<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>See, Think, and Share (Kelas 9D) by Ika Naniek Sri Rahayu</title>
      <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb</link>
      <description>1. Simak video, gambar, atau tulisan tentang permasalahan yang sering ditemukan terkait lembaga keuangan maupun produknya pada LAJUR SEE.                                     2. Lalu diskusikan dengan teman satu tim pada LAJUR THINK mengenai 3 hal berikut : tentang valid/kebenaran info tersebut.  Apakah terkait dengan produk lembaga keuangan bank/bukan bank? Serta permasalahan apa yang terungkap dalam video atau tulisan tersebut.                                                                                                            3. Lalu uraikan pandangan tim kalian pada LAJUR SHARE terkait solusi dari setiap list permasalahan yang tuliskan pada lajur sebelumnya.                                                  4. Pada LAJUR TANGGAPAN kelompok lain dituliskan oleh kelompok yang berbeda dengan menanggapi tulisan yang dituliskan pada kolom share     
</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2025-09-01 04:48:21 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-09-14 11:07:31 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url>https://elvis.padletcdn.com/1/fetch/e_in/pixabay.com/get/ge684d5bb996ebd3f43642877983829c44dcd1c0508add6086674a8d99324e94a0625beac5dc2fec6e3a8c1ecb96e67c6.jpg</url>
      </image>
      <item>
         <title></title>
         <author>ikarahayu77</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3562766579</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.instagram.com/reel/DM7bCgLy3vR/?igsh=MXV1MW5qMDdpM29udw==" />
         <pubDate>2025-09-01 04:55:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3562766579</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ikarahayu77</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3562768095</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.instagram.com/reel/DNmxibsyqNy/?igsh=b2kxdnZ4YzZnaGt4" />
         <pubDate>2025-09-01 04:56:22 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3562768095</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ikarahayu77</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3562770472</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.cnbcindonesia.com/market/20250629162400-17-644703/21-bank-di-ri-sudah-tutup-bangkrut-sejak-2024-2025-ini-daftarnya" />
         <pubDate>2025-09-01 04:57:53 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3562770472</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ikarahayu77</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3562775002</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://padlet-uploads-usc1.storage.googleapis.com/3720267400/801798c23d79ae8fa4de09e4980344a4/soalku.jpg" />
         <pubDate>2025-09-01 05:00:12 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3562775002</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ikarahayu77</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3562882489</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20190213200418-78-369043/ojk-duga-korban-bunuh-diri-pinjam-uang-dari-fintech-ilegal" />
         <pubDate>2025-09-01 06:06:29 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3562882489</guid>
      </item>
      <item>
         <title></title>
         <author>ikarahayu77</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3562883517</link>
         <description><![CDATA[]]></description>
         <enclosure url="https://www.cnnindonesia.com/tv/20250516171914-407-1230041/video-7-debt-collector-depok-ditangkap-polisi-temukan-senpi" />
         <pubDate>2025-09-01 06:07:01 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3562883517</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Farzana, Qonita, Hannah, Hananisa: Problem set 3</title>
         <author>hananisaazaria</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3572837832</link>
         <description><![CDATA[<ol><li><p><strong>Kevalidan info: </strong>Terkait sumber berita cnbc yang membuktikan bahwa informasi tersebut valid, dan terbukti beberapa bank di Indonesia yang tertulis dari berita tersebut merupakan bank bank yang tutup.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Apakah terkait dengan produk lembaga keuangan bank/bukan bank?: </strong><br>kasus penutupan 21 bank ini adalah isu yang berkaitan langsung dengan lembaga keuangan bank, bukan non-bank.</p><p><br></p></li><li><p><strong>Permasalahan apa yg terungkap: </strong></p><p>a. OJK mencabut izin usaha sebanyak 21 bank Perekonomian Rakyat (BPR) di Indonesia. Karena banyak pihak bank tidak berhasil melakukan langkah pemulihan meski telah diberi kesempatan</p><p><br></p><p>b. kekhawatiran nasabah terhadap dana simpanan, menimbulkan kepanikan dan ketidakpercayaan terhadap sistem perbankan</p><p><br></p><p>c. resiko terhadap stabilitas keuangan, banyaknya bank tutup bisa disalahartikan sebagai tanda krisis</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 01:53:59 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3572837832</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5 Moni, Zarine, Aura Aisyah. (problem 5)</title>
         <author>areta6</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3572845539</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p>-<strong>KEBENARAN</strong> : </p><p>ya info itu benar ada nya karena sumber nya terpecaya. Seperti yang kita tahu CNN sudah sangat terkenal sekali dalam mengeluarkan berita. Di dalam berita tersebut juga jelas disebutkan tanggal, waktu, tempat, serta orang yang terlibat secara detail</p><p><br></p><p>-<strong>APAKAH TERKAIT DENGAN PRODUK LEMBAGA KEUANGAN BANK/BUKAN BANK</strong> :</p><p>Tidak, sebenernya fintech itu termasuk kedalam bukan bank tapi karena finech di berita ini ilegal dan secara hukum di anggap tidak sah karena tidak punya izin dari OJK maka kami simpulkan tidak</p><p><br></p><p>-<strong>PERMASALAHAN YANG TERUNGKAP </strong>:</p><ol><li><p>Adanya korban yang bunuh diri akibat terlilit hutang di fintech ilegal</p></li><li><p>Cara penagihan hutang nya semena-mena dan tidak sesuai aturan</p></li><li><p>Fintech ilegal yang tidak di awasi OJK (otoritas jasa keungan) sehingga dapat tetap beroprasi tanpa aturan yang jelas</p></li><li><p>Kurangnya literasi masyarakat tentang fintech ilegal</p></li><li><p>Tanggung jawab OJK (otoritas jasa keuangan) dan pemerintah</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 01:58:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3572845539</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok Farzana, Qonita, Hannah, Hananisa: Problem set 3</title>
         <author>hananisaazaria</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3572873687</link>
         <description><![CDATA[<p>Solusi Permasalahan:</p><p>a. LPS menjamin bahwa dana nasabah tetap aman dan akan dibayarkan sesuai aturan yang berlaku.</p><p><br></p><p>b. LPS akan melakukan rekonsiliasi dan verifikasi atas data simpanan dan informasi lainnya untuk menetapkan simpanan yang akan dibayar, rekonsiliasi dan verifikasi dimaksud akan diselesaikan LPS paling lama 90 hari kerja.</p><p><br></p><p>c. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK menerangkan banyaknya penutupan itu tidak menunjukan adanya goncangan terhadap sektor keuangan. Malahan itu menunjukan bahwa sistem pengawasan telah berjalan.</p><p><br></p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 02:11:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3572873687</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 5 Moni, Zarine, Aura, Aisyah (problem 5)</title>
         <author>areta6</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3572913127</link>
         <description><![CDATA[<p><br></p><p><strong>SOLUSI PERMASALAHAN</strong>:</p><ol><li><p>Pemerintah bersama OJK perlu memperluas program literasi keuangan digital agar masyarakat tahu risiko pinjaman online ilegal (Pencegahan).</p><p>-Layanan konseling psikologis gratis/tersedia bagi korban jeratan pinjol (Penanganan).</p><p>-Penegakan hukum lebih tegas terhadap pelaku fintech ilegal agar tidak semakin banyak korban (Regulasi).</p><p><br></p></li><li><p>OJK menetapkan standar etika penagihan, termasuk larangan intimidasi, pelecehan, atau ancaman (Aturan Tegas).</p><p>-Membentuk tim khusus yang menindak langsung praktik penagihan melanggar hukum (Pengawasan).</p><p>-Sediakan kanal pengaduan cepat (hotline, aplikasi, website) untuk melaporkan penagihan yang melanggar aturan (Laporan Mudah).</p><p><br></p></li><li><p>Kerjasama OJK, Kominfo, dan kepolisian untuk memutus akses situs/aplikasi fintech ilegal (Pemblokiran).</p><p>-Jerat pidana bagi pengelola fintech ilegal agar memberi efek jera (Penegakan hukum).</p><p>-Dorong kerja sama lintas negara (karena banyak fintech ilegal berbasis luar negeri) (Kolaborasi).</p><p><br></p></li><li><p>Sosialisasi masif melalui sekolah, kampus, media sosial, dan komunitas tentang perbedaan fintech legal &amp; ilegal (Edukasi Publik).</p><p>-Publikasi daftar fintech legal secara berkala di website resmi OJK dan media massa (Transparasi Data).</p><p>-Masukkan materi literasi digital &amp; finansial ke dalam kurikulum pendidikan (Program Literasi Keuangan).</p><p><br></p></li><li><p>Mengawasi, mengatur, serta menindak tegas fintech ilegal. Memastikan semua fintech resmi mematuhi aturan etika &amp; perlindungan konsumen (OJK).</p><p>-Membuat regulasi yang lebih kuat, menyediakan sarana edukasi nasional, serta bekerjasama dengan penegak hukum untuk menutup fintech ilegal (Pemerintah).</p><p>-Bentuk Satgas Pinjol Ilegal yang melibatkan OJK, Kominfo, Polri, dan Kemenkominfo untuk penindakan terpadu&nbsp;(Koordinasi).</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 02:29:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3572913127</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 1: Vivi, Zytka, Afra, Adel &amp; Najwa Problem Set 1</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3573108085</link>
         <description><![CDATA[<p>Krisis Moneter </p><p><br/></p><p><strong>Kebenaran Informasi: </strong>Memang disebutkan pada tahun 1997 bahwa Indonesia mengalami krisis moneter karena ketidakstabilan politik serta lemahnya institusi dalam mengatur ekonomi negara. Dan permasalahan politik yang menuntut Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya sebagai presiden karean dugaan korupsi dan otoritarianisme. Video yang ada pada sumber dari akun instagram <strong>studisejarah </strong>tersebut memang diambil pada tahun dimana krisis tersebut sedang terjadi.</p><p><br/></p><p><strong>Keterkaitan dengan Lembaga Keuangan: </strong>Saat masa krisis, banyak masyarakat yang ramai-ramai menarik uang dari bank karena rasa panik dan ketakutan akan ketidakpercayaan lembaga bank dalam mengatur tabungan keuangan. Ditambah dengan banyak informasi dan hoax yang memperparah dapat menyebabkan kondisi krisis ini semakin parah.</p><p><br/></p><p><strong>Permasalahan yang Ditemukan:</strong></p><ol><li><p>Akumulasi Hutang Uang Luar Negeri Swasta yang Besar: Saat nilai rupiah merosot tajam, utang ini semakin berlipat ganda jika dihitung dalam mata uang dollar</p></li><li><p> Nilai Tukar Rupiah yang Terlalu Tinggi (Overvalued): Nilai rupiah yang dipertahankan terlalu kuat oleh pemerintah membuatnya relatif murah dibandingkan produk dalam negeri. Ini mendorong impor yang lebih besar dari ekspor dan membuat nilai tukar menjadi tidak realistis, sehingga akhirnya merosot drastis. </p></li><li><p> Kelemahan Sistem Perbankan dan Kesalahan Kebijakan Pemerintah:</p><p>Pemerintah memberikan sinyal kurang tepat dengan mempertahankan nilai rupiah yang terlalu tinggi dan menetapkan suku bunga yang tinggi. Selain itu, sistem perbankan tidak mampu menilai risiko dengan baik, menyebabkan banyak kredit macet dan kelemahan struktural. </p></li><li><p>Krisis Kepercayaan di Pasar:</p><p>Kepanikan di pasar terjadi karena investor dan masyarakat menarik dana secara besar-besaran dari bank dan menjual aset mereka. Ini memperburuk krisis karena menyebabkan bank mengalami kekurangan likuiditas dan aset turun tajam. </p></li><li><p>Ketidakstabilan Politik dan Sosial:</p><p>Ketidakpastian politik dan kelemahan institusi pemerintahan, serta aksi demonstrasi besar-besaran karena kelangkaan bahan pokok, menciptakan kekhawatiran yang signifikan dan menambah ketidakstabilan. </p></li><li><p>Penundaan Bantuan dari IMF:</p><p>Penundaan pemberian dana bantuan oleh Dana Moneter Internasional (IMF) karena pemerintah tidak memenuhi kesepakatan yang ada memperburuk kondisi perekonomian Indonesia yang&nbsp;sudah&nbsp;terpuruk.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 04:24:06 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3573108085</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4: Najma, Zahira, Putri, Sabina &amp; Bunga (Problem Set 6)</title>
         <author>sabina135</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3573905410</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Kevalidan Informasi:</strong> Berita tersebut dapat dipercaya atau dapat dibilang valid karena telah disampaikan oleh media yang terpercaya. Dalam berita tersebut dilaporkan bahwa Polres Metro Depok menangkap tujuh orang debt collector di Depok, pada tanggal 15 Mei 2025 dalam Operasi Brantas Jaya 2025.</p><p><br></p><p><strong>Terkait dengan produk lembaga keuangan bank/bukan bank:</strong> Para debt collector yang ditangkap menjalankan aktivitas penagihan utang, yang secara umum merupakan bagian dari proses pemulihan kredit oleh lembaga keuangan, baik bank maupun non-bank seperti leasing, fintech, atau koperasi simpan pinjam. Meskipun tidak semua tersangka memiliki surat tugas, keberadaan surat tugas pada sebagian dari mereka menunjukkan bahwa mereka mewakili institusi keuangan tertentu.</p><p><br></p><p><strong>Permasalahan yang terungkap: </strong></p><ol><li><p>Penangkapan tujuh debt collector di Depok:</p><p>Polisi menangkap tujuh orang penagih utang (debt collector) di wilayah Kota Depok, Jawa Barat. Tujuh orang tersebut diamankan dalam razia "Operasi Brantas Jaya 2025". Lima di antaranya merupakan debt collector, sedangkan dua lainnya adalah terduga preman.</p><p><br></p></li><li><p>Dua pelaku kedapatan membawa senjata api (air gun): Dua pelaku kedapatan membawa senpi berisikan empat peluru tajam dan satu peluru karet.</p><p><br></p></li><li><p>Ancaman potensi penggunaan senjata oleh debt collector: Keberadaan senjata api (air gun) menimbulkan kekhawatiran bahwa para debt collector mungkin bersiap menggunakan kekerasan atau intimidasi dalam melakukan penagihan.</p><p><br></p></li><li><p>Masih ada yang membawa surat tugas, ada yang tidak:</p><p>Sebagian dari mereka mengaku memiliki “surat tugas” sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai legalitas dan legitimasi operasional mereka. Namun, sebagian lainnya tidak memiliki surat tugas resmi. Hal ini menimbulkan ketidakjelasan tentang dasar hukum tindakan mereka dalam menagih utang</p><p><br></p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 13:27:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3573905410</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 4: Najma,Zahira,Putri,Sabina &amp; Bunga (Problem set 6)</title>
         <author>zakiyyahputriak</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3574048817</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Solusi Permasalahan:</strong></p><ul><li><p>Perketat proses perizinan senjata api.</p><p>Perketat proses perizinan senjata api adalah <strong>solusi utamanya. </strong></p><ol><li><p>Pengawasan senjata api yang lebih ketat.</p></li></ol><ul><li><p> Pemeriksaan latar belakang mendalam atau proses pengecekan secara teliti:<strong> </strong>Pihak yang berwenang, seperti kepolisian, harus melakukan pemeriksaan lebih detail terhadap orang yang ingin izin senjata. Mengeceknya terlebih dahulu, dan tanya mengapa membutuhkan senjata itu.</p></li><li><p>Pemeriksa dadakan/ mendadak:</p><p>Orang orang yang sudah punya perizinan senjata harus sering untuk diawasi.</p></li></ul><ol start="2"><li><p>Aturan lebih tegas untuk Dept Collector.</p><ul><li><p>Harus memiliki sertifikat: </p><p>setiap Dept Collector harus memiliki sertifikat resmi.ini memastikan mereka memiliki pengetahuan tentang etika dan hukum yang ada.</p></li><li><p>Penerapan penggunaannya:</p><p>Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu membuat aturan yang lebih tegas tentang tata cara penagihan utang. Aturan ini harus melarang penggunaan kekerasan, intimidasi, atau kepemilikan senjata api saat bertugas.</p></li></ul></li><li><p>Edukasi dan Sosialisasi.</p><ul><li><p>Sosialisasi Bahaya Senjata Ilegal: Polisi dan lembaga terkait perlu lebih gencar mensosialisasikan bahaya kepemilikan senjata api ilegal. Berikan informasi tentang risiko hukum dan ancaman keselamatan yang bisa terjadi.</p></li><li><p>Edukasi Hak-hak Konsumen: Masyarakat sebagai debitur (pihak yang punya utang) juga harus tahu hak-hak mereka. Mereka berhak menolak cara penagihan yang mengancam atau intimidatif dan bisa melaporkannya ke pihak berwajib atau OJK.</p></li></ul></li></ol></li></ul>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-08 14:39:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3574048817</guid>
      </item>
      <item>
         <title>kELOMPOK: AFRA, ADEL, ZYTKA VIVI, NAJWA: PROBLEM SET 1</title>
         <author>viviennekinantis</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3574899426</link>
         <description><![CDATA[<p>Berdasarkan masalah yang terdapat pada krisis monoter yang terjadi pada tahun 97  yang disebabkan oleh lemahnya institusi keuangan negara. Berikut ini solusi untuk memecahkan masalah diantaranya:</p><p><br></p><ol><li><p>Akumulasi hutang luar negri swasta yang besar</p><p>Solusi: Regulasi dan transparansi pelaporan utang, dorongan dari perusahaan untuk menggunnakan lindung nilai agar nilai tukar tidak menggandakan hutang</p></li><li><p>Nilai tukar yang terlalu tinggi</p><p>Solusi: <strong>:</strong> Alihkan dari sistem nilai tukar tetap ke sistem mengambang terkendali agar rupiah mencerminkan kekuatan ekonomi riil. Penguatan cabang devisa melalui import dan ekspor. </p></li><li><p>Kelemahan Sistem Perbankan dan Kesalahan Kebijakan Pemerintah</p><p>Solusi: TErapkan standar management resiko ketat dan pengawasan otoriter keuangan yang kuat. Memberikan kebijakan monoter yang sinkron</p></li><li><p>Krisis Kepercayaan</p><p>Soulusi: Jaminan pemerintah terhadap simpanan supaya tidak terjadi rush bank, Komunikasi publik yang konsisten dan jujur.</p></li><li><p>Ketidak stabilan ekonomi</p><p>SOulusi: penguatan lembaga demokrasi hukum, pemberantasan korupsi. bantuan langsung tunai</p></li><li><p>Penundaan bantuan IMF (international monetary fund)</p><p>Soulusi: Menunjukan komitmen terhadap reformasi agar bantuan cepat cair, Penguatan diplomasi ekonomi</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-09 01:35:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3574899426</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tanggapan Kelompok 1 terhadap Problem set 6</title>
         <author>zytkaaviana</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3575402975</link>
         <description><![CDATA[<p>Sudut Pandang 1: Debt collector memang seharusnya tidak menggunakan senjata api dalam menagih hutang. Dan solusi lainnya adalah masyarakat sebaiknya tidak meminjam uang pada debt collector dan lebih baik mengajukan peminjaman ke lembaga-lembaga resmi yang sudah terverifikasi. </p><p><br/></p><p>Prespektif 2: Menurut aturan agama Islam, debt collector adalah suatu pekerjaan yang tidak halal dan memakan uang riba karena bunga itu seharusnya tidak ada didalam suatu kegiatan simpan pinjam.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-09 06:02:38 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3575402975</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2: Inara, Liyana, Dinda, Iza (Problem Set 2)</title>
         <author>inaraaqilla</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3580226026</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>1. Kebenaran Informasi:</strong> Aplikasi (Gojek, Grab, Shopee, Tokopedia) tidak benar-benar menciptakan hal baru, hanya memindahkan sistem lama ke digital. Ada klaim yang agak dilebih-lebihkan, misalnya soal “monopoli penuh” atau “promo palsu.” Faktanya, sebagian benar, tapi tidak semuanya.</p><p>&nbsp;</p><p><strong>2. Keterkaitan dengan Lembaga Keuangan: </strong>Tidak ada kaitan langsung dengan bank. Lebih ke ekonomi digital dan fintech (dompet digital seperti GoPay, OVO, ShopeePay).</p><p>&nbsp;</p><p><strong>3. Permasalahan yang terungkap:</strong></p><p>1. Usaha lama jadi kalah: ojek pangkalan, pasar, dan toko tradisional makin sepi karena orang lebih memilih lewat aplikasi.</p><p><br/></p><p>2. Dikuasai segelintir aplikasi: kalau mau naik ojek atau jualan, harus lewat aplikasi tertentu saja. Aturannya pun ditentukan sepihak oleh aplikator.</p><p><br/></p><p>3. Driver dan UMKM dirugikan: tarif ojek sering diturunkan seenaknya, penjual dipaksa ikut diskon besar, dan potongan dari aplikasi bikin mereka rugi.</p><p><br/></p><p>4. Negara tidak adil: driver tetap ditarik pajak, UMKM kena potongan, tapi pemilik aplikasi asing malah dapat keuntungan besar dan didukung pemerintah.</p><p>&nbsp;</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 13:01:04 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3580226026</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kelompok 2: Inara, Liyana, Dinda, Iza (Problem Set 2)</title>
         <author>inaraaqilla</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3580230375</link>
         <description><![CDATA[<p><strong>Permasalahan dan Solusi:</strong></p><ol><li><p><strong>Usaha lama jadi kalah</strong><br><em>Solusi:</em> Pasar tradisional dan ojek pangkalan perlu ikut masuk ke aplikasi atau dibantu dengan platform khusus buatan lokal supaya tetap bisa bersaing.</p></li><li><p><strong>Dikuasai segelintir aplikasi</strong><br><em>Solusi:</em> Pemerintah perlu membuka peluang aplikasi baru dan memberi aturan agar tidak terjadi monopoli, sehingga masyarakat punya lebih banyak pilihan.</p></li><li><p><strong>Driver dan UMKM dirugikan</strong><br><em>Solusi:</em> Harus ada aturan yang melindungi driver dan penjual, misalnya tarif minimum yang adil dan potongan aplikasi yang tidak memberatkan.</p></li><li><p><strong>Negara tidak adil</strong><br><em>Solusi:</em> Pemerintah harus adil dalam pajak dan insentif, jangan hanya menguntungkan pemilik aplikasi asing, tapi juga mendukung driver dan UMKM lokal.</p></li></ol>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 13:03:54 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3580230375</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tanggapan Kelompok 2: Inara, Liyana, Dinda, Iza. Terhadap (Kel.5/Problem set 5)</title>
         <author>inaraaqilla</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3580251045</link>
         <description><![CDATA[<p>Pendapat Kelompok:<br>Menurut kami, solusi yang ditawarkan sudah sangat baik karena menyentuh banyak sisi. Literasi keuangan digital penting supaya masyarakat paham risiko pinjaman online ilegal dan bisa menghindarinya. Konseling gratis juga bermanfaat agar korban tidak merasa sendirian dan bisa bangkit lagi. Selain itu, hukum yang tegas perlu ditegakkan agar pelaku pinjol ilegal jera dan tidak merugikan lebih banyak orang.</p><p>&nbsp;</p><p>Kami juga setuju bahwa aturan etika penagihan harus benar-benar diterapkan. Pengawasan yang ketat dan adanya saluran pengaduan cepat akan membuat masyarakat lebih berani melapor jika mendapat intimidasi. Kerja sama OJK, Kominfo, dan kepolisian juga sangat penting untuk menutup akses aplikasi ilegal, apalagi banyak yang berasal dari luar negeri.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-11 13:15:58 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3580251045</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Tanggapan kelompok 4 terhadap problem set 1</title>
         <author>najmarasyid</author>
         <link>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3583692323</link>
         <description><![CDATA[<p>Teks yang ditulis sudah menjelaskan dengan cukup jelas berbagai masalah utama pada krisis moneter 1997 serta solusi yang ditawarkan. Setiap poin masalah dihubungkan langsung dengan alternatif penyelesaian yang konkret, mulai dari perbaikan regulasi keuangan, reformasi sistem nilai tukar, hingga penanganan aspek kepercayaan publik.</p><p><br/></p><p>Namun, solusi yang disampaikan masih lebih menekankan aspek teknis ekonomi dan kelembagaan. Padahal, krisis moneter 1997 juga erat kaitannya dengan faktor sosial-politik, seperti lemahnya stabilitas pemerintahan dan maraknya praktik KKN (korupsi, kolusi, nepotisme). Oleh karena itu, solusi yang lebih komprehensif sebaiknya tidak hanya fokus pada regulasi keuangan, tetapi juga pada reformasi tata kelola pemerintahan, transparansi politik, dan peningkatan partisipasi masyarakat.</p>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2025-09-14 11:07:30 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/ikarahayu77/14in1cgshxkw2edb/wish/3583692323</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
