku. Bahkan, Residen Belanda Van den Bergh terbunuh dalam peristiwa tersebut.<br><br>Tak sampai di situ, Belanda terus membawa pasukan dari Ambon hingga Jawa demi mengalahkan rakyat Maluku. Peristiwa ini menjalar ke kota lainnya di Maluku, seperti Ambon, Seram, dan pulau lainnya agar rakyat Maluku mundur.<br><br>Rakyat Maluku pun mundur karena kekurangan pasokan makanan. Demi menyelamatkan rakyat dari kelaparan, Thomas Mattulessia atau Patimurra menyerahkan diri dan dihukum mati.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-17 16:23:09 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/csyaadah/1bm6b9yaf0hhcgyk/wish/2301078712</guid>
      </item>
      <item>
         <title>AKHIR PERISTIWA </title>
         <author>csyaadah</author>
         <link>https://padlet.com/csyaadah/1bm6b9yaf0hhcgyk/wish/2301080550</link>
         <description><![CDATA[<div>Perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda mulai terlihat pada Agustus 1817. Pihak Belanda meminta bantuan dari Batavia untuk memadamkan perlawanan Pattimura.<br><br>Dilansir dari buku Kapitan Pattimura (1985) karya I.O Nanulaitta, menyebutkan bahwa Pattimura dikhianati oleh raja Booi dari Saparua dengan membocorkan informasi tentang strategi perang Pattimura dan rakyat Maluku, sehingga Belanda mampu merebut kembali Saparua.<br><br>Pada Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di Ambon bersama 3 orang lainnya serta menandai berakhirnya perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2022-09-17 16:26:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/csyaadah/1bm6b9yaf0hhcgyk/wish/2301080550</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
