<?xml version="1.0"?>
<rss version="2.0">
   <channel>
      <title>Iman kepada qada dan qadar by </title>
      <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3</link>
      <description>Made with a bold sensibility</description>
      <language>en-us</language>
      <pubDate>2021-10-15 02:38:49 UTC</pubDate>
      <lastBuildDate>2025-11-18 05:35:00 UTC</lastBuildDate>
      <webMaster>hello@padlet.com</webMaster>
      <image>
         <url></url>
      </image>
      <item>
         <title>cut royya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818730263</link>
         <description><![CDATA[<div><strong>Betapa Berharganya Setetes Air</strong></div><div>Penulis terkenal kebangsaan Mesir yang bernama Mustafa Amin, dimana beliau adalah salah satu yang dijebloskan ke dalam penjara di masa pemerintahan Gamal Abdul Naser pada tahun 1965, menceritakan kisahnya saat beradadi dalam penjara. Ia berkata, “Di antara bentuk penganiayaan yang ditetapkan pemerintah pada saat itu adalah melarang penghuni penjara makan dan minum. Larangan untuk makan sangatlah menyakitkan, walaupun masih memungkinkan untuk bertahan, akan tetapi haus adalah siksaan yang tidak mungkin bisa ditanggung, khususnya di bulan-bulan musim panas dengan derajat panas yang tinggi sekali. Selain itu saya mempunyai penyakit gula, yang mengharuskan saya banyak minum. Di hari pertama pelarangan ini, saya masuk kamar kecil, di sana saya mendapatkan tempat air yang berisi air untuk istinja’, kemudian saya minum air tersebut sampai habis, dan sebagai ganti untuk istinja’, saya gunakan tissu toilet. Dengan semakin bertambahnya rasa hausku, saya terpaksa minum air kencing. Sampai di hari ketiga, saya tidak mendapatkan air kencing untuk saya minum. Saya sangat haus, saya merasakan siksaan yang sangat pedih. Kemudian, saya berjalan-jalan di dalam sel saya sehingga nampak seperti orang gila. Lidah dan tenggorokan saya kering.</div><div>Terkadang saya menunduk ke lantai dengan harapan semoga sipir penjara terlupa dan menyisakan setetes air ketika mereka mengepel lantai!! Setelah itu saya merasakan bahwa saya hampir binasa, dalam kondisi seperti itu saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan, saya kuras pikiranku, sampai saya terhuyung-huyung, ketika itu aku malihat bahwa pintu sel dibuka dengan perlahan-lahan, dan dalam kegelapan saya perhatikan ada tangan seseorang mengulurkan segelas air dingin. Saya tergoncang,terbayang seolah-olah aku telah gila? Aku mulai melihat bayangan orang itu, ah … tidak mungkin ini air … ini hanyalah fatamorgana. Kemudian, saya ulurkan tangan dan saya benar-benar menyentuh gelas tersebut, ternyata sedingin es. Saya melihat pembawa gelas tadi meletakkan jarinya di atas bibirnya, seolah-olah ia berkata kepada saya, ‘Janganlah kamu bicara’. Saya minum air tersebut, akan tetapi ia sangat berbeda dengan air yang pernah saya minum selama ini, ia adalah air yang paling nikmat yang pernah saya minum di dalam kehidupan saya sebelumnya. Kalau seandainya pada waktu itu aku memegang uang satu juta pound (junaih), niscaya aku berikan kepada sipir yang tidak kukenal ini. Minum air segelas tersebut membuat ruh saya seakan kembali ke tubuh dan tidak perlu lagi makan karena kenyang. Bahkan, lebih dari itu, aku merasa tidak perlu dikeluarkan dari penjara.</div><div>Saya merasakan kebahagiaan yang belum pernah saya rasakan selama hidup saya,<br>semua itu disebabkan segelas air yang dingin. Setelah itu, sipir pergi dengan cepat seperti<br>kedatangannya tadi dan menutup pintu sel dengan perlahan. Saya melihat bayangan sipir, ia adalah pemuda yang berkulit coklat dan berbadan pendek. Akan tetapi, saya merasakan ia seperti malaikat. Saya melihat langsung pertolongan Allah di sel penjara. Hari yang penuh siksaan terus berjalan, tanpa pernah lagi melihat sipir yang tidak saya kenal itu. Kemudian, saya dipindahkan ke ruangan penyiksaan di lantai dasar penjara. Setiap hari melihat sipir yang tidak saya kenal itu berdiri di hadapan saya. Ketika itu saya hanya berdua. Saya bertanya dengan perlahan-lahan kepadanya,‘Kenapa engkau lakukan perbuatanitu? Kalau mereka mengetahuinya tentu memecatmu’. Dengan menyunggingkan senyum, ia menjawab, ‘Hanya memecat saya!? Bahkan, mereka akan membunuh saya dengan menembakkan senjata?’ Saya bertanya, ‘Apa yang membuatmu melakukan hal yang berbahaya itu? Ia menjawab, ‘Sesungguhnya saya mengenal anda, namun anda tidak mengenal saya. Kira-kira 9 tahun yang lalu, seorang petani dari Giza mengirim surat kepada anda, yang isinya menceritakan bahwa ia<br>adalah seorang petani yang tinggal di sebuah perkampungan, dalam hidupnya ia sangat menginginkan membeli seekor sapi. Akan tetapi, setelah 6 bulan sapi yang berhasil dibelinya tersebut mati.</div><div>Beberapa bulan setelah itu, yakni pada malam- malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan, tiba-tiba pintu rumah yang sempit kepunyaan petani itu diketuk, dan datanglah utusan dari harian koran anda, Akhbarul Yaum, sambil memegang tali yang mengikat seekor sapi di belakangnya. Ketika itu koran harian Akbarul Yaum selalu mewujudkan beratus-ratus impian para pembacanya di malam-malam Lailatul Qadar di setiap tahunnya’. Sipir itu terdiam sebentar, kemudian ia berkata, ‘Petani yang telah Anda kirimi seekor sapi kepadanya 9 tahun yang lalu adalah ayahku’. Bukankah telah aku katakan kepada kalian tadi bahwa pertolongan Allah menyertaiku saat aku di dalam sel penjara?!</div><div><br></div><div><strong>Kesimpulan</strong></div><div><strong>Perbuatan baik yang telah dilakukan seorang penulis sejak 9 tahun yang lalu terhadap<br>seorang petani telah membuahkan hasil dan bisa menyelamatkan hidup sang penulis (dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala). Segelas air di saat-saat ujian yang berat sekali lebih berharga dan lebih nikmat dari segala yang ada didunia. Oleh karena itu, jadikanlah dalam beramal ikhlas semata-mata karena Allah Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya. Menginfakkan harta dijalan kebaikan, pasti akan mendapatkan balasan walaupun setelah lama berlalu masanya. Terkadang balasan perbuatan baik itu akan berlipat ganda. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al- Qur’an surat Al-baqarah: 272, yang artinya: “Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Janganlah kamu membelanjakan sesuatu, melainkan karena mencari keridhaan Allah. Apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan).</strong></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 03:03:43 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818730263</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Qadha dan Qadhar dari Lisan Imam Ali as</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818732129</link>
         <description><![CDATA[<div>Tahun 36 Hijriah. Amirul Mukminin Ali as bersama pasukannya bergerak ke daerah Shiffin untuk menghancurkan pasukan Muawiyah. Terjadilah perang Shiffin. Perang ini berlanjut hingga 18 bulan dan setelah berakhir, Imam Ali as kembali ke Kufah.</div><div>Suatu hari ada seorang pria berumur mendatangi Imam Ali as di Kufah dan bertanya, "Wahai Amirul Mukminin! Apakah kepergian kita ke medan perang Shiffin dan berperang dengan warga Syam termasuk Qadha dan Qadha Ilahi?"</div><div>Imam Ali as menjawab, "Benar, wahai orang tua! Kita tidak akan pernah menaiki dataran tinggi sekalipun atau menuruni jalan terjal, kecuali dengan Qadha dan Qadha Ilahi."</div><div>Orang tua itu salah memahami apa yang disampaikan oleh Imam Ali as dan beranggapan segala yang terjadi merupakan determinasi ilahi (Ijbar) berkata, "Dengan demikian, apakah saya bisa menisbatkan kesulitan yang saya alami dalam perjalanan ini dikarenakan Allah, dan saya mengatakan bahwa Allah Swt yang memaksa saya melakukan semua ini? Artinya, saya tidak akan mendapat pahala atas semua pekerjaan ini?"</div><div>Imam Ali as berkata, "Diamlah, wahai orang tua! Jangan berucap seperti itu. Demi Allah! Perjalananmu ke Shiffin, tinggal di sana dan kembali dari sana telah disediakan pahala yang besar di sisi Allah. Engkau tidak terpaksa dalam melakukan semua ini."</div><div>Orang tua itu bertanya lagi, "Bila kepergian kita ke Shiffin adalah bebas dan sesuai dengan kehendak kita sendiri, lalu mengapa kembalinya kita dari sana dengan Qadha dan Qadar Ilahi?"</div><div>Imam Ali as menjawab, "Seakan-akan engkau beranggapan yang dimaksud dari Qadha dan Qadar Ilahi adalah kepastian ilahi, dimana engkau terpaksa melakukannya. Bila memang demikian, maka segala bentuk pahala, siksa, perintah dan larangan Allah Swt menjadi sia-sia. Kabar gembira dan ancaman kepada manusia tidak berarti. Tidak ada orang melakukan perbuatan baik yang dipuji dan pelaku dosa tidak patut dicela. Pelaku kebaikan tidak akan dinilai lebih baik dari pendosa dan pelaku keburukan tidak layat dicela dari pelaku kebaikan. Ucapan seperti ini sama seperti ucapan para penyembah berhala dan musuh Allah, golongan setan dan kelompok Ijbar dan Majusinya umat ini. Allah Swt meletakkan kewajiban kepada manusia berdasarkan kehendak manusia dan begitu juga larangan sesuai dengan ikhtiarnya, sehingga mereka tidak melakukan dosa sesuai dengan ikhtiarnya. Dengan demikian, setiap sedikit perbuatan baik akan diganjar pahala yang banyak dan tidak menaati Allah bukan berarti mengalahkan-Nya. Menaati Allah Swt dilakukan tidak dengan terpaksa. Allah Swt tidak memberikan ikhtiar sempurna kepada manusia dan segalanya diserahkan kepada mereka (Tafwidh). Begitu juga Allah Swt tidak menciptakan langit, bumi dan udara secara sia-sia, tidak juga mengutus begitu saja para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Ini adalah akidah orang kafir. Celakalah mereka dan akan dimasukkan ke neraka Jahannam."</div><div>Penjelasan lugas dan argumentatif Imam Ali as berhasil memuaskan orang tua itu dan membuatnya gembira.</div><div><br></div><div><em>Kesimpulan :</em></div><div><em>Allah Swt meletakkan kewajiban kepada manusia berdasarkan kehendak manusia dan begitu juga larangan sesuai dengan ikhtiarnya, sehingga mereka tidak melakukan dosa sesuai dengan ikhtiarnya. Allah Swt tidak memberikan ikhtiar sempurna kepada manusia dan segalanya diserahkan kepada mereka (Tafwidh).</em></div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 03:04:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818732129</guid>
      </item>
      <item>
         <title>-faalisha</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818733940</link>
         <description><![CDATA[<div>fanny adalah anak yang tidak pernah meyukai belajar, ia merasa mengedit videon dapat membawa uang. Tetapi saat besar, dia baru sadar. Untuk mendapat pekerjaan, perusahaan juga melihat nilai sekolah, karena dari situlah bisa dilihat kecerdasan dan kemampuan menalar dan berfikir.<br>Akhirnya ia kebut belajar hingga mencapai banyak prestasi yang dikira tidak mungkin, banyak yang tidak percaya padanya. Semua orang berifikir bahwa dia ditakdirkan bodoh dan malas, tetapi ada Qada'. Takdir yang bisa diubah dengan usaha, ibadah, dan tawakkal setelah berusaha keras. Sehingga orang orang melihatnya mengubah takdir.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 03:05:28 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818733940</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nadia Salsabila</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818749523</link>
         <description><![CDATA[<div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;Pengemis Yang Buta</div><div>&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Di masa hidupnya Nabi Muhammad SAW, Terdapat seorang pengemis yang duduk di sudut pasar Madinah. Pengemis itu buta dan dia merasa ada orang yang lewat, dia akan berteriak “Wahai saudaraku, jangan mendekati Muhammad. Dia orang gila, dia pendusta, dia penyihir, apabila kamu mendekatinya kamu akan terpengaruh dengannya”.&nbsp;<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Hari demi hari terlalu, dia terus mencela Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad SAW mengetahui hal itu dan memberikan dia makanan setiap pagi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Selagi Nabi Muhammad SAW memberikan makanan, dia terus mencela.<br><br></div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; Nabi Muhammad SAW selalu memberikan makanan kepadanya sampai beliau wafat. Setelah beliau wafat, tidak ada lagi yang memberikannya makanan. Suatu hari sahabat Nabi, Abu Bakar RA mengunjungi rumah puterinya Aisyah RA yang juga isteri Nabi Muhammad SAW. Dia bertanya kepada putrinya, "Wahai anakku, apakah ada sunnah kekasihku (Nabi Muhammad) yang belum pernah kulakukan?" Aisyah menjawab, "Wahai ayahku, kamu adalah ahli sunnah, hampir semua sunnah dilakukan oleh ayah kecuali satu sunnah." "Apa itu?” Tanya Abu Bakar. "Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke sudut pasar Madinah dengan membawa makanan untuk pengemis Yahudi yang buta itu," kata Aisyah.</div><div>Keesokan harinya, Abu Bakar pergi ke pasar dengan membawa bungkusan makanan untuk diberikan kepada pengemis Yahudi. Ketika tiba di pasar, Abu Bakar menemui pengemis itu dan memberinya makanan. Ketika Abu Bakar mulai memberinya makan, pengemis itu marah dan berteriak, "Siapa kamu?” Abu Bakar menjawab, "Saya orang biasa". "Tidak! Kamu bukan orang yang biasa datang kepadaku", jawab pengemis buta itu.</div><div>&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; "Ketika dia menghampiri saya, tangan ini tidak susah digenggam dan mulut ini tidak susah mengunyah. Dia yang selalu datang kepada saya selalu memberi saya makanan, dan dia mengunyah makanan itu terlebih dahulu dengan mulutnya dan kemudian memberikannya kepada saya, "kata pengemis Yahudi itu.</div><div>Abu Bakar tidak dapat menahan air matanya, dia menangis sambil berkata kepada Pengemis itu, "Saya bukan orang yang biasa datang kepada anda. Saya adalah salah seorang sahabatnya, orang mulia yang selalu memberi anda makanan telah tiada. Dia adalah Nabi Muhammad SAW. Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar, pengemis itu sedih dan berkata, "Apakah itu benar?&nbsp;</div><div>Selama ini saya selalu menghinanya, memfitnahnya, dia sama sekali tidak pernah marah kepada saya, dia datang kepada saya dengan membawa makanan setiap pagi, dia sangat mulia". Pengemis Yahudi itu akhirnya bertaubat dan mengucapkan dua kalimat syahadat di hadapan Abu Bakar.</div><div>Hikmah yang bisa kita ambil dari cerita ini adalah kita tidak boleh langsung mencela orang lain tanpa tau kebenarannya terlebih dahulu, takdir yang dimiliki oleh pengemis itu adalah akan masuk ke agama islam.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 03:13:18 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818749523</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nadin</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818750240</link>
         <description><![CDATA[<div>Qada<br>Pak salim adalah seorang pengusaha yang terkenal kaya raya dan sombong ia tidak pernah bersyukur atas apa yang udah ia peroleh selama ini ia selalu merasa kurang.Usaha yang ia jalankan semua ada di tangannya ia tidak mau ada seorang pun yang membantu usaha nya karena ia takut usahanya bangkrut. Pada siang hari pak salim berniat pergi sebentar untuk membeli makan tetapi pak salim tidak melihat ada mobil yang melaju sangat kencang akhirnya pak salim pun ditabrak oleh mobil tersebut dan meninggal di tempat dan semua usaha yang sudah ia rintih dari awal hancur sia sia&nbsp;<br>Hikmah : kita tidak boleh sombong dan tidak merasa bersyukur karena kita tidak tau kapan kita meninggal<br><br>Qadar<br>alisha adalah anak yang terkenal pinter di sekolahnya ia sering ditunjuk untuk mengikuti lomba mewakili sekolahnya, di hari senin dia mengikuti lomba tetapi ia gagal tetapi alisha tidak pernah menyerah ia terus berusaha,ia berdoa dan percaya bahwa kekalahan alisha akan di ganti sama allah dengan yang lebih dari itu setelah alisha berusaha lebih keras alisha menang di suatu lomba<br><br>Hikmah: alisha percaya takdir dia bisa di ubah dengan usaha,ikhtiar,dan percaya dengan kekuasaan allah</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 03:13:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818750240</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Kafiya</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818751414</link>
         <description><![CDATA[<div>Pak Radit mempunyai penyakit bronkitis yang membuatnya harus terbaring di rumah sakit sampai ia sembuh total dari penyakitnya. Suatu hari dokter pun mengizinkannya untuk pulang karena keadaannya sudah membaik dan sembuh total. Pak Radit pun senang mendengarnya dan langsung pulang ke rumah dan segera melakukan aktivitas yang tidak bisa ia kerjakan di rumah sakit. Saking senangnya akan kejadian tersebut, ia lupa berterima kasih kepada Allah. Ia pergi untuk membeli makanan. Ketika hendak membeli makanan ia tertabrak mobil yang menyebabkan ia meninggal dunia di tempat.&nbsp;<br><br>Kesimpulan : Ketika sudah diberi kemudahan oleh Allah, apapun keadaannya. Kita harus tetap bersyukur dan berterima kasih karena segala sesuatu dan takdir datangnya hanya dari Allah SWT.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 03:14:17 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818751414</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Aisa Sekar</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818760122</link>
         <description><![CDATA[<div>vivi adalah anak yang sejak kecil mengidap penyakit kanker. rumah sakit sudah seperti rumah baginya karena sangking lamanya ia berada di rumah sakit. tapi saat ia beranjak 20 tahun ia dinyatakan sembuh dari penyakitnya. dan ia memutuskan untuk melanjutkan hidupnya. tapi suatu hari saat ia sedang lari pagi, ia menyebrang jalan tanpa melihat keadaan ia pun tertabrak truk dan ia meninggal ditempat.<br><br>hikmahnya : kematian itu hany allah yang tau, jadi walaupun vivi mengidap penyakit kanker belum tentu ia akan mati karena kankernya.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 03:18:35 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818760122</guid>
      </item>
      <item>
         <title>caca maghfira</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818802982</link>
         <description><![CDATA[<div>Mia adalah seorang murid berprestasi yang sedang duduk di bangku kelas 7. Dia selalu sabar dan gigih dalam keadaan apapun. Sampai pada suatu hari saat ia pulang sekolah, ia melihat ada kerumunan orang di sekitar rumahnya, di antara orang orang itu juga ada kedua orangtuanya yang sedang panik. Ternyata rumahnya ditimpa bencana kebakaran, semuanya telah hangus di telan api. Tetapi bahkan setelah kejadian ini, ia tetap sabar dan berdoa kepada Allah swt.&nbsp;</div><div><br></div><div>Hikmah : kita harus selalu percaya kepada Allah swt. karena hanya Allah lah yang bisa berkuasa atas takdir masing masing manusia</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 03:40:14 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818802982</guid>
      </item>
      <item>
         <title>angel </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818842759</link>
         <description><![CDATA[<div>Nia dan kakaknya hidup berpindah pindah. kadang tidur dibawah jembatan atau pun dipinggi jalan yang diselimuti hawa dingin. kakak nya selalu berusaha mencari uang dengan bekerja dan doa untuk kebutuhan mereka. Nia ingin mengubah nasib mereka dan membantu kakaknya bekerja .uang hasil mereka perlahan lahan ditabung . setelah mereka merasa cukup uang itu digunakan untuk bisnis kecil mereka yaitu menjual gorengan. setelah beberapa bulan kedai mereka ramai dan orang orang menyukai gorengan mereka. mereka merasa bersyukur kepada Allah dan tidak pernah putus asa dan berdoa. mereka tetap menabung hasil penjualan mereka dan akhir nya mereka berhasil membangun restoran dan rumah.<br>hikmahnya adalah:&nbsp;<br>jangan putus asa dari rahmat Allah dan menyalahkan takdir . Allah telah membri kesempatan untuk kita menyikapi masalah tersebut . entah kita menyikapi dengan kepala dingin atau putus asa dan depresi hingga berujung tidak melakukan apa apa. bagaimana kita mau mengubah sesuatu kalau tidak melakukan apa apa</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 04:04:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818842759</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Latifah</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818852874</link>
         <description><![CDATA[<div>Keluarga pak Hanan dan buk Gege awalnya adalah keluarga yang harmonis, mereka mempunyai dua anak bernama Annisa dan Faranita. Annisa adalah anak yang pandai dan berprestasi sama seperti ayah dan ibunya, namun Faranita adalah anak yang sedikit lemah dalam pembelajaran, dia sering dibanding-bandingkan kepintarannya dengan sang kakak. Karena terlalu banyak tekanan dari orang sekitarnya, dan ayah ibunya juga terus membandingkannya dengan sang kakak, kemampuan Faranita dalam belajar pun semakin menurun karena tidak ada yang mendukung progres pembelajarannya, Faranita yang lelah berjuang sendiri depresi dan memilih mengakhiri hidupnya sendiri.<br><br>hikmah : Faranita bisa saja mempunyai takdir yang baik jika mendapatkan dukungan orang tua dan berdoa kepada Allah</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 04:11:23 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818852874</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Sidney</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818861747</link>
         <description><![CDATA[<div>Ada yang bilang <em>'takdir bisa diubah,'</em> itu yang selalu di terapkan dalam pikiran Aneska. Aneska merupakan seorang gadis berumur 14 tahun yang tinggal di panti asuhan. Ia dengar dari kakak-kakak pengurus panti, bahwa ia ditemukan tepat di depan pintu saat ia masih sekitar 2 bulanan dengan kalung yang terukir nama 'Aneska' dan sebuah surat.<br><br>Semua seakan di rahasiakan dari dirinya. Ia tahu, bahwa apa yang di ceritakan oleh kakak panti tidak sepenuhnya benar dari gelagat yang kakak itu tunjukkan. Namum Aneska tetap berusaha untuk percaya. Ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tuanya. Tapi kakak panti selalu bilang kalau orang tuanya menyayanginya.<br><br>Tapi ..orang tua mana yang meninggalkan anaknya sendiri di depan panti? itu yang selalu Aneska pikirkan. Beragam pikiran buruk memenuhi otaknya, kalau saja salah satu kakak panti tidak memberitahukannya kalau orang tuanya akan kembali menjemputnya saat ia berumur 14 tahun, dan itu akan terjadi sebentar lagi karena ia sudah naik 14 tahun tepat di hari kemarin. Dengan hati berbunga-bunga Aneska menunggu kedatangan kedua orang tuanya. Ia sendiri tidak tahu kalau itu hanyalah sekedar kata-kata penyemangat yang di berikan oleh kakak-kakak panti.<br><br>1 bulan berlalu, namun <em>orang tua</em> yang di sebut kakak panti tidak juga datang. ia sempat putus asa dan ingin menyerah, bahkan rasa benci kian muncul di hatinya, karena bagaimanapun ia sangat menunggu kedatangan keduannya tapi mereka juga tidak datang. Namun seketika, ia teringat salah satu ceramah yang sempat ia dengar sekilas di <em>Handphone</em>-nya.<br><br>Sang penceramah mengatakan, " ...Percayakanlah segala sesuatu kepada Allah swt. karena dengan melakukan itu segala hal yang mustahil bagi kita pun akan datang dengan mudahnya ..."<br><br>Aneska yang mengingat itu kembali bersabar menunggu kedatangan mereka. Setiap saat, ia selalu berdoa kepada Allah swt. agar mempertemukannya dengan kedua orang tuanya.<br><br>Dan <em>Alhamdulillah</em>, semua terwujud. Ia bertemu dengan kedua orang tuanya dengan cara yang sangat tidak disangka.&nbsp;<br><br>Aneska yang saat itu sedang berjalan-jalan mencari angin pagi disuguhi seorang wanita paruh baya yang sepertinya kesusahan membawa belanjaannya. Dengan cepat, Aneska berlari dan membantu wanita paruh baya itu membawanya.<br><br>Aneska yang saat itu berfikir kejadian itu akan terlwat begitu saja ternyata salah. Kejadia itu mempertemukannya kembali dengan kedua orang tuanya.<br><br>Ditambah wanita paruh baya yang sempat ia tolong adalah neneknya sendiri. Aneska yang senang pun pindah kerumah keluarganya setelah mengurus surat-surat penting. Kemudian keluarganya menjelaskan kepada Aneska alasan mereka mengirim putri bungsu mereka ke panti. Aneska yang merasa kesaslahpahamannya sudah terluruskan berterima kasih kepada Allah swt. karena sudah mempertemukannya kembali kepada keluarganya. TAMAT.<br><br>Hikmah: Dengan berdoa kepada Allah swt. apapun yang menurut kita impossible bisa menjadi possible. [takdir mu'allaq]<br><br>[berasa nulis cerpen HAHAH panjang beut]</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 04:17:41 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818861747</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Nazila</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818864443</link>
         <description><![CDATA[<div>Vera adalah anak dari seorang petani yang kesehariannya selalu tidak berkecukupan. Untuk makan pun ayah dan ibunya rela tidak makan hanya untuk pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Vera pun yang merasa iba kepada orangtuanya bertekad untuk mempunyai cita-cita untuk menjadi orang sukses, karena ingin membahagiakan ibu dan ayahnya. Setiap hari Vera selalu saja mendapatkan kalimat-kalimat yang membuat mental Vera turun dari teman-teman sekolahnya, tetapi Vera tidak memperdulikan kata-kata mereka karna tujuan utama Vera adalah “membahagiakan orangtua”&nbsp; adalah hal yang paling terpenting di dalam hidupnya sekarang. Mulai dari cacian-makian orang, orang yang mau menjatuhkannya, bisnisnya yang sempat di tipu sama orang, kini Vera pun menjadi seorang ceo terkenal yang cabangnya di berbagai tempat, ia pun berhasil membuat orangtuanya bahagia dan bangga kepadanya karena ia melakukannya dengan tabah, mensyukuri apapun yang Allah telah beri ke dia dan senantiasa berdoa kepada Allah supaya semua yang dilakukannya dimudahkan.</div><div><br>Hikmah yang dapat kita ambil adalah : takdir sudah ada ditangan Allah swt, jadi kita harus senantiasa sabar, berdoa dan berusaha semaksimal mungkin agar sesuatu yang kita ingin dapatkan tercapai.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 04:19:40 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818864443</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Celia</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818864550</link>
         <description><![CDATA[<div>Tina suka sekali membuat kerajinan .Seketika ia ingin mencoba untuk menjual kerajinannya agar mendapatkan hasil.Ia pun menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.<br><br>Akhirnya Tina selesai dengan persiapan membuka toko dan mulai menjual kerajinannya,namun toko Tina tidak ramai pengunjung.Ia pun merasa putus asa namun,Tina ingat bahwa ketentuan Allah SWT bisa diubah dengan usaha,doa,dan tawakkal.<br><br>Tina pun berusaha dengan cara&nbsp; mempromosikan tokonya kepada teman-temannya dan Tina akhirnya mencapai keinginannya untuk menjual kerajinan-kerajinan yang dibuatnya . (Takdir Mu'allaq)</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 04:19:45 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818864550</guid>
      </item>
      <item>
         <title>zhabela</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818864812</link>
         <description><![CDATA[<div>saat di sekolah zara di tunjuk oleh guru untuk mengikuti perlombaan membuat cerita pendek. tetapi zara sebelumnya belum pernah membuat cerpen apalagi ikut lomba membuat cerpen. jadi dia khawatir akan kalah dalam pertandingan ini. dia sangat berlatih keras agar mendapatkan juara. saat pengumuman hasil perlombaan oleh kepala sekolah, kepala sekolah meyebutkan juara pertama yang menang dalam kompetisi menulis cerpen dan nama zara di sebutkat dan zara sangat senang.<br><br>hikmah : semua itu kuasa Allah dan ketentuan Allah. tidak ada yang tahu Apa rencana Allah.&nbsp;</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 04:19:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818864812</guid>
      </item>
      <item>
         <title>zilla</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818869207</link>
         <description><![CDATA[<div>shaka adalah anak yang sangat nakal,dia sering balapan liar sampai-sampai orang tuanya khawatir akan hal itu dan orang tuanya berusaha untuk menasehati shaka tetapi ia tidak pernah mendengar perkataan orang tua nya dan diabaikan,sampai suatu hari shaka balapan liar bersama temennya dan ketika ia sedang balapan di depannya ada mobil ketika ia hendak mengerem ternyata rem nya tidak berfungsi karena remnya tiba-tiba blong,dan terjadilah kecelakaan dan meninggal,mendengar berita itu orang tuanya menangis.&nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp; &nbsp;&nbsp;<br><br>hikmah : dengarlah nasihat orang tua dan kematian sudah ditentukan oleh Allah swt</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 04:23:10 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818869207</guid>
      </item>
      <item>
         <title>Syiva </title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818872346</link>
         <description><![CDATA[<div>ini kisah nyata yang keluarga syiva alami , pada jam 2:30 malam cecek saya denger suara buka pintu garasi mobil , cecek saya kira mungkin papa syiva mau pergi ke bandara tapi cecek saya bingung karna terlalu pagi . lalu cecek saya tidur kembali . beberapa menit kemudian lampu nya tiba2 mati dan waktu cecek lihat pemukiman sekitar lampunya nyala jadi cumn rumah syiva yang mati lampu .kebetulan cecek saya tidur dilantai 2 dan&nbsp; arah jendela kamar kearah meja makan dalam rumah . waktu cecek saya melihat ke jendela suasananya gelap remang - remang jadi tidak terlalu jelas tapi ada 3 orang laki - laki yang tampang nya seperti bapak-bapak didalam rumah . ada 1 yang duduk diruang tamu lalu dia pindah ke meja makan , 2 orang lagi keluar masuk rumah. dan rupanya ada 4 orang lagi yang berada di lantai 2 tepat didepan kamar cecek saya , mereka sedang menjaga-jaga dan turun kembali kebawah tapi tangga luar rumah . sementara itu orang tua syiva kebangun karna ada suara pintu disamping kamar sedang dibuka dan itu sekitaran jam 4. mama saya lalu mau mengecek keadaan , untungnya mama sama papa syiva gak keluar kamar tapi menelpon cecek saya yang dilantai atas karna merasa bingung dipikiran orangtua syiva kok cecek syiva cepet kali bangun.setelah telfon diangkat , cecek syiva menjelaskan semua situasi diluar kamar . lalu papa saya menelpon sodara yang merupakan polisi , tapi kebetulan sodara papa itu sedang bertugas diluar aceh , jadi polisi itu menelpon petugas yang lainnya yang ada di Aceh , tapi prosesnya lumayan lama karna papa syiva gak punya nomor polisi lain. Sementara itu , cecek diatas terus memantau keadaan dibawah dimana saat itu malingnya dengan santai duduk diruang keluarga sambil menelfon kawanya . setelah itu dia pindah ke meja makan dan dengan santai memakan makanan diatas meja makan . lalu dia kelemari buku dan ambil rak kunci mobil dan kegarasi mobil seakan - akan dia sudah tau letak barang barang dirumah , lalu maling itu menggas gaskan mobil sampai tetangga - tetangga bangun. semua barang barang digarasi dihamburkan keluar rumah seperti payung , sepatu , box dan lain lain . dan mobilnya pun dilarikan jauh dari jangkauan rumah dengan suara gas yang sangat kencang . </div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 04:25:36 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818872346</guid>
      </item>
      <item>
         <title>shim</title>
         <author></author>
         <link>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818876653</link>
         <description><![CDATA[<div>jika kata arogan keluar dari satu mulut, pastinya orang yang pertama muncul dikepala adalah Nair. "arogan" saja tidak cukup untuk menjelaskan wataknya; dia individual yang besar cakap, terlebih bangga dengan kemampuannya dalam mengumpulkan uang. meski penghasilannya banyak, itu semua hasil tipuan, rampasan dari yang kurang mampu. dia menghilang dari pandangan setiap telah menjanjikan dagangan beruntung palsu. semuanya akhirnya dilakukan untuk stimulasi duniawi, kesenangan duniawi. semuanya akan berakhir. aku menuliskan ini dalam pelukan selimut penghangat. kapal yang kudatangi dengan Nair tertolak ombak, dan melihat semua yang telah diselamatkan, aku sama sekali tidak bisa menemukan Nair. kudoakan, semoga dosa-dosanya diampuni, dan semoga dia masih ada di sisi ku. bagaimanapun, dia tetap adikku.<br><br>hikmah: jangan terpendam didalam nafsu akan kesenangan sementara. kita tidak tahu kapan nyawa akan terpanggil kembali.</div>]]></description>
         <enclosure url="" />
         <pubDate>2021-10-15 04:28:57 UTC</pubDate>
         <guid>https://padlet.com/rharyati/12ivld76oyc2sab3/wish/1818876653</guid>
      </item>
   </channel>
</rss>
